3.700 Kamar Hotel Siap Dijadikan Lokasi Isolasi OTG di Kawasan Jakarta Tes swab di Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. (Antara Aceh/Khalis)

MerahPutih.com - Sebanyak 27 hotel di Jakarta siap dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19. Keseluruhan hotel berkapasitas sekitar 3.700 kamar.

“Saya rasa sudah cukup. Termasuk salah satu syaratnya itu adalah diharapkan bisa di per wilayah, jadi ada wilayah Jakarta Utara, Barat, Selatan dan seterusnya seperti itu udah bisa terpenuhi saat ini,” ungkap Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (18/9).

Maulana mengatakan, persiapan hotel untuk isolasi pasien COVID-19 masih difokuskan di wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga:

BNPB Tunggu Kriteria Hotel Ruang Karantina Corona dari Pemprov DKI

“Kita sudah melakukan lebih dari dua kali koordinasi ya semenjak dalam minggu ini untuk mencari kriteria apa yang disampaikan oleh pemerintah. Termasuk syarat-syaratnya dan seterusnya. Kemudian kami juga secara internal juga memberikan melakukan rapat konsolidasi untuk menanyakan siapa-siapa saja berminat,” jelasnya.

Maulana pun merinci jumlah hotel yang tersedia di Jakarta yang akan digunakan untuk isolasi pasien positif COVID-19.

“Ada bervariatif totalnya jumlahnya masing-masing. Kalau kayak di Jakarta Pusat itu sekitar 1.605 kamar yang tersedia dari 11 Hotel, cukup banyak. Di Jakarta Selatan ada 5 hotel dengan totalnya 557 kamar,” sebutnya.

Kemudian di Jakarta Timur itu ada empat hotel dengan total 587 kamar. Kemudian di Jakarta Barat ada lima hotel dengan total jumlah kamar 602 unit dan Jakarta Utara itu ada dua hotel dengan total 360 kamar.

”Jadi masing-masing bervariatif itu yang baru masuk sampai saat ini ya. Kita tetap terus komunikasi jika nanti kemudian hari ada yang berminat. Jenis hotelnya bintang 2 dan bintang 3 sesuai dengan permintaan oleh pemerintah,” jelas Maulana.

Salah seorang warga Bintan tes usap (swab) karena diduga kontak erat dengan pasien positif COVID-19 beberapa waktu lalu (Nikolas Panama)
Salah seorang warga Bintan tes usap (swab) karena diduga kontak erat dengan pasien positif COVID-19 beberapa waktu lalu (Nikolas Panama)

Saat ini, kata Maulana pihaknya tinggal menunggu permintaan dari pemerintah. Dia mengatakan tidak semua hotel-hotel ini serta merta langsung diambil semua untuk isolasi, tapi bertahap.

“Jadi melihat nanti kan kita melihat nanti daripada okupansinya daripada di Wisma Atlet seperti itu. Nah jadi yang kemarin kami sudah juga bicara dengan Kasatgas, kami mengusulkan kita pakai apa limit ya, mungkin kalau di Wisma Atlet sudah 80 , baru kita ambil seperti itu,” jelas Maulana.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat karantina, ia mengatakan penggunaan hotel tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan melihat tingkat okupansi Wisma Atlet.

"Kemarin kami sudah bicara dengan Kepala Satgas, kami usulkan kita pakai limit, Semisal di Wisma Atlet 80% sudah terisi, baru kita ambil,” jelas Yusran.

Baca Juga:

Pemerintah Siapkan Rp 100 Miliar Tanggung Akomodasi Isolasi OTG di Hotel Berbintang

Hotel-hotel tersebut juga telah siap menjalankan protokol kesehatan penanganan COVID-19, apalagi sebelumnya setiap hotel juga telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Hotel ini kan sudah memiliki basic protokol kesehatan. Memang kewajiban kami utamanya adalah melayani untuk akomodasi. Jadi protokol kesehatan itu sudah kami lakukan, dari PHRI sudah ada. Di sisi lain nanti dari Satgas atau Gugus Tugas akan melakukan training juga bagaimana pengelolaan bila ada pasien dan seterusnya,” kata Maulana.

Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto juga telah menegaskan bahwa Pemerintah Pusat memiliki dana yang cukup untuk penyediaan tempat isolasi di hotel bintang 2 dan 3.

Hal ini merupakan upaya pemerintah agar pasien dengan gejala ringan tidak melakukan isolasi mandiri yang berpotensi menularkan kepada keluarga.

"Pemerintah (Pusat) menyediakan dananya. Kami sudah punya exercise-nya dan dana pemerintah cukup untuk itu,” kata Airlangga. (Knu)

Baca Juga:

15 Hotel Tempat Karantina Pasien Corona Ada di Jakarta Pusat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penanganan COVID-19 Terhambat Ego Sektoral dan Regulasi
Indonesia
Penanganan COVID-19 Terhambat Ego Sektoral dan Regulasi

Wapres juga menyoroti persoalan data yang harus dibenahi bersama di birokrasi. Sampai saat ini, pengelolaan data di instansi pemerintahan belum optimal.

DKI Jakarta PSBB Transisi, PDIP: Alhamdulilah Anies Dengar Jeritan Warga
Indonesia
DKI Jakarta PSBB Transisi, PDIP: Alhamdulilah Anies Dengar Jeritan Warga

Dengan penerapa PSBB transisi kembali ada 16 sektor usaha yang diizinkan beroperasi

Update COVID-19 Selasa (28/4): 9.511 Kasus Positif, 1.254 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (28/4): 9.511 Kasus Positif, 1.254 Pasien Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 415 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

12 Pengunjung Positif Narkoba, Pemprov DKI Ancam Tutup Diskotek Black Owl
Indonesia
12 Pengunjung Positif Narkoba, Pemprov DKI Ancam Tutup Diskotek Black Owl

"Malam ini kami ke sana, sambil juga kami cari-cari info dari sumber lain, seperti BNN dan polisi," kata Cucu, Sabtu (15/2).

KPU dan Bawaslu Diminta Umumkan Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
KPU dan Bawaslu Diminta Umumkan Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan

Hal itu untuk menjadi bahan pertimbangan bagi pemilih pada pencoblosan tanggal 9 Desember mendatang

Hari Ini, Polisi Gelar Operasi Patuh Lalu Lintas
Indonesia
Hari Ini, Polisi Gelar Operasi Patuh Lalu Lintas

Ribuan personel yang tergabung dalam beberapa satuan kerja siap menindak para pengguna jalan raya yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

 Sebanyak 19 Provinsi Nihil Penambahan Kasus Positif COVID-19
Indonesia
Sebanyak 19 Provinsi Nihil Penambahan Kasus Positif COVID-19

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Dua Jenderal Polisi Ini Diprediksi bakal 'Kuasai' Komando Penindakan KPK
Indonesia
Dua Jenderal Polisi Ini Diprediksi bakal 'Kuasai' Komando Penindakan KPK

"Begitu juga laporan negatif tentang mereka belum pernah diterima," kata Neta

Presiden Jokowi Lantik Irjen Boy Rafli sebagai Kepala BNPT
Indonesia
Presiden Jokowi Lantik Irjen Boy Rafli sebagai Kepala BNPT

Presiden Joko Widodo melantik Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Polri Beberkan Alasan Habiskan Duit APBN Miliaran Rupiah Bayar Influencer
Indonesia
Polri Beberkan Alasan Habiskan Duit APBN Miliaran Rupiah Bayar Influencer

Lelang tersebut pun, telah melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)