305 Pedagang Positif, IKAPPI DKI Kritik Pasar Jaya Ilustrasi - Pedagang plastik Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan. (19/7/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI mencatat ada 305 kasus positif COVID-19 di 46 pasar yang tersebar di Jakarta. Kemudian sudah 45 pasar yang ditutup sementara akibat kasus corona.

"Secara nasional, DKI merupakan provinsi tertinggi (pedagang pasar yang terkena corona) dalam kurun waktu 1 bulan terakhir," Ketua DPW IKAPPI DKI Miftahudin di Jakarta, Senin (20/7).

Baca Juga:

IKAPPI: 1.172 Kasus Positif, 142 Pasar Ditutup

Miftahudin mengatakan, banyaknya pedagang yang terpapar corona menjadi tantangan IKAPPI DKI Jakarta untuk memperkuat pengawasan di pasar tradisional. Termasuk memperkuat konsolidasi organisasi dan pendampingan terhadap pedagang.

"Pemberdayaan dan edukasi terhadap pedagang akan kami lakukan bersama dengan pedagang atau anggota kami di seluruh pasar di Jakarta," paparnya.

Pedagang sayur melayani pembeli yang berbelanja menggunakan kantong belanja ramah lingkungan di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Pedagang sayur melayani pembeli yang berbelanja menggunakan kantong belanja ramah lingkungan di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

"Kami akan konsolidasi pada minggu ini. Kami akan membagikan tugas bagi masing-masing ketua unit pasar di seluruh pasar di DKI," sambungnya.

Desakan DPP IKAPPI terhadap IKAPPI DKI merupakan cambuk untuk memperkuat perlindungan terhadap pedagang di Jakarta.

"Langkah yang akan kami lakukan adalah terus melakukan edukasi di semua pasar bersama-sama dengan anggota kami di masing-masing blok, masing-masing paguyuban pasar di Jakarta," ungkapnya.

Baca Juga:

Marinir Hingga Paskhas Diperbantukan Tegakkan Protokol Kesehatan di Kawasan Padat Penduduk dan Pasar

Miftahudin mengatakan, IKAPPI menyayangkan PD Pasar Jaya kurang begitu aktif dalam menjalankan edukasi terhadap bahaya COVID-19.

"Kita tahu bahwa disinformasi di level paling bawah khususnya pedagang pasar, merupakan hambatan tersendiri bagi kita untuk melakukan sosialiasi. Ini yang kami analisa sebagai pola untuk penyebaran COVID-19 di pasar tradisional di DKI," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Warga Dilarang Masuk ke Pasar Jika Bersuhu Tubuh di Atas 37 Derajat

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH