4 Duel Kunci yang Dapat Menentukan Hasil Akhir Der Klassiker Der Klassiker . Foto: DFL DEUTSCHE FUSSBALL LIGA

MerahPutih.com - Spanyol punya El Clasico, Italia punya Derby d’Italia, Inggris ada North West Derby, dan Jerman memiliki Der Klassiker yang juga dapat disebut Clasico Jerman. Der Klassiker mempertemukan Borussia Dortmund dan Bayern Munchen di pekan 11 Bundesliga yang berlangsung Minggu (11/11) pukul 00.30 WIB.

Jika dalam beberapa musim belakangan ini Bayern lebih superior dari Dortmund, kini situasi berbalik 180 derajat, performa Dortmund sedang bagus-bagusnya di bawah asuhan Lucien Favre. Dortmund mencetak 30 gol dan kebobolan 10 gol hanya dari 10 laga Bundesliga.

Sementara Bayern ada di peringkat tiga klasemen dengan jarak empat poin. Tim asuhan Niko Kovac kebobolan 11 gol dan memasukkan 18 gol. Dortmund belum pernah kalah dan tiga kali bermain imbang, sedangkan Bayern sudah menelan dua kali kekalahan dan dua hasil imbang.

Dalam kondisi itu, Dortmund, yang akan didukung fansnya di Signal Iduna Park, jelas diunggulkan untuk memenangi pertandingan. Namun, Bayern juga tidak dapat dianggap sepele. Seturun-turunnya performa mereka, Bayern masih bisa melukai lawannya dengan pengalaman dan pemain berkualitas yang dimiliki.

Jadi, duel-duel kunci di beberapa area berpotensi besar memenangi laga nanti. Setidaknya, ada empat duel kunci yang bisa memengaruhi hasil akhir pertandingan.

1. Marco Reus vs James Rodriguez

Marco Reus. Foto: zimbio

Mereka bukan sekedar playmaker bagi timnya masing-masing, melainkan solusi mencetak gol dari lini kedua atau pembuka rapatnya pertahanan lawan dengan visi bermain mereka. Reus lebih atletis dibanding James karena memiliki kelincahan melakukan penetrasi ke pertahanan lawan.

Di bawah asuhan Favre, Reus semakin berkembang menjadi predator di muka gawang lawan. Ia bisa jadi penyerang bayangan di belakang striker tunggal, atau false nine. Sementara James memiliki akurasi tendangan jarak jauh yang bagus dan sedang menikmati permainan bagusnya di Bayern.

2. Jadon Sancho vs Joshua Kimmichja

Jadon Sancho. Foto: Zimbio

Pemain dengan prospek cerah dan talenta terbaik Inggris saat ini, akan melawan pemain muda lainnya yang lebih berpengalaman dengan kesuksesannya meraih trofi dan bermain di level internasional.

Jadon Sancho akan bergerak di area kanan pertahanan Bayern yang dijaga Joshua Kimmich. Duel keduanya akan sangat seru untuk dinanti. Sancho, dengan statusnya sebagai raja assist sementara dan telah mencetak empat gol, akan jadi momok berbahaya Bayern jika Kimmich tidak bisa menghentikannya.

3. Abdou Diallo vs Robert Lewandowski

Robert Lewandowski

Sang mantan cukup kejam ketika bertemu Dortmund. Dalam kesempatan delapan laga Bundesliga melawan Dortmund, Lewandowski, yang bermain selama empat tahun di Dortmund, total mencetak 10 gol dan hanya absen dua kali mencetak gol dalam kesempatan itu.

Tugas menghentikan Lewandowski akan diemban oleh bek Timnas Prancis U-21, Abdou Diallo, yang mendapat kepercayaan penuh sang pelatih. Diallo pernah menghadapi striker top sekelas Antoine Griezmann dan Diego Costa, jadi menghadapi Lewandowski seharusnya tidak jadi masalah untuknya.

4. Paco Alcacer vs Niklas Sule-Mats Hummels

Paco Alcacer

Kenapa hanya Paco Alcacer yang diduelkan melawan dua bek tengah Bayern, Niklas Sule dan Mats Hummels? Jawabannya sederhana. Alcacer striker bertubuh mungil yang berbahaya dan lincah, serta pintar memanfaatkan celah di antara lini belakang lawan.

Celah itulah yang harus diwaspadai Sule-Hummels karena keduanya kerapkali keteteran saat melawan penyerang lincah. Mereka kuat, tapi tidak punya pergerakan yang cepat. Alcacer yang sedang rajin-rajinnya mencetak gol bisa jadi momok lini belakang Bayern. (*/Bolaskor)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH