31 Perusahaan Tutup Akibat Corona, Golkar Sebut Pemprov DKI Gagal Antisipasi Ilustrasi pekerja kantoran di Jakarta. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco mengkritik kinerja Pemprov DKI Jakarta yang lemah dalam pengawasan, hingga ada sebanyak 31 perkantoran ditutup akibat kasus corona.

Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) pun diminta Baco untuk mengevaluasi pengawasan di perusahaan agar tidak ada lagi klaster kasus COVID-19.

Baca Juga

Update COVID-19 Kamis (6/8): Pasien Positif Bertambah 1.882 Orang

"Pemprov DKI Jakarta harus mengakui dan mengevaluasi bahwa dengan adanya 31 klaster perkantoran, ini bentuk kegagalan mengantisipasi," papar Baco saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).

Sejak awal, Baco ingatkan, Pemda DKI harus kerja keras lakukan pengawasan ketat di sektor perkantoran ketika dibuka kembali di tengah PSBB. Sebab kata dia, jika Pemprov DKI lalai dalam pengawasan pasti ada kasus baru corona di sektor kantor.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golkar, Basri Baco
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golkar, Basri Baco

Menurutnya, terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusua Ibukota Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 berjalan percuma bila tak ada pengawalan dari pemerintah DKI.

Adapun Pergub nomor 51 tahun 2020 itu tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produkti

"Tidak hanya buat Pergub dan membagikan aturannya, tapi kalau tidak ada kontrol di gedung-gedung itu terkait pelaksanaan protokol kesehatannya ini akan jadi bencana," tuturnya.

Baca Juga

Doni Monardo Ingatkan Artis tidak Asal Klaim Obat COVID-19

Disnakertrans DKI Jakarta mencatat ada sebanyak 31 perusahaan yang ditutup sementara akibat virus corona.

Berikut 24 perkantoran yang ditutup sementara karena kasus COVID-19:

A. Jakarta Pusat
1. PT. Indosat
2. Wisma BSG Adbul Muis (Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut)
3. Kimia Farma Budi Utomo
4. BRI KCU Tanah Abang
5. PT. Link TONE Indonesia (Gedung I News/ Okezone)
6. PT. Meindo Elang Indah
7. Pusat Pengelolaan Komplek Kematoran (PPKK) Kementerian Seketariat Negara
8. PT. Pegadaian

B. Jakarta Barat
1. Kantin Wali Kota Jakarta Barat
2. PTSP Jakarta Barat

C. Jakarta Utara
1. BCA Multi Finance Kepala Gading
2. Kecamatan Koja
3. PT. Dunia Expedisi Transindo
4. PT. Astra Daihatsu Motor

D. Jakarta Timur
1. PT. Yamaha
2. PT. Puninar
3. TIP TOP Rawamangun
4. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motor
5. PT. PP Konstruksi
6. BPKP
7. Suzuki Finance

E. Jakarta Selatan
1. BNI Life Smesco
2. PT. BCA SCBD
3. KEB Hana Bank

Adapun ada 7 perusahaan yang ditutup akibat tidak menjalankan protokol kesehatan COVID-19:

A. Jakarta Pusat
1. Proyek Graha Pertamina

B. Jakarta Barat
1. PT. FAP AGRI

C. Jakarta Timur
1. PT. Wintard Jaya

D. Jakarta Selatan
1. PT. Daeyong Comunication Indonesia
2. PT. Telematic Multisystem
3. PT. Kronus Indonesia
4. PT. Asiapay Technology Indonesia. (Asp)

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH