4.100 Kamar Hotel Berbintang di Jakarta Sudah Dibuka untuk Tampung OTG Ilustrasi: Hotel BUMN. (Foto: innagroup.co.id)

Merahputih.com - Hotel-hotel di DKI Jakarta disiapkan menampung pasien positif COVID-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). Ada 4.100 kamar yang disiapkan dan tersebar di hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta.

"Sudah ada total 4.100 kamar tersedia di DKI Jakarta dari hotel-hotel berbintang 2 dan 3," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/10).

Baca Juga

9.734 Warga Disanksi Gegara Langgar Protokol Kesehatan Saat PSBB Jakarta

Selain itu, ada ribuan tempat tidur yang disiapkan di provinsi lainnya. Namun, Wiku tidak merinci jumlahnya. "Begitu juga dengan provinsi lainnya, sudah ada ribuan tempat tidur yang disediakan untuk pasien-pasien yang memiliki, atau dikategorikan sebagai orang tanpa gejala," sambung Wiku.

Kasus kematian akibat COVID mengalami peningkatan di sejumlah provinsi yang diprioritaskan pemerintah.

Dari 10 provinsi prioritas penanganan COVID-19, kasus kematian ini meningkat di Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua, Bali, dan juga Banten.

Sedangkan kasus kematian di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan tercatat cenderung stagnan.

Wiku pun meminta ke-10 provinsi prioritas tersebut terus menekan angka kematian dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan penanganan kasus, terutama pada pasien gejala sedang dan berat.

Hotel BUMN
Ilustrasi: Hotel milik BUMN. (https://www.innagroup.co.id).

Sedangkan untuk kasus kesembuhan tercatat cenderung mengalami peningkatan di provinsi prioritas. Namun, Satgas menyoroti dua provinsi yang justru mengalami penurunan angka kasus sembuh, yakni Provinsi Sulawesi Selatan dan Papua.

Sulawesi Selatan tercatat mengalami penurunan kesembuhan dari 76,37 persen pada 13 September menjadi 74,06 persen pada 27 September, sedangkan Papua mengalami penurunan kesembuhan dari 76,01 persen menjadi 62,8 persen.

Selain mencatat penurunan angka kesembuhan, Provinsi Sulawesi Selatan dan Papua juga mengalami peningkatan persentase kasus aktif. Di Sulawesi Selatan, kasus aktif covid sempat mengalami peningkatan pada 20 September dari 20,77 persen menjadi 23,9 persen.

Baca Juga

Sekda DKI Saefullah Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Sedangkan Papua mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni dari 22,7 persen pada 13 September, menjadi 35,7 persen pada 27 September.

“Hal ini perlu menjadi perhatian untuk pemerintah daerah di Sulawesi Selatan dan Papua untuk terus menekan penularan sehingga dapat menurunkan jumlah kasus aktifnya,” ujar Wiku. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH