4 Nilai Moral yang Bisa Dipelajari dari Film 'Angel Has Fallen' Nilai moral dan makna kehidupan yang bisa diambil dari Angel Has Fallen. (Foto: MovieWeb)

TRILOGI seri film Fallen yang terdiri dari Olympus Has Fallen (2013), London Has Fallen (2016), dan Angel Has Fallen (2019) seolah tidak pernah mengecewakan para penontonnya lewat alurnya yang tidak tertebak. Adegan menegangkan, ditambah acting dari aktor dan aktris berbakat yang telah dikenal di industri film dunia.

Baru saja merilis film ketiganya, Angel Has Fallen, tayang di bioskop Indonesia sejak 23 Agustus 2019. Masih menceritakan tentang kehidupan Mike Banning (Gerard Butler), salah satu anggota Secret Service yang bertugas untuk melindungi dan menjaga keamanan presiden AS.

Baca juga:

Pelajaran Hidup yang Bisa Kita Ambil dari Film 'Spider-Man: Far From Home'

Masih menghantarkan ketegangan, seri film Fallen bergenre action ketiga ini mengandung nilai moral yang bisa kamu jadikan pelajaran bagi kehidupan. Mulai dari hubungan dengan pasangan, anak, atasan, sahabat, sampai ayah sendiri. Berikut nilai-nilai yang bisa mengubah perspektifmu dalam menjalani kehidupan dari film Angel Has Fallen, hati-hati spoiler ya!

1. Loyalitas

4 Nilai Moral yang Bisa Dipelajari dari Film 'Angel Has Fallen'
Loyalitas dan tanggung jawab bukanlah hal yang instan. (Foto: Viva)

Sejak film pertama seri Fallen, kita telah lihat seberapa tinggi loyalitas Mike Banning terhadap presiden. Mike Banning telah mengabdikan sebagian besar kehidupannya.

Dengan menjalankan pekerjaan secara profesional, ia mampu mendapatkan kepercayaan dari Presiden AS. Itu semua didapatkan Banning karena loyalitas dalam membela serta menjaga perdamaian negara.

Jika dilihat dari film pertama, Banning telah berusaha mati-matian menyelamatkan anak laki-laki sang Presiden, Connor. Penculikan yang dilakukan adalah upaya menekan Presiden AS untuk memberikan kode Cerberus.

Usaha Banning dalam memprioritaskan serta menyelamatkan presiden dalam baku tembak di White House dan London, juga semakin membangun hubungan interpersonal. Tidak terbatas pada hubungan yang diatur secara formal.

Hingga saat Banning dianggap sebagai pengkhianat dan biang keladi dari penjualan informasi strategi militer kepada Russia. Hal yang terjadi pada film Angel Has Fallen itu, membuat segala loyalitas dan kepercayaan yang terbangun bertahun-tahun menyelamatkan nyawa Banning.

Dalam hal ini, dapat kita ambil nilai moralnya bahwa kepercayaan dan loyalitas bukanlah sesuatu yang bisa dibuktikan dan diciptakan secara instan. Bukan satu atau dua tahun, dan juga bukan lewat satu atau dua peristiwa yang melanda. Kepercayaan merupakan sesuatu yang tidak akan pernah dikembalikan secara sempurna jika telah dikhianati. Tidak mudah menjaga kepercayaan dan loyalitas, namun segala pengorbanan dan proses tidak akan sia-sia.

Jika kamu menerapkan sistem menjaga kepercayaan dan loyalitas dalam berbagai aspek kehidupan. Baik itu di pekerjaan, percintaan, persahabatan, maupun keluarga, maka orang-orang disekelilingmu bisa percaya padamu. Mereka juga akan menganggap bahwa kamu orang yang bertanggung jawab dan bisa diandalkan.

2. Tidak semua orang baik

4 Nilai Moral yang Bisa Dipelajari dari Film 'Angel Has Fallen'
Tidak semua orang baik dan bisa kamu percaya. (Foto: IGN.com)

Meskipun telah menjadi orang yang reliable, tetapi tidak menutup kemungkinan jika orang yang kamu percaya, bahkan sahabatmu sendiri, bisa mengkhianatimu.

Dalam film Angel Has Fallen, terlihat bahwa dalang dari tertuduhnya Banning menjadi penjahat dan buronan internasional tidak lain adalah sahabatnya sendiri yang juga pemilik perusahaan militer pribadi, Salient Global.

Nilai moral yang bisa diambil dari film, meskipun kita telah berusaha menjadi orang yang paling baik, loyal, dan bertanggungjawab sekalipun, bukan berarti kita akan terhindar dari orang jahat. Orang dengan itikad tidak baik akan terus hadir dihidup kita dari waktu ke waktu, namun bukan berarti mereka bisa dijadikan alasan untuk kamu berubah menjadi salah satu dari mereka.

Kehadiran mereka dalam hidup kamu bisa dijadikan pelajaran bahwa tidak semua orang itu bisa kamu ajak bergaul. Jauhkan orang yang sudah pernah mengkhianatimu, dan juga coba perbaiki diri dan katakan kepada diri sendiri bahwa menjadi orang yang baik dan benar tidak akan pernah merugi.

Baca juga:

Kebenaran Pahit yang Diajarkan Marvel Kepada Penikmatnya

3. Keluarga adalah kelompok yang paling bisa kamu andalkan

4 Nilai Moral yang Bisa Dipelajari dari Film 'Angel Has Fallen'
Keluarga akan tetap menjadi keluarga sampai kapanpun. (Foto: Den of Geek)

Disaat Banning menjadi orang yang paling dicari di dunia, karena dianggap telah melukai presiden serta menewaskan banyak tim Secret Service. Ia mencari ayahnya yang telah meninggalkan ibu serta dirinya sejak kecil.

Sebagai sosok mantan tentara Vietnam yang mengasingkan dirinya dan hidup secara nomaden, ayah Banning mampu membentuk strategi dan mengalahkan para FBI yang berusaha menangkap anaknya.

Meskipun punya sejarah kelam dengan anggota keluarga, di sini bisa kita pelajari bahwa seburuk-buruknya hal yang sudah dilakukan anggota keluarga terhadap kita, mereka tetaplah keluarga. Sudah sepantasnya keluarga itu saling membantu dan tidak melupakan.

Tidak hanya terbatas pada keturunan sedarah. Sesungguhnya seseorang yang selalu ada untuk kita, bisa diandalkan, saling membantu dan tidak pernah meninggalkan kita disaat duka adalah yang seharusnya kamu hargai dan jaga baik-baik. Ohana means family, and family means nobody gets left behind or forgotten.

4. Menyerah bukan berarti kalah

4 Nilai Moral yang Bisa Dipelajari dari Film 'Angel Has Fallen'
Menyerah bukan berarti kalah. (Foto: Star2.com)

Dalam film, sang ayah sangat memupuk kebencian serta ketidakpercayaan kepada militer AS. Sifat apatisnya itu membuatnya tidak ingin menggunakan alat komunikasi elektronik karena takut privasinya digunakan sebagai sarana oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, aksinya meninggalkan keluarganya untuk hidup berpindah-pindah sendiri juga bukan merupakan perbuatan yang baik dan tidak bertanggung jawab. Ia mengatakan, bahwa menyerah bukan berarti kalah. Ia menyerah karena alasan tertentu, yaitu demi melindungi orang-orang yang ia cintai.

Sampai ketika ia mengetahui bahwa ia memiliki menantu dan cucu, mereka semua tinggal bersama dan berusaha memperbaiki hubungan yang tadinya rusak.

Nilai moral yang bisa diambil dari aspek ini adalah bahwa menyerah, pergi, atau mengundurkan diri tidak selalu berarti kekalahan. Semua tindakan yang kita pilih pasti memiliki makna di baliknya yang belum tentu bisa dipahami semua orang.

Sudut pandang orang yang berbeda serta besar kecilnya pergumulan yang dihadapi setiap orang, tentunya akan membentuk cara kita masing-masing dalam mengambil keputusan hidup. Meskipun itu mengharuskan kita untuk menyerah atau mengundurkan diri.

Seperti kasus yang terjadi di film ini, terdapat juga aspek keluarga yang dihantarkan. Sehancur-hancurnya ikatan keluarga, seorang ayah tetaplah seorang ayah, seorang ibu tetaplah seorang ibu, dan seorang anak tetaplah seorang anak.

Tebarkanlah kasih sayang pada diri sendiri, keluarga, dan juga orang lain. Memaafkan adalah hal penting, karena keluarga merupakan titipan Tuhan untuk kita. (shn)

Baca juga:

Belajar untuk Meraih Mimpi dari Film Wonder Park



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH