Empat Kitab Sakti Wajib Dimiliki Zaman Masih Ngilmu di Negeri Aing Atlas. (Foto Hipwee)

SIAPA pernah menggumam atau berserapah mau libur sekolah lama. Kayak malas banget kan bangun pagi, mengerjakan tugas, membawa banyak buku, dan masih ngantuk saat di kelas. Kini, sebagian keinginanmu tercapai bahkan sudah berjalan hampir dua tahun. Mengapa sebagian? Sebab, memang enggak libur tetapi kamu enggak lagi datang ke sekolah.

Pemerintah memberlakukan pembatasan interaksi pada masa pandemi COVID-19, sehingga meminta seluruh masyarakat bekerja, beribadah, dan belajar di rumah. Jangan di tahun kedua pemberlakuan sekolah jarak jauh atau dari rumah, baru berjalan dua bulan aja udah banyak anak merasa bosan.

Meski dahulu di masa sebelum pandemi harus bangun pagi padahal masih ngantuk, capek-capek mengerjakan tugas sekolah, tetap saja kenangan indah di sekolah lebih baik ketimbang di tempat lain.

Mengenang masa-masa sekolah sebelum pandemi, ada beberapa buku wajib jib jib dibawa ketika sekolah, bahkan bisa disebut sebagai 'kitab sakti' para siswa ketika masih Ngilmu di Negeri Aing secara tatap muka. Jika lupa bawa siap-siap kena tegur guru. Dari segelintir kitab sakti di bawah ini, mana damage-nya paling tinggi jika ketinggalan di rumah?

Baca juga:

‘Black Widow’ Dianggap Ketinggalan Zaman

1. Atlas

Serupa dengan teman-teman pemalas lainnya, biasanya keperluan sekolah harus dibawa besok baru keingetan saat malam hari ketika orangtua sudah tidur. Pukul 12 malam, kira-kira mana toko buku masih buka dan menjual Atlas untuk keperluan pelajaran peta buta besok?

Alhasil, banyak murid rela bangun pagi untuk melipir ke toko buku berada di pasar terdekat demi sebuah 'kitab sakti' berisikan peta-peta dari seluruh dunia sebelum pergi ke sekolah. Ada juga segera pergi ke perpustakaan untuk meminjam atlas sekolah biasanya lembarannya sudah lepas-lepas.

Jika enggak bawa, guru IPA biasanya killer bisa benar-benar menghukum kamu berdiri di depan kelas sambil mengangkat kaki satu dan menjewer kedua kupingmu sendiri jika lupa membawa atlas.

Padahal, saat itu pun banyak murid belum memahami bagaimana bisa gambaran wilayah-wilayah di Indonesia maupun dunia bisa dijabarkan dalam bentuk kertas datar. Mungkinkah Atlas masih diperlukan saat banyak orang telah menggunakan Google Maps.

2.Buku LKS

LKS bahasa Inggris. (Foto Brainly)
LKS bahasa Inggris. (Foto Brainly)

Sebagian besar murid sekolah sangat membenci buku LKS alias Lembar Kerja Sekolah. Selain berisikan soal-soal teramat sulit (biasanya ada PG, isian, dan essay), biasanya tiap mata pelajaran juga memiliki buku LKS sehingga membuat tas sekolah semakin berat dan pundak semakin sakit.

Meski begitu, sekalinya murid tidak membawa buku LKS karena, keluarlah sabda dari ibu atau bapak guru, "keluarkan LKS kalian, kerjakan halaman 5 sampai 7, dikumpulkan!"

Seketika, tamatlah riwayat anak-anak tidak membawanya. Jika tidak membawa LKS bisa dibilang sebagai salah satu dosa terbesar sehingga membuat guru-guru murka. "Ibu sudah bilang, LKS harus dibawa setiap hari!"

Selain kadang dipake kadang enggak, murid punya alasan lain untuk malas membawa buku LKS. Buku LKS identik dengan kualitas kertas sangat amat bagus dan tebal, aliasss, menggunakan kertas buram, gampang robek, ringkih, dan sering terlipat-lipat sampai menyebabkan buku jadi "berbunga". Malasnya, buku ini pun tidak memiliki cover cukup kuat untuk dilapisi sampul plastik sehingga semua buku LKS biasanya akan berada dalam kondisi buruk rupa.

Baca juga:

Disneyland Paris Hadirkan Superhero Marvel di Hotel The Art of Marvel

3. Buku Pintar

Buku Pintar by Edy Sigar. (Foto Tokopedia/giyel).jpeg
Buku Pintar by Edy Sigar. (Foto Tokopedia/giyel).jpeg

Buku Pintar sudah dianggap sebagai buku benar-benar berisikan semua informasi umum wajib diketahui anak sekolah. Zaman dahulu, Buku Pintar bagaikan kitab sakti wajib dibawa anak sekolah setiap hari. Meski cukup tebal dan berat, buku ini pun selalu dibawa anak-anak karena takut dihukum para guru yang suka tiba-tiba menyuruh untuk mengeluarkannya.

Sama seperti ponsel pintar, buku pintar juga tak lantas membuat anak murid jadi pintar hanya karena membawanya namun tetap tergeletak berhari-hari di kolong meja sekolah. Murid akan pintar jika membacanya dan memahami seluruh isi buku tersebut.

4. Buku Saku Pramuka

Buku Suku Pramuka. (Foto Tokopedia/Toko Pramuka Banyuwangi) .jpeg
Buku Suku Pramuka. (Foto Tokopedia/Toko Pramuka Banyuwangi) .jpeg

Hari Jumat biasanya identik dengan ekstrakurikuler Pramuka. Setelah menggunakan pakaian serbacokelat dilengkapi dengan topi, dasi, dan kaus kaki berwarna hitam, biasanya ada satu hal wajib dibawa, buku saku Pramuka.

Terlepas dari harga bukunya terjangkau, buku saku Pramuka adalah kitab wajib para anak Pramuka. Jika satu orang tidak membawanya, bisa-bisa satu regu kena hukumannya. Buku kecil ini juga harus dijaga baik-baik, karena jika sampai kehujanan atau kena air sedikit, cat dalam buku bisa luntur sampai nempel seragam. Maklum, kualitas buku ini tergolong tipis, mudah robek, dan tintanya mudah ngejiplak di baju. (SHN)

Baca juga:

Penulis : annehs annehs
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Film Indonesia 'Autobiography' Berkompetisi di Venice Film Festival 2022
ShowBiz
Film Indonesia 'Autobiography' Berkompetisi di Venice Film Festival 2022

Satu-satunya film dari Asia Tenggara di Venice Film Festival ke-79.

Sederet Manfaat Buah Sea Buckthorn
Fun
Sederet Manfaat Buah Sea Buckthorn

Ekstrak sea buckthorn banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk skincare karena terbukti dapat menyehatkan kulit.

Platform Tokko, Solusi Tumbuh Kembang UMKM di Era Digital
Fun
Platform Tokko, Solusi Tumbuh Kembang UMKM di Era Digital

Platform digital ini akan mempermudah UMKM melebarkan sayap.

Sony Berencana Datangkan Emma Stone Sebagai Spider-Gwen
ShowBiz
Sony Berencana Datangkan Emma Stone Sebagai Spider-Gwen

Akankah Emma Stone kembali sebagai Gwen Staci.

Ratu Elizabeth II, Keteguhan sebuah Pengabdian
ShowBiz
Ratu Elizabeth II, Keteguhan sebuah Pengabdian

Ratu Elizabeth muda berjanji mengabdikan hidupnya untuk kerajaan dan rakyat.

Seminggu Tayang, ‘No Time to Die’ Raih Rp 1,6 Triliun
ShowBiz
Seminggu Tayang, ‘No Time to Die’ Raih Rp 1,6 Triliun

No Time to Die membuahkan hasil meski harus menunggu 18 bulan.

Tiffany Kenanga Hadirkan Nuansa Pop dan RnB di Lagu 'Ingin Lupa'
ShowBiz
Tiffany Kenanga Hadirkan Nuansa Pop dan RnB di Lagu 'Ingin Lupa'

Tiffany Kenanga meluncurkan single terbaru berjudul 'Ingin Lupa'.

Tips Berbisnis Produk Kecantikan dengan Menjadi Reseller
Fun
Tips Berbisnis Produk Kecantikan dengan Menjadi Reseller

Ada beberapa cara agar kamu bisa menjadi seorang reseller yang sukses

Menuju Perguruan Tinggi Bersama Aplikasi Pendidikan
Fun
Menuju Perguruan Tinggi Bersama Aplikasi Pendidikan

Waktunya kamu untuk merasakan pendidikan di perguruan tinggi.

TikTok Shopping 2021 Didominasi Pelanggan Perempuan
Fun
TikTok Shopping 2021 Didominasi Pelanggan Perempuan

Para perempuan sangat antusias belanja di TikTok Shopping 2021.