3 Film Horor HIM Damsyik bersama Suzanna Aktor kawakan Indonesia, HIM Damsyik. (Istimewa)

SIAPA yang tak kenal Incik Muhammad Damsyik atau yang lebih akrab disebut HIM Damsyik. Lelaki yang lahir di Teluk Betung, Lampung, 14 Maret 1929 itu merupakan aktor senior Indonesia sekaligus penari kenamaan.

Nama HIM Damsyik mulai terkenal sebagai guru dansa untuk tarian jenis ball room dan Amerika Latin pada tahun 1950-an. Namun, pada akhir 1950-an namanya pun meredup.

Akibatnya, Damsyik mulai mencoba fokus pada filmografi. Aktor kawakan yang meninggal pada 3 Februari 2012, di Depok itu, tercatat telah membintangi puluhan film sejak 1959 sampai 2011.

Sederet artis besar Indonesia kerap kali bermain bersama HIM Damsyik dalam satu layar, seperti Suzanna dengan film-film horor yang masih dapat kita nikmati hingga saat ini.

Dari sekian banyak film horor HIM Damsyik, Merahputih.com coba merangkum 3 film bersama Suzanna yang bakal membuat bulu kuduk kita merinding.

Apa saja film tersebut? Berikut ulasannya:

1. Sundel Bolong (1981)

Cover VCD film Sundel Bolong. (Istimewa)

Film horor yang disutradarai Sisworo Gautama Putra itu merupakan film pertama yang diangkat berdasarkan legenda rakyat, sundel bolong.

Meski termasuk film dewasa, tapi ada juga beberapa adegan dari film tersebut yang membuat jantung kita berdebaran.

Adapun artis-artis yang bermain dalam film tersebut di antaranya ialah Suzanna, Barry Prima, Rudy Salam, HIM Damsyik, Ruth Pelupessy, Marlia Hardi.

2. Santet (1988)

Cover VCD film Santet (1988). (Istimewa)

Santet merupakan salah satu film horor yang dirilis pada tahun 1988 dengan disutradarai oleh Naryono Prayitno. Selain Suzanna dan HIM Damsyik, dalam film tersebut juga melibatkan sederet artis kenamaan seperti Jagat Karana, Bokir, Dorman, Novie Chandra, Joice Erna, dan Jeffry Waworuntu.

Film tersebut mengisahkan seorang Bisman (Jagat Karana) yang membunuh istrinya untuk mendapatkan Katemi (Suzanna). Selain membunuh istrinya, Bisman juga menghasut penduduk bahwa yang membunuh istrinya adalah Sarma (Novie Chandra), suami Katemi.

Akibatnya, Sarma pun dibunuh oleh warga. Sementara, Katemi yang hendak melarikan diri justru terperosok dalam gua yang dihuni Nyi Angker (Joice Erna).

Katemi lalu jadi murid Nyi Angker. Bisman kemudian merebut kedudukan kepala desa. Setelah menjadi kepala desa, Bisman memerintahkan warga mencari Katemi. Anak kepala desa lama, Achmad (Jeffry Waworuntu), yang baru pulang dari berguru di pesantren, ikut mencari.

Tak ayal, Katemi pun ditemukan dan diserahkan kepada Bisman. Pada saat ditangkap, Katemi yang telah berguru kepada Nyi Angker berniat balas dendam terhadap warga dan Bisman.

Katemi pun menggunakan ilmu santet yang telah dipelajarinya. Lalu, Achmad mencoba menyadarkan Katemi untuk meninggalkan ilmu yang sesat itu.

Katemi tergugah. Ia kemudian meninggalkan ilmu santetnya. Namun, Nyi Angker tak rela. Ia lalu bertarung dengan Achmad. Nyi Angker berhasil ditaklukkan Achmad dengan ilmu pesantren.

3. Ratu Buaya Putih (1988)

Cover VCD film Ratu Buaya Putih (1988). (Istimewa)

Film tersebut merupakan garapan Naryono Prayitno yang berhasil dirilis pada tahun 1988 dengan dibintangi oleh di antaranya Suzanna, Soendjoto Adibroto, HIM Damsyik, Dorman, Jeffry Waworuntu, Bokir, dan Vera Magdalena.

Adapun film tersebut mengisahkan seorang Sumarna (Soendjoto Adibroto) merupakan pawang buaya andal, yang mampu menundukkan buaya seganas apa pun.

Meski mempunyai azimat sakti, namun Sumarna terkena kutukan. Sehingga, pada 20 tahun kemudian dua anaknya meninggal. Anak yang pertama meninggal di kolam buaya dan yang kedua meninggal tertabrak motornya sendiri.

Sepeninggal 2 anaknya itu, Sumarna masih mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Murti (Vera Magdalena), yang juga dibayang-bayangi maut.

Kemudian, Sumarna menceritakan itu semua ke Larsih (Suzanna), yang tak bukan adalah Ratu Buaya Putih, yang dirasuki oleh arwah rekan seperguruan Sumarna yang telah dibunuhnya.

Arkian, rahasia Ratu Buaya Putih berhasil diungkap oleh Parlan, tokoh alim desa itu, yang juga adik suami-istri yang dibunuh Sumarna. Buaya Putih kemudian bisa dikalahkan. (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH