39 Ribu Kepala Keluarga di Kabupaten Sleman Terima Bansos Tunai Penyerahan BST pada perwakilan warga Kabupate Sleman. (Foto: MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Sebanyak 39 ribu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sleman telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemda DIY. BST ini diberikan melalui Pemerintah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, besaran BST Provinsi DIY adalah Rp400.000 per KK selama 3 bulan berturut-turut.

Baca Juga:

Wagub Sarankan Warga DKI Tetap Jalankan Budaya Kirim Makanan saat Lebaran

"Penyerahan bantuan ini (BST) dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena imbas dengan adanya wabah COVID-19." kata Sri Purnomo dalam keterangan pers di Yogyakarta Kamis (21/05).

Selain BST Pemda DIY, masyarakat juga mendapatkan bantuan BST dari Kementerian Sosial dengan nominal sebesar Rp200.000. Jika ditotal, setiap KK mendapatkan Rp600.000 selama 3 bulan berturut-turut.

 Bupati Sleman Sri Purnomo menyerahkan BST pada perwakilan warga. (Foto: MP/Teresa Ika)
Bupati Sleman Sri Purnomo menyerahkan BST pada perwakilan warga. (Foto: MP/Teresa Ika)

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Eko Suhargono menuturkan bahwa BST yang saat ini diberikan menyasar kepada masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tetapi belum mendatkan bantuan dari Kemensos.

Baca Juga:

Pemkot Yogyakarta Gelar Rapid Test Massal Usai Lebaran

"BST ini diberikan bagi para penerima PKH tetapi yang mendapatkan bantuan kurang dari Rp600.000, dan juga bantuan BPNT yang hanya Rp200.000 perbulan atau juga BSP penambahan baru ini yang hanya terima Rp200.000, sehingga ditambah oleh Pemerintah DIY sebesar Rp400.000," jelasnya.

Eko mengimbau warga untuk menggunakan BST dengan bijak. masyarkaat diminta untuk berhemat dan tidak belanja berlebihan. Lantaran masa pandemi belum berakhir. (Teresa Ika)

Baca Juga:

DKI: 111.142 Jalani Rapid Test, 4.213 Reaktif Corona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS: Wajar Media Asing Nilai Menkes Gagal
Indonesia
PKS: Wajar Media Asing Nilai Menkes Gagal

Netty Prasetiyani Aher menanggapi penilaian media asing terhadap Kemenkes yang tak sigap dalam menangani pandemi COVID-19.

Jumlah Pasien Corona yang Dirawat di RS Wisma Atlet Terus Berkurang
Indonesia
Jumlah Pasien Corona yang Dirawat di RS Wisma Atlet Terus Berkurang

Tercatat ada 885 orang terdiri dari 851 pasien berstatus positif Covid-19, 22 PDP, dan 12 ODP.

Seirama dengan Jokowi, Gibran Siap Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Seirama dengan Jokowi, Gibran Siap Disuntik Vaksin COVID-19

"Jika saya diperbolehkan (disuntik vaksin corona) saya sudah siap," ujar Gibran

DPR Minta Telegram Kapolri Jangan Sampai Kebiri Hak Jurnalis
Indonesia
DPR Minta Telegram Kapolri Jangan Sampai Kebiri Hak Jurnalis

“Kalau ini berlaku untuk rekan media kan dikhawatirkan nanti ada anggapan akan mengebiri lagi kinerja daripada rekan media, karena media ini juga dilindungi oleh UU,” jelas Adies.

Polda Metro Selidiki Tiga Anggota Polisi yang Kawal Iring-iringan Moge di Serpong
Indonesia
Polda Metro Selidiki Tiga Anggota Polisi yang Kawal Iring-iringan Moge di Serpong

Iring-iringan moge itu viral di media sosial karena aksinya menerobos lampu lalu lintas.

Vaksinasi Nasional Baru 13 Persen Jumlah Penduduk
Indonesia
Vaksinasi Nasional Baru 13 Persen Jumlah Penduduk

Sebanyak 2.301.978 orang atau 5,71 persen telah divaksin COVID-19 dosis pertama dan kedua hingga Sabtu (20/3).

Mensos Juliari Ditahan 20 Hari ke Depan
Indonesia
Mensos Juliari Ditahan 20 Hari ke Depan

Tersangka JPB ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, sedangkan AW ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Tak Ada yang Kebal Hukum dalam Penyerangan Polsek Ciracas, Setiap Warga Negara Sama di Mata Hukum
Indonesia
Tak Ada yang Kebal Hukum dalam Penyerangan Polsek Ciracas, Setiap Warga Negara Sama di Mata Hukum

TNI dan Polri untuk menjadi teladan dalam kepatuhan kepada hukum

Tembak Tiga Orang Termasuk Prajurit TNI, Anggota Polisi Jadi Tersangka
Indonesia
Beda Dengan Pilkada, Seluruh Pilkades Ditunda
Indonesia
Beda Dengan Pilkada, Seluruh Pilkades Ditunda

Khusus untuk 19 kabupaten dan kota yang melaksanakan pilkades, segera berkoordinasi dengan Forkopimda,