4 Fakta Parasit Toxoplasma Gondii dapat Mengontrol Pikiran Parasit Toxoplasma Gondii bukan hanya dari kucing. (Foto: Pixabay/Qimono)

PARASIT sel tunggal, Toxoplasma Gondii, mungkin paling terkenal karena hubungannya dengan kucing. Parasit dapat berpindah dari inang kucingnya ke manusia, paling sering melalui kontak dengan kotoran kucing.

Sementara parasit biasanya hanya menyebabkan infeksi ringan, seperti pada manusia memiliki gejala seperti flu. Kemudian pada manusia juga mempengaruhi sistem kekebalan yang lemah. Bila terjadi infeksi dapat menyebabkan masalah serius, dari kejang hingga masalah paru-paru yang parah.


Baca Juga:

Labu Siam, si Hijau Kaya Manfaat bagi Kesehatan dan Kecantikan


Laman livescience menuliskan infeksi T. Gondii memiliki efek aneh. Selama bertahun-tahun, parasit ini tidak hanya mengejutkan dan membingungkan para peneliti, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang bagaimana perilaku manusia bekerja.


1. Menghilangkan rasa takut pada tikus

sakit
Tikus yang terinfeksi T. Gondii menjadi lebih berani. (Foto: Pixabay/Sipa)

Tikus yang terinfeksi parasit tampaknya kehilangan rasa takut terhadap kucing. Khususnya rasa takut mereka terhadap kencing kucing. Studi 2011 di PLOS ONE menuliskan bahwa bahwa tikus yang terinfeksi mulai merasakan semacam "ketertarikan seksual" pada bau urin kucing, daripada respons defensif. Ini mungkin karena infeksi T. Gondii mengubah aktivitas saraf di area otak tertentu, kata para peneliti. Parasit itu "membanjiri respons rasa takut bawaan" sehingga tikus tidak lagi menghindari aroma urin kucing.

2. Melompat ke semua hewan berdarah panas

sakit
Kucing bukan satu-satunya hewan yang dapat membawa T. Gondii. (Foto: Pexels/Buenosia Carol)

Kucing dan tikus bukan satu-satunya hewan yang dapat membawa parasit. Toxoplasma Gondii adalah parasit yang luar biasa karena dapat melompat pada hampir semua makhluk berdarah panas ke yang lain. Para ilmuwan belum menunjukkan dengan tepat mengapa hal ini terjadi. Studi tahun 2011 yang diterbitkan pada Prosiding National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari jawabannya dapat ditemukan dalam protein parasit. Ketika jenis protein tertentu dihilangkan, parasit tidak lagi ganas. Para peneliti berspekulasi bahwa ini karena protein-protein itu mengacaukan protein-protein kunci dalam sel inang yang merupakan kunci bagi respon imun inang.


Baca Juga:

Ketahui! Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut


3. Tidak ada obatnya

sakit
T. Gondii tidak Memiliki obat pemusnahnya. (Foto: Pixabay/Stevepb)

Tidak ada obat untuk melawan parasit T.Gondii, selain tetap waspada mencegah infeksi, tidak banyak yang dapat dilakukan. Dalam sebuah penelitian tahun 2005 yang dimuat pada American Journal of Obstetrics dan Gynecology, peneliti menyarankan wanita hamil dan wanita yang ingin hamil untuk mendapatkan pengenalan tentang parasit ini. Mereka menyarankan agar para wanita memahami faktor-faktor risiko, seperti infeksi, memelihara kucing, kontak fisik dengan kucing, mengonsumsi daging yang dimasak dengan tidak benar dan meminum air yang tidak diolah.

4. Tidak ada gejala

sakit
Gejala ringannya seperti flu. (Foto: Pixabay/Geralt)

Meskipun T.gondii dapat menyebabkan gejala seperti flu pada kasus-kasus ringan. Namun studidi tahun 2014 yang dimuat dalam America Journal of Tropical Medicine dan Hygienes bahwa dalam sebagian besar kasus, orang-orang hanya mengalami gejala ringan, bahkan tanpa gejala sama sekali. Parasit ini paling berbahaya bagi mereka yang sudah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, seperti penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Tetapi kebanyakan orang yang terinfeksi T. Gondii bahkan tidak pernah tahu mereka terserang. (nic)


Baca Juga:

Ups! Minuman Segar ini Sebaiknya Dihindari saat Berbuka Puasa


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH