3 Orang Meninggal Ditembak di Cafe, PSBB Jakarta Lemah Penindakan TKP penembakan oleh polisi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta dinilai masih lemah, menyusul terjadinya penembakan oleh polisi di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya Teguh P Nugroho menilai, meski Jakarta juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun hanya bersifat koordinasi antar daerah.

Baca Juga:

Putra-Putri Korban Penembakan Bripka CS Bakal Diberikan Beasiswa

"Aturan terkait pencegahan dan pengawasan COVID-19 di Jakarta tetap merujuk pada PSBB. Aturan pengawasan merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2020 dan turunannya," kata Teguh.

Ia menegaskan, dengan status Perda yang diterapkan Pemprov DKI, maka Satpol PP bisa melibatkan Kepolisian, baik Bhabinkamtibmas maupun perbantuan intelkam dari Polsek terdekat untuk melakukan deteksi dan penegakan.

"Terkait penembakan di Cengkareng, kalau proses hukumnya, serahkan ke pihak kepolisian," katanya.

Tersangka penembakan warga dan anggota TNI. (Foto: Antara)
Tersangka penembakan warga dan anggota TNI. (Foto: Antara)

Sebelumnya terjadi penembakan oleh Bripka CS pada Kamis (25/2) dini hari di Kafe Raja Murah (RM) Cengkareng. Dalam peristiwa tersebut tiga orang meninggal dunia, salah satunya anggota TNI dan satu orang terluka.

Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat telah menutup permanen Kafe Raja Murah (RM) atas pelanggaran berulang operasional dan protokol kesehatan selama PSBB. (Asp)

Baca Juga:

Penembakan Berujung Tewasnya Anggota TNI, Kapolri Langsung Keluarkan Instruksi Khusus

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pertamina Masih Cari Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Balongan
Indonesia
Pertamina Masih Cari Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Balongan

"Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, namun pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir

Prihatin Kondisi Pandemi di Bali, BPR Lestari Salurkan Bantuan COVID-19
Indonesia
Prihatin Kondisi Pandemi di Bali, BPR Lestari Salurkan Bantuan COVID-19

“Ini inisiatifnya Lestarian semua. Mereka yang terus berjuang di tengah pandemi. Salut. Mereka semua hebat," kata Founder Lestari Group, Alex P. Chandra

Normalisasi Waduk Kesatrian Baru 80 Persen, Akhir Tahun Harusnya Selesai
Indonesia
Normalisasi Waduk Kesatrian Baru 80 Persen, Akhir Tahun Harusnya Selesai

Pengerjaan normalisasi Waduk Kesatriaan di Cilincing, Jakarta Utara, hampir rampung. Saat ini progresnya sudah mencapai 80 persen

Polisi Yakin Penyekatan Bakal Kurangi Pemudik
Indonesia
Polisi Yakin Penyekatan Bakal Kurangi Pemudik

Kemenhub bersama Korlantas Polri sudah menggelar rapat koordinasi membahas larangan mudik. Nantinya Korlantas akan mendirikan 333 titik penyekatan

KAI Commuter Tambah 12 Perjalanan KRL Jabodetabek
Indonesia
KAI Commuter Tambah 12 Perjalanan KRL Jabodetabek

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menambah 12 perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) pada Kamis (22/7).

Dewas KPK Nyatakan Firli Cs Tidak Cukup Bukti Langgar Etik dalam Polemik TWK
Indonesia
Dewas KPK Nyatakan Firli Cs Tidak Cukup Bukti Langgar Etik dalam Polemik TWK

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan, Firli Bahuri Cs tidak cukup bukti melanggar etik terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Cegah Klaster Natal, Umat Kristiani Diimbau Beribadah di Rumah
Indonesia
Cegah Klaster Natal, Umat Kristiani Diimbau Beribadah di Rumah

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengimbau umat Kristiani merayakan ibadah Natal 2020 di rumah.

Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Tak Perlu Repot Urus Akta Kematian
Indonesia
Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Tak Perlu Repot Urus Akta Kematian

Kemendagri sudah mengambil alih urusan tersebut demi memudahkan keluarga

Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet
Indonesia
Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet

Oknum nakes tersebut tetap harus melakukan isolasi di RSD Wisma Atlet

Eks Anak Buah Anies Bangun Proyek DP 0 Persen di Tanah yang Tak Penuhi Syarat
Indonesia
Eks Anak Buah Anies Bangun Proyek DP 0 Persen di Tanah yang Tak Penuhi Syarat

Lahan tanah Munjul yang dibeli PPSJ dari PT Adonara Propertindo tersebut berada dalam zona hijau rekreasi