4 Olahan Ikan Berbahaya Harus Diwaspadai Mengenali bahaya olahan ikan bagi kesehatan tubuh (Foto:Pexels/Pixabay)

IKAN mengandung omega 3 yang baik untuk pertumbuhan otak. Selain kenikmatan rasa, harga ikan yang relatif murah jadi daya tarik untuk orang membeli. Tapi, tahukah kamu bahwa tidak semua ikan baik bagi tubuh? Lantas, apa saja olahan ikan yang mengandung dampak buruk?

Berikut ini beberapa ikan yang wajib kamu waspadai atau hindari.


1. Hindari salmon hasil budi daya

ikan
Jangan konsumsi ikan salmon hasil budi daya. (Foto: Unsplash/Caroline Attwood)

Konsumen disarankan untuk berhati-hati dalam menyantap olahan ikan salmon. Ikan salmon yang dibudidayakan berlabel Atlantic Salmon mengandung parasit dan penyakit. Bahayanya, kolam budidaya umumnya diberikan antibiotik dan pestisida untuk mengatasi parasit agar terhindar dari penyakit. Namun, antibiotik ini mengandung bahan kimia yang berpotensi mengancam kesehatan tubuh.

Kebanyakan ikan salmon diimpor dari hasil peternakan dan dijual di supermarket atau pasar Indonesia. Memilih ikan salmon yang baik bisa kamu lakukan dengan cara memperhatikan perbedaan warna dan teksturnya. Ikan salmon hasil peternakan terlihat berwarna oranye pucat, berlendir dan berkilau. Banyak oknum yang memanipulasi ikan salmon agar terlihat segar dengan memberi makanan dari belut yang terkontaminasi di perairan Baltic.


2. Sirip biru ikan tuna

ikan
Sirip biru tuna menjadi hewan langka sehingga dilarang untuk dikonsumsi (Foto: Pixabay/27707)


Salah satu santapan yang populer ialah sirip biru ikan tuna. Kenikmatan rasa dan kandungan gizi yang berlimpah menarik minat banyak orang. Namun, ikan ini tergolong hewan yang dilindungi. Karena menurunnya populasi yang mengancam kepunahan sehingga dilarang untuk mengonsumsi ikan tuna jenis ini. Selain itu, sirip biru ikan tuna mengandung merkuri dan PCB (Poly Chlorinated Biphenyl) yang tinggi dan mengakibatkan kerusakan sel-sel saraf, liver hingga memicu berkembangnya sel-sel kanker.


3. Olahan belut

belut
Waspadai bahaya konsumsi olahan belut (Foto: Pixabay/Takedahrs)


Olahan belut biasa ditemukan pada masakan Jepang dengan digoreng atau dibakar. Belut mengandung vitamin, zat besi, fosfor, mineral, protein, kalori, lemak dan karbohidrat. Namun, olahan belut ini juga menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Kadar kolesterol dan lemak yang tinggi mengancam kesehatan tubuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, berisiko terjangkit penyakit degeneratif atau penurunan fungsi organ.

4. Kurangi santapan ikan lele

ikan
Ikan lele menjadi menu santapan yang mengancam kesehatan tubuh (Foto: Pinterest/Overprotective-tach)

Ikan lele menjadi santapan lauk yang disukai banyak orang. Olahan lele dengan harga ekonomis, menarik daya beli orang Indonesia. Namun, tahukah kamu kandungan berbahaya bila mengonsumsi olahan ikan lele?

Umumnya, peternakan ikan lele memanfaatkan kotoran atau bangkai hewan sebagai pakan ternak. Konon kolam budi daya ikan lele disinyalir mengandung logam berat akibat pembuangan limbah. Air yang terkontamisasi berpotensi membawa dampak buruk ke tubuh lele. Jika dikonsumsi, bisa mengganggu kelenjar tiroid di leher yang menimbulkan hipertiroid. Berbagai bakteri aktif, seperti bakteri e-coli terkandung dalam ikan lele yang tercemar juga bisa menurunkan gizi hingga menyebabkan sakit perut dan diare. Selain itu, cara pengolahan ikan lele yang memakai minyak bekas atau dipakai berulang-ulang memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam DNA tubuh. Salah satu sel abnormal yang berbahaya adalah sel kanker hati, kanker lambung dan lainnya. (dys)


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH