3 Alasan Manchester United Harus Segera Cari Pengganti Solskjaer Ole Gunnar Solskjaer. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Permainan Manchester United di awal musim 2021-2022 terbilang inkonsisten. Sempat tampil baik di pertandingan pertama kontra Leeds, performa Bruno Fernandes dan kawan-kawan malah merosot drastis.

Hasil minor yang diraih dalam beberapa pertandingan membuat posisi Ole Gunnar Solskjaer goyah. Hasil imbang 1-1 saat melawan Everton di Old Trafford. Kering gol dan inkonsistensi itu tidak sesuai ekspektasi setelah belanja besar-besaran pemain klub musim panas ini.

Baca Juga

Jadwal Mengerikan Manchester United dalam 10 Pertandingan ke Depan

Kendati demikian, Solskjaer tak bergeming dan menilai direksi masih mendukungnya (terkait isu pemecatan). “Itu pertanyaan yang sama yang ditanyakan setelah Rabu malam (dukungan direksi). Saya sangat yakin bahwa kami akan mendapatkan yang terbaik dari skuad ini," yakin Solskjaer dikutip dari Athletico.

Ole Gunnar Solskjaer

“Banyak yang telah terjadi bulan ini dan kami memiliki Raphael (Varane) dan Jadon (Sancho) bersama kami sejak Agustus, dan Cristiano (Ronaldo) sejak September.”

“Kami memiliki banyak hal untuk dikerjakan dan kami perlu meningkatkan, kami tahu itu dan saya tahu itu. Tapi saya percaya pada kelompok pemain ini dan staf pelatih yang saya miliki. Jadi, jawaban singkatnya adalah ya (Solskjaer bertahan latih United)."

“Saya percaya pada para pemain ini, saya percaya pada staf pelatih dan saya yakin kami memiliki sesuatu yang berjalan," yakin dia.

Solskjaer boleh saja berkata demikian, tapi hasil-hasil dan performa United tetap akan jadi penilaian tim yang sudah lama tak meraih trofi. Ada sejumlah faktor yang menjadi alasan klub harus mulai mencari penggantinya, dirangkum dari berbagai sumber berikut faktor-faktor tersebut:

1. Permainan dan Repetisi

Mike Parrott, penulis di Manchester Evening News menilai Solskjaer belum mencapai level Pep Guardiola, Jurgen Klopp, atau bahkan Thomas Tuchel dari cara tim bermain. Menilik data permainan United mudah dibaca, monoton, dan tidak sistematis (cenderung mengandalkan kualitas individu).

"Manajer-manajer seperti Jurgen Klopp, Pep Guardiola dan bahkan Thomas Tuchel telah berkhotbah dan menerapkan sistem mereka sambil merekrut pemain yang sempurna agar sesuai dengan cetakan (filosofi) mereka masing-masing," tutur Parrott.

"Data menunjukkan bahwa lebih banyak pelatih bisa, setidaknya secara teori, mengarah pada penciptaan peluang yang lebih baik dan melakukan tembakan efisien yang lebih tinggi, daripada banyak tembakan jarak jauh."

"Di sinilah tampaknya kekurangan Solskjaer sebagai manajer di level atas. Manajer United tidak pernah mengembangkan sistem ofensif yang rumit dan telah kembali ke dasar agar tidak terlalu memperumit timnya, pada saat dia masih perlu membuktikan bahwa dia dapat mengeluarkan yang terbaik dari kelompok pemainnya."

Permainan itu berulang dan terkadang berhasil, terkadang tidak. United punya total 54 tendangan melawan Villa dan juga West Ham (di Piala Liga), 10 tepat sasaran tapi pada akhirnya tak ada satu pun gol yang tercipta.

Uniknya, tidak ada alternatif bermain di kala permainan itu tak berjalan dan Solskjaer kukuh dengan taktik 4-2-3-1 andalannya. Itu dapat menyulitkan perjalanan United sepanjang musim dengan lawan-lawan yang berbeda.

2. Parodi McFred

Scott McTominay
Scott McTominay

Solskjaer berulang kali menegaskan akan memberi kans bermain pemain lain dalam kebijakan rotasi pemain tim. Hal tersebut dilakukan Solskjaer, tetapi tidak semua pemain mendapatkan perlakuan yang sama.

Satu pemain yang saat ini baru tampil sebanyak tiga kali adalah Donny van de Beek. Solskjaer menjanjikannya waktu bermain dan sudah dibicarakannya sejak musim lalu, tapi Van de Beek tak banyak bermain sesuai janji.

Alih-alih memberinya waktu bermain dan membiarkan Van de Beek beradaptasi, Solskjaer terus memainkan Fred dan Scott McTominay di lini tengah dalam taktik yang sama: 4-2-3-1.

Sesekali Solskjaer merotasinya dengan Nemanja Matic atau Paul Pogba tapi tidak dengan Van de Beek. Ini dinilai jadi kekurangan Solskjaer yang terpaku pada taktik 4-2-3-1 dan tidak mencoba formasi lain.

Logika sederhananya adalah: jika tak memberi banyak kans bermain untuk Van de Beek, bagaimana ia bisa memperlihatkan kualitas yang pernah diperlihatkannya di Ajax Amsterdam?

"Dia (Van de Beek) bersama F (Frengkie) De Jong dan (Matthijs) De Ligt memimpin Liga Champions. Menurut pendapat saya, Man United membelinya tanpa tahu bagaimana menggunakannya. Pencari bakat dan manajemen yang malas hanya berpikir 'Dia bagus, ayo beli dia'," tutur eks gelandang Liverpool Don Hutchison.

3. Tanpa Trofi

Musim ini masih berjalan tapi dapat juga menjadi musim penghakiman untuk Ole Gunnar Solskjaer. Legenda United sudah melatih klub sejak Desember 2018 dan sampai saat ini belum memenangi trofi.

Perjalanan Man United di beberapa turnamen tidak buruk seperti ke semifinal Piala Liga atau final Liga Europa, tapi pada akhirnya belum ada trofi yang dimenangi. Menyimpulkan dari dua faktor di atas dan faktor di poin ini, wajar jika United mulai harus mencari pengganti Solskjaer. (Bolaskor)

Baca Juga

Man United 1-1 Everton: Old Trafford Jadi Lumbung Poin untuk Tim Tamu

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadapi Piala Menpora, Bhayangkara Solo FC Bidik 6 Pemain Berkualitas
Olahraga
Hadapi Piala Menpora, Bhayangkara Solo FC Bidik 6 Pemain Berkualitas

Manajemen Bhayangkara Solo FC sangat serius dalam menghadapi turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan merekrut pemain berkualitas.

Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Spanyol
Olahraga
Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Spanyol

"Untuk lawan uji coba sendiri, kami sedang proses finalisasi. Beberapa klub dan negara sekitaran Spanyol atau Kota Salou akan menjadi lawan uji tanding Timnas Indonesia U-19," ujarnya.

Dihuni Pemain Bintang, Bhayangkara Solo FC Optimistis Juara Liga Piala Menpora 2021
Olahraga
Dihuni Pemain Bintang, Bhayangkara Solo FC Optimistis Juara Liga Piala Menpora 2021

Bhayangkara Solo FC sebagai salah satu peserta Piala Menpora optimistis mampu menjadi juara.

Tak Persoalkan Format Liga 2, Kas Hartadi Fokus Bawa Dewa United Promosi ke Liga 1
Olahraga
Tak Persoalkan Format Liga 2, Kas Hartadi Fokus Bawa Dewa United Promosi ke Liga 1

Baginya yang terpenting adalah membangun tim yang kuat untuk bisa mewujudkan target dari manajemen yang ingin berlaga di Liga 1.

Italia 1-2 Spanyol: La Furia Roja Balaskan Dendam dan Melangkah ke Final
Olahraga
Italia 1-2 Spanyol: La Furia Roja Balaskan Dendam dan Melangkah ke Final

Pada laga semifinal UEFA Nations League 2021 Italia menerima kekalahan dengan skor 1-2 ketika menghadapi Spanyol.

 Raih Emas, Pengawal Jokowi Pecahkan Rekor Atletik PON Papua
Olahraga
Raih Emas, Pengawal Jokowi Pecahkan Rekor Atletik PON Papua

Namanya Rio Maholtra, atlet cabang atletik yang baru saja menggondol medali emas pengawal Jokowi pecahkan rekor atletik PON Papua

Timnas Indonesia Tantang Afghanistan di Dubai
Olahraga
Timnas Indonesia Tantang Afghanistan di Dubai

"Iya benar, Afghanistan mengajak Timnas Indonesia melakukan uji coba di Dubai. Kami dari PSSI pun mendapatkan konfirmasi dari pihak Afghanistan tersebut," kata Yunus Nusi

Laga Perdana, PSIS Andalkan Pemain Lokal Vs Barito Putera
Olahraga
Laga Perdana, PSIS Andalkan Pemain Lokal Vs Barito Putera

Turnamen pra musim Piala Menpora 2021 grup A bakal dibuka di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/3).

Ester Nurumi Kalah, Indonesia Terhenti di Perempat Final Piala Uber
Olahraga
Ester Nurumi Kalah, Indonesia Terhenti di Perempat Final Piala Uber

Langkah tim Piala Uber Indonesia harus terhenti di perempat final Piala Uber setelah kalah 2-3 dari Thailand di Ceres Arena, Aarhus Denmark, Jumat (15/10) dini hari WIB.

JIS Disiapkan Jadi Arena Piala Dunia U-20 2023
Olahraga
JIS Disiapkan Jadi Arena Piala Dunia U-20 2023

Jakarta International Stadium (JIS) siap menjadi salah satu arena perhelatan Piala Dunia Sepak Bola U-20 setelah sebelumnya menerima tiga penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).