3 Kisah Manis di Kereta Api, Nomor 2 Bikin Jomlo 'Envy' Banyak kisah manis terjadi di dalam kereta (Foto: Istimewa)

KERETA api di Indonesia punya cerita. Bukan sekadar jadi moda transportasi. Naik, duduk manis, lalu tiba di stasiun tujuan. Rupanya, banyak penumpang kereta api yang mengalami kisah manis ketika menaiki moda transportasi yang melaju di atas rel itu. Bahkan ada penumpang yang bertemu jodohnya di kereta api.

Dalam rangka memperingati ulang tahun KAI yang ke-74 pada 28 September 2019. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan campaign #KAIPunyaCerita. Dengan adanya campaign ini KAI mengajak masyarakat untuk membagikan kisah mereka yang terjadi di kereta api.

Baca juga:

Merasakan Sensasi Perjalanan Kereta Hogwarts Express Asli ala Harry Potter

KAI yakin selama 74 tahun ada banyak cerita yang tercipta. Berikut adalah beberapa cerita manis penumpang kereta menurut rilis yang diterima merahputih.com dari PT KAI Indonesia.

1. Teman baru dan peluang baru

Seorang penumpang kereta mendapatkan pengalaman baru dengan bertemu penumpang lain (Foto: Pexels/mentatdgt)

Seorang pria bernama Renaldi sedikit bosan saat menempuh perjalanan menggunakan kereta api. Tapi, dia tidak memilih tidur. Melainkan mencoba mencari peluang baru dengan berbincang kepada sesama penumpang, perempuan Jerman bernama Merry. Eits, jangan langsung berpikir mereka berdua saling jatuh cinta.

Renaldi tidak terlalu fasih berbahasa Inggris. Ia tapi tak segan berbicara bahasa Inggris dengan Merry seadanya. Merry merupakan perempuan yang periang. Dia senang membagikan pengalamannya berlibur ke Indonesia. Renaldi jadi mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya. Perbincangan mereka berdua pun terjadi sangat menyenangkan. Hingga pada akhirnya mereka saling bertukar nomor telepon.

Pertemuan mereka berdua tidak berakhir di hari itu. Merry sering berkunjung ke Indonesia. Ya, setiap berkunjung ke Indonesia. Merry selalu menghubungi Renaldi. Renaldi seperti menjadi pemandu pribadi Merry. Tak hanya mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Renaldi juga sering berbicara bahasa Jerman dengan Merry.

2. Berawal Dari kereta berakhir di pelaminan

Dari kereta berakhir di plaminan (Foto: Pexels/Pixabay)

Ketemu jodoh di kereta api tidak hanya terjadi di film-film. Di dunia nyata ada juga lho penumpang kereta yang bertemu cinta sejatinya di gerbong kereta. Hal ini dirasakan oleh Sutrisno dan Mur. Sepasang suami istri ini sudah menjalankan bahtera rumah tangga selama 20 tahun. Pertemuan mereka berawal di kereta api Gaya Baru malam tujuan akhir Gubeng, Surabaya.

Baca juga:

Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api di Jawa

Kala itu mereka berdua duduk bersebelahan. Awalnya Sutrisno malu-malu. Tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pembicaraan dengan Mur. Pembicaraan mereka pun cair. Mereka jadi teman mengobrol yang asyik selama perjalanan. Sutrisno dan Mur menanggapi semua pembicaraan Sutrisno.

Tak terasa, saking asyiknya mengobrol, kereta sudah sampai tujuan. Tidak mau kisah mereka berdua berakhir. Sutrisno meminta kontak Mur. Akhirnya, selang dua tahun kemudian. Kisah pertemuan mereka berdua di kereta berakhir di plaminan. Kamu yang anker (anak kereta) tapi jomlo. Boleh coba nih cari jodoh di dalam kereta.

3. Pejuang PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad)

Pejuang PJKA termasuk pasangan LDR (Foto: Pexels/Fabrizio Verrecchia)

PJKA, golongan ini populer di antara pengguna kereta api. Terutama untuk mereka, para tulang punggung keluarga yang bekerja di ibukota jauh dari keluarga. Mengobati rindu namun tidak bisa sering cuti atau izin, menjadi PJKA ialah solusi yang dipilih. PJKA banyak bisa ditemui dari keberangkatan Stasiun Pasar Senen, karena di sini kereta ekonomi dengan harga terjangkau berada.

Untuk pulang setiap minggu tentu moda transportasi paling ekonomis yang harus dipilih. Pejuang PJKA antara lain bapak-bapak kangen anak dan istri, anak yang kangen ibu-bapaknya, bahkan pejuang LDR. Untuk pasangan LDR jangan ditanya pahitnya, risiko jarang bertemu ialah kandasnya hubungan. Ini yang tidak ingin mereka pertaruhkan dan PJKA ialah jalan keluar. Salah satunya Alan, 5 tahun menjalin kasih dengan pacarnya yang berada 400-an Km jarak dari dirinya. Pacarnya tinggal di Semarang.

Nah, kira-kira sahabat Merah Putih punya kisah apa saat naik kereta api nih? (ikh)

Baca juga:

Arti dan Istilah Dalam Perkeretaapian Indonesia yang Harus Kamu Ketahui

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH