37 Pegawai KPK Sudah Undurkan Diri Sejak Firli Bahuri Jabat Ketua Mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Febri Diansyah. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Febri Diansyah mengundurkan diri sebagai Kepala Biro Humas dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengunduran diri mantan Jubir KPK itu mengagetkan sebagian pegawai lembaga antirasuah.

Febri mengundurkan diri karena kondisi politik dan hukum bagi KPK telah berubah. Perubahan itu akibat disahkannya revisi UU Nomor 30 tahun 2002 yang kemudian disahkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 Tentang KPK pada 17 September 2019 lalu.

Namun, ternyata Febri Diansyah bukanlah pegawai pertama yang mengundurkan diri setelah berlakunya UU KPK hasil revisi.

Baca Juga

Pimpinan KPK Cari Plt Kabiro Humas Pengganti Febri Diansyah

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengungkapkan terdapat 37 pegawai KPK yang mengundurkan diri sejak Januari 2020. Artinya, sebulan setelah Firli Bahuri Cs dilantik menjadi Ketua KPK.

"Terhitung sejak Januari sampai awal September, yang saya catat 29 Pegawai Tetap dan 8 orang Pegawai Tidak Tetap," kata Nawawi saat dikonfirmasi, Jumat (25/9).

Meski demikian, pengunduran diri puluhan pegawai tersebut belum tentu terkait dengan berlakunya UU 19 Tahun 2019 yang salah satunya memuat Nomormengenai alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Febri Diansyah. ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Febri Diansyah. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Pimpinan KPK berlatarbelakang hakim ini menyebut pada umumnya para pegawai lembaga antikorupsi mengundurkan diri dengan alasan mencari tantangan baru.

"Pada umumnya alasan pengunduran dirinya mencari tantangan kerja lain ataupun alasan keluarga," ujar Nawawi.

Sebelumnya, Febri Diansyah, mengungkapkan alasan dirinya mundur sebagai Kepala Biro dan pegawai KPK. Menurutnya, kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK setelah disahkannya revisi UU Nomor 30 tahun 2002.

"Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/9).

Pernyataan tersebut dituangkan mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu, dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan kepada Sekjen KPK, Kabiro SDM dan pimpinan KPK pada 18 September 2020.

Febri memutuskan mundur setelah 11 bulan menjalani kondisi 'baru' KPK tersebut. Menurutnya, konsisi saat ini tak memberikan ruang signifikan untuk berkontribusi memberantas korupsi.

Baca Juga

MAKI Minta Ketua KPK Firli Bahuri Tak Membuat Kontroversi Lagi

"Rasanya ruang bagi saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK. Tetap memperjuangkan dan ikut advokasi pemberantasan korupsi. Karena itu saya menentukan pilihan ini. Meskipun tidak mudah, meskipun berat, saya ajukan pengunduran diri," ujarnya. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Aliran Uang Korupsi PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
Periksa Bupati Blora, KPK Dalami Aliran Uang Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Dalam pemeriksaan ini, penyidik mencecar Djoko Nugroho dan Suhardi mengenai aliran uang dalam kasus suap tersebut.

 LPSK-BNPT Teken MoU Perlindungan Bagi Para Korban Terorisme
Indonesia
LPSK-BNPT Teken MoU Perlindungan Bagi Para Korban Terorisme

“Kami berharap dengan adanya MoU ini, kerja sama kedua lembaga yang selama ini sudah berjalan dengan baik, bisa lebih ditingkatkan” ujar Hasto.

Yuyuk Andriati Ditunjuk Jadi Plh Kabiro Humas KPK
Indonesia
Yuyuk Andriati Ditunjuk Jadi Plh Kabiro Humas KPK

"Untuk sementara pelaksana harian Karo Humas KPK dirangkap Kabag Pemberitaan dan Publikasi Yuyuk Andriati Iskak," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Polisi Kembali Periksa Kekasih Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Kembali Periksa Kekasih Editor Metro TV

Yusri menilai, pemanggilan kembali Suci untuk dimintai keterangan atas kasus Yodi sebagai hal yang wajar.

 OTT KPK Terhadap Rektor UNJ Dinilai Tidak Berkelas dan Memalukan
Indonesia
OTT KPK Terhadap Rektor UNJ Dinilai Tidak Berkelas dan Memalukan

"OTT KPK ini sungguh mempertontonkan tidak profesional, OTT ini sangat tidak berkelas dan sangat memalukan. Karena KPK saat ini OTT hanya level kampus, hanya uang THR," kata Boyamin

Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka
Indonesia
Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka

Pertimbangan pembukaan kembali sekolah tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan

Tingkatkan Keamanan Pengendara, Jasa Marga Perkuat Jembatan Jagorawi
Indonesia
Tingkatkan Keamanan Pengendara, Jasa Marga Perkuat Jembatan Jagorawi

Pelaksanaan perbaikan jembatan dilakukan pada dua lokasi yaitu di Kilometer ( Km) 15+408 Lajur 4 arah Jakarta, dimulai hari Senin 19 Oktober pukul 09.00 WIB sampai dengan Sabtu (24/10) pukul 12.00 WIB.

Mahasiswa PTN Yogyakarta KKN di Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?
Indonesia
Mahasiswa PTN Yogyakarta KKN di Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?

Mahasiswa melakukan pemberdayaan masyarakat dari lokasi masing-masing.

Langsung Datangi Lokasi, Ketua DPRD Geram Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan
Indonesia
Langsung Datangi Lokasi, Ketua DPRD Geram Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan

Prasetyo bingung karena hingga kini renovasi masih terus berjalan meski sempat diminta berhenti.

PKS Legowo Riza Patria Jadi Wagub, Suhaimi: Sudah Takdirnya
Indonesia
PKS Legowo Riza Patria Jadi Wagub, Suhaimi: Sudah Takdirnya

Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta legowo atas kemenangan politisi Gerindra Ahmad Riza Patri menjadi Wagub DKI menggantikan Sandiaga Uno.