35 Coffee Shop Siap Ikut Gerakan Barista Asuh Ilustrasi: Barista. (Foto: Unsplash/Quan Le)

TECHNICAL meeting pertama program Barista Asuh dilaksanakan secara virtual, Kamis (21/5), siang. Meeting yang digelar para penggagas gerakan Barista Asuh ini diikuti sejumlah pengusaha coffee shop yang menyatakan siap bergabung dalam campaign ini.

“Hingga Rabu (20/5) malam, sudah ada 35 coffee shop yang sudah mengisi form dan menyatakan tertarik mengikuti gerakan Barista Asuh,” ujar Yudistira Bawono salah satu penggagas gerakan ini dalam meeting tersebut.

Baca juga:

“The New Normal” Industri Kopi di Tengah Pandemi COVID-19 Menurut Mikael Jasin

Barista Asuh merupakan gerakan yang digalang pelaku industri kopi dalam menyikapi situasi pandemi COVID-19. Dimana industri kopi Tanah Air juga terdampak akibat persebaran virus dari Wuhan, Tiongkok ini.

Sejumlah coffee shop tutup. Mereka tak mampu bertahan. Para baristanya pun dirumahkan.

Data yang diperoleh Barista Guild of Indonesia (BGI), sampai saat ini ada 680 barista melapor jadi korban PHK.

Rinciannya, barista korban PHK terbanyak berada di Jakarta. Yakni 295 baritsa. Disusul Jabar 148, Banten 68, Jatim 65 dan Jateng 30. Yang lain tersebar di berbagai wilayah.

Nah, gerakan ini mengajak para pengusaha coffee shop yang masih bertahan di tengah pandemi untuk “mengasuh” barista korban PHK. “Mengasuh” dalam arti memberi satu shif dalam seminggu untuk barista-barista itu.

35 Coffee Shop Siap Ikut Gerakan Barista Asuh
Gerakan Barista Asuh (Foto: merahputih.com)

Sebenarnya tujuan utamanya bukan untuk merekrut atau mempekerjakan para barista korban PHK. Tapi, lebih pada bentuk support dan menumbuhkan semangat barista-barista tersebut. Di samping itu mereka juga bisa terus mengasah keterampilannya.

Dengan hanya memberi satu shift, coffee shop itu telah ikut menguatkan industri kopi di tengah pandemi.

“Ya syukur-syukur gerakan ini ke depannya bisa membuka peluang bisnis untuk barista dan coffee shop,” lanjut Yudistira.

Barista Asuh jadi satu bukti bahwa industri kopi tak menyerah di tengah pandemi. Mereka tak mau meminta-minta atau sekadar berkeluh kesah-kesah. Tidak cengeng!

Kondisi sulit justru membuat mereka lebih solid. Lebih kuat. Lebih kreatif.

Dalam meeting itu, Yudis menerangkan lebih rinci soal mekanisme Barista Asuh.

Baca juga:

Barista Asuh, Bukti Industri Kopi Indonesia tak Pernah Cengeng dan Mengeluh

Awalnya, bagi coffee shop yang ingin ikut gerakan ini bisa mendaftar langsung melaui tautan https://form.jotform.com/201390771761051 atau via DM akun @mas_fotokopi maupun @newsmerahputih.

Nantinya, coffee shop yang sudah mendaftar akan dikelompokkan berdasarkan wilayah. Data barista korban PHK yang dimiliki BGI juga dikelompokkan berdasar wilayah.

Setelah data-data itu diolah, tim program Barista Asuh akan mengirimkan e-form “lamaran” ke para barista. Dimana di e-form tersebut juga dicantumkan daftar coffee shop yang ada di wilayahnya.

Nah, di e-form itu, lanjut Yudis, barista diminta mengisi data-data diri. Sekaligus spesifikasi keahliannya.

E-form lamaran nantinya diserahkan ke coffee shop terkait. Coffee shop lantas memilih barista yang dianggap cocok, lalu memverifikasi data barista tersebut. Jika coffee shop merasa cocok, maka si barista bisa diasuh.

“Mekanisme soal shift, sistem bagi hasil dan lainnya bisa dimodifikasi masing-masing coffee shop sesuai kebutuhan,” kata dia.

Pemilik akun @mas_fotokopi, salah satu penggagas gerakan ini mengapresiasi para pengusaha coffee shop yang berpartisipasi dalam gerakan Barista Asuh.

35 Coffee Shop Siap Ikut Gerakan Barista Asuh
Barista menyajikan kopi untuk diuji coba (Foto: side.id/Andhika Hutama Putra)

Sejatinya dia paham bahwa coffee shop yang masih bertahan juga memiliki masalah tersendiri. Namun, dengan ikut gerakan Barista Asuh, mereka turut menguatkan industri kopi ini.

“Ini bukti kita masih semangat, tidak menyerah. Tanpa bantuan dari pemerintah, kita sendiri yang bergotong-royong agar industri ini tetap kuat,” kata @mas_fotokopi.

Di akhir meeting, beberapa coffee shop menyatakan siap menjadi pengasuh barista tak lama setelah Hari Raya Idul Fitri. Bahkan A Tale of Two Coffee Beans, coffee shop yang terletak di Gading Serpong, Tangerang mengaku siap menjalankan gerakan ini sebelum Lebaran.

Gerakan ini masih terbuka lebar bagi coffee shop lain yang tertarik dan belum mendaftar. “Nanti akan meeting-meeting selanjutnya,” ujar @mas_fotokopi. (*)

Baca juga:

Aang Sunadji, Beangasm.id, dan Growth Mindset di Tengah Pandemi

Kredit : thomaskukuh


Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH