3 Malware Berbahaya Bagi Komputermu Windows 7 (Foto: Ist)

PADA 14 Januari 2019, Microsoft sebagai pencipta Windows akan menghentikan pembaruan dan dukungan terhadap sistem operasi Windows 7. Akibatnya, Windows 7 berpotensi tinggi terkena ancaman berbahaya seperti malicious software (Malware) sehingga tidak disarankan untuk pengguna Windows.

Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak atau melakukan tindakan yang tidak baik pada sistem komputer ataupun gadget. Ransomeware pun termasuk jenis malware.Penting, Ayo Jaga Anak dari Penjahat Siber


1. Smominru

Smominru, malware tercepat dalam menyebarkan virus komputer (Foto: Pixabay/Kalhh).
Smominru, malware tercepat dalam menyebarkan virus komputer (Foto: Pixabay/Kalhh).

Mengutip Guardicore Labs, malware jenis ini merupakan virus komputer yang paling cepat menyebar. Sebanyak 90.000 mesin di seluruh dunia dengan tingkat infeksi mencapai 4.700 komputer per hari terkena malware Guardicore selama Agustus 2019.

Sistem Windows merupakan target dari pelaku, Windows Server 2008 dan Windows 7 yang sering terinfeksi malware ini yaitu sebesar 85%. Sisanya terjadi pada Windows Server 2003, Windows Server 2012, dan Windows XP.

Cara malware ini bekerja adalah pertama, dengan diam-diam menggunakan komputer untuk menambang cryptocurrency (yaitu, Monero) dengan biaya yang ditanggung oleh korban. Kedua, malware ini akan mengunduh satu komponen dari suatu sistem untuk memata-matai, ekstraksi data tidak dikenal, dan pencurian data.


2. Wannacry

Wannacry, malware yang dapat mengunci data (Foto: Pixabay/Vishnu_Kv).
Wannacry, malware yang dapat mengunci data (Foto: Pixabay/Vishnu_Kv).

Pada Mei 2017, malware ini menghebohkan dunia karena telah menyerang sekitar 200.000 komputer berbasis Windows. Serangan yang dilakukan adalah mengambil alih data-data pada komputer dan menguncinya sehingga tidak dapat dibuka atau digunakan, kecuali memberi uang tebusan kepada pihak di baliknya sebesar 4 hingga 8 juta rupiah dalam bentuk bitcoin.

Baca juga:

Instagram Hadirkan Tiga Efek Boomerang Baru, Ini Cara Mencobanya


3. NotPetya/ExPert

NotPetya, malware yang menghasilkan kerugian terbesar di dunia (Foto: Pixabay//Mohamed_Hassan).
NotPetya, malware yang menghasilkan kerugian terbesar di dunia (Foto: Pixabay//Mohamed_Hassan).


Wannacry terkenal sebagai malware paling berbahaya hingga membuat Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membuat konferensi pers. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa bukan wannacry yang paling berbahaya melainkan NotPetya dikenal juga dengan ExPert. NotPetya secara teknis menghapus data, tetapi tidak mengubah dasarnya.

EternalBlue dan EternalRomance merupakan operasi utama untuk mengeksploitasi, worm yang menyebar pada Web, setelah itu segala jalur yang dilalui oleh worm tersebut dijadikan sebuah kode. NotPetya memang lebih sedikit menginfeksi mesin atau komputer dibanding wannacry, tetapi malware ini lebih merugikan karena worm dapat mereplikasi diri lalu menyebar, dan targetnya adalah sektor bisnis.

Akibat kemampuan yang dapat menyebar dan menargetkan sektor bisnis, malware ini menjadi serangan siber termahal di dunia dalam sejarah yaitu sekitar 10 miliar dolar. Sedangkan wannacry menghasilkan kerugian pada kisaran 4 hingga 8 miliar dolar.

Untuk menghindari ketiga malware ganas tersebut, Microsoft menghimbau kepada pengguna OS Windows 7 untuk beralih menggunakan OS Windows 10 atau di atas OS Windows 7 supaya mendapatkan pembaruan software dan keamanan yang tinggi sehingga komputer berpotensi aman dari serangan malware.

Baca juga:

5 Barang Unik di Situs Belanja Daring, Ternyata Cukup Fungsional


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH