4 Fakta tentang Suku Mentawai, Nomor 3 Kekinian Banget! Suku Mentawai. (Foto: ANTARA/volkenkunde.nl)

KEHIDUPAN Suku Mentawai memang menarik untuk disimak. Tak heran bila koleksi dari suku tertua di Indonesia itu ada yang dipamerkan di Museum Volkenkunde, Leiden, Kerajaan Belanda, pada 21 Oktober 2017 hingga 28 Mei 2018.

Sebagai suku pedalaman, Suku Mentawai seringkali dijadikan bahan penelitian untuk mengetahui pola hidup dan interaksi mereka. Sebenarnya, apa saja fakta tentang Suku Mentawai yang terungkap dari berbagai hasil penelitian tersebut? Ini jawabannya, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Salah satu suku tertua

Ya, Suku Mentawai merupakan salah satu suku tertua di Indonesia. Dalam buku 'History and Prehistory of the Mentawai', sejarawan Australia Glenn Reeves menyebutkan bahwa nenek moyang Suku Mentawai bermigrasi ke Kepulauan Mentawai pada 2000 hingga 500 SM.

2. Tempat tinggal

Ada tiga pulau utama sekarang yang didiami Suku Mentawai, yaitu Pulau Utara, Pagai Selatan dan Siberut. Suku Mentawai tinggal di uma alias rumah tradisional yang dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan dipasak memakai kayu dengan sistem sambungan silang bertakik. Satu uma dihuni lima hingga sepuluh keluarga.

3. Seni tato tertua dunia

Tato yang nge-hits di berbagai belahan dunia, ternyata merupakan warisan budaya suku tertua di Indonesia ini. Tato merupakan seni yang wajib diaplikasikan di tubuh dukun Suku Mentawai atau Sikerei. Suku Mentawai yang masih tinggal di pedalaman sampai saat ini masih memakai tato sebagai bentuk pakaian mereka lo. Melihat sejarahnya, Suku Mentawai mestinya bisa disebut trend setter. Bagaimana menurut Anda?

4. Masih berpatokan pada adat

Memang, tidak semua Suku Mentawai sudah tersentuh modernisasi. Namun, baik suku yang sudah dan belum tersentuh modernisasi, masih memegang teguh adat. Salah satu kepercayaan yang masih dipegang hingga sekarang ialah pemilik jiwa bukan hanya manusia. "Untuk itu semua mahluk dan benda harus dihargai dan diperlakukan secara baik. Mereka menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam," papar Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Denhaag, Bambang Hari Wibisono, seperti dikutip dari ANTARA.

Dari empat fakta tersebut, nomor tiga pasti belum banyak diketahui penggemar tato. (*)

Simak pula artikel lain tentang Suku Mentawai di sini: Mengenal Tato Suku Mentawai dan Dayak Kalimantan.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina