28 Triliun Ton Es Hilang dalam 30 Tahun Perubahan iklim membuat es mencair. (Foto: Pexels/Simon Matzinger)

MENURUT para ilmuwan ada sekitar 28 triliun ton es telah hilang dari permukaan bumi sejak tahun 1994. Tingkat kehilangan es yang diungkapkan oleh para peneliti sesuai dengan prediksi skenario kasus terburuk yang digariskan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

Andy Shepherd dari Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub di Leeds Universitas, mengatakan kepada The Guardian bahwa di masa lalu, para peneliti telah mempelajari area individu seperti Antartika atau Greenland tempat dimana es mencair. Tapi ini adalah pertama kalinya ada orang melihat bahwa semua es hilang dari permukaan planet.

Baca Juga:

Greta Thunberg: Tangani Masalah Perubahan Iklim Seperti Sebuah Krisis

es
Bumi kehilangan 28 triliun ton es karena pemanasan global. (Foto: Unsplash/william_bossen)

Melansir laman The Guardian, para ilmuwan yang berbasis di Universitas Leeds dan Edinburg dan Universitas College London mendeskripsikan kehilangan ini sebagai "mengejutkan" dan memperingatkan bahwa analisis mereka menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut yang dipicu oleh mencairnya gletser dan lapisan es dapat mencapai satu meter pada akhir abad ini.

"Setiap sentimeter kenaikan permukaan laut berarti sekitar satu juta orang akan mengungsi dari tanah air mereka yang di dataran rendah," kata Profesor Andy Shepherd, direktur Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub Universitas Leeds, lapor The Guardian.

Baca Juga:

Fenomena Lubang Terbesar Lapisan Ozon di Atas Arktik Akhirnya Tertutup, Apa Penyebabnya?

Pembakaran bahan bakar fosil

es
Sinyal es mencair sudah dikirimka oleh Kutub. (Foto: Pexels/Anne Small)

Sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Cryosphere Discussions, alasan mengapa bumi bisa kehilangan es sebanyak ini merupakan akibat pemanasan global. Rata-rata suhu permukaan planet telah meningkat 0,85C sejak 1880, dan sinyal ini telah diperkuat di daerah kutub.

Hasil penelitian ini diterbitkan 30 tahun setelah laporan penilaian pertama IPCC dirilis pada akhir Agustus 1990. Ini menunjukkan bahwa pemanasan global itu nyata dan dipicu oleh peningkatan emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil.

Walaupun sudah ada fakta ilmiah dan para ilmuwan dan aktivis tiada henti memperingatkan isu ini. Sayangnya emisi ini terus meningkat karena suhu global terus melonjak. Sampai kapan kita akan membiarkan keadaan bumi kita memburuk? haruskah yang terburuknya terjadi baru kita akan berubah?

Kondisi di Indonesia

es
Banyak orang Indonesia tidak percaya dan tidak perduli akan isu perubahan iklim. (Foto: Unsplash/marcinjozwiak)

Di Indonesia sendiri, walaupun sudah merdeka selama 75 tahun, negara ini masih sangat bergantung dengan energi yang menjadi salah satu faktor utama pemanasan global yaitu, batu bara.

Padahal, Indonesia menjadi salah satu negara yang menandatangani Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim) untuk berupaya menurunkan tingkat emisi dunia yang menimbulkan ancaman terhadap keamanan internasional akibat pemanasan global dan perubahan iklim.

Melansir laman IESR, Untuk memenuhi kebutuhan listrik, Indonesia amat bergantung kepada pembangkit listrik tenaga fosil. Lebih dari 88% dari listrik yang dihasilkan, berasal dari bahan bakar fosil, sekitar 60% dari batu bara, 22% dari gas alam, dan 6% dari minyak, dan hanya 12% yang dihasilkan dari energi terbarukan.

Media-media internasional seperti VICE dan The Guardian, juga ahli-ahli juga mencap Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak percaya dan atau tidak perduli terhadap isu perubahan iklim.

Vice menuliskan negara ini sudah terkenal sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia. Sayangnya banyak orang Indonesia yang tidak percaya pada perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dibandingkan dengan negara lain di dunia. (lev)

Baca Juga:

Berapakah Suhu Bumi di Zaman Es?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dari Rossa Hingga Iwan Fals Sukses Meriahkan Konser 'Tribute To Ivo Nilakreshna'
Fun
Dari Rossa Hingga Iwan Fals Sukses Meriahkan Konser 'Tribute To Ivo Nilakreshna'

Penonton sangat puas menyaksikan para penyanyi ternama tanah air di konser itu.

Tiga Tahap Menuju Kenormalan Baru Akibat Corona
Fun
Tiga Tahap Menuju Kenormalan Baru Akibat Corona

Ada beberapa tahap kondisi perilaku individu ketika masa pandemi COVID-19.

Samsung Unpacked 2020, Mengungkap Seri 'Flagship' Galaxy S20
Fun
Samsung Unpacked 2020, Mengungkap Seri 'Flagship' Galaxy S20

Bukan Galaxy S11, melainkan S20 yang menjadi ponsel unggulan terbaru Samsung.

Kucing Peliharaan Jadi Musuh Gim Mario Kart Live: Home Circuit
Fun
Kucing Peliharaan Jadi Musuh Gim Mario Kart Live: Home Circuit

Ternyata mobil Mario yang berkeliaran di dalam rumah dianggap sebagai mainan oleh kucing.

IBC dan IBrC akan Berlangsung Sengit di Indonesia Coffee Events 2020
Fun
IBC dan IBrC akan Berlangsung Sengit di Indonesia Coffee Events 2020

Para barista akan unjuk kebolehan dan melalui tahapan sengit.

Kini Ada Tulisan 'From Facebook' di Instagram dan WhatsApp, Apa Alasannya?
Fun
Kini Ada Tulisan 'From Facebook' di Instagram dan WhatsApp, Apa Alasannya?

Tulisan From Facebook muncul di Instagram dan WhatsApp setelah update aplikasi.

Kendrick Lamar Bakal Segera Comeback di 2020?
ShowBiz
Kendrick Lamar Bakal Segera Comeback di 2020?

Kabar ini datang dari CEO label rekaman yang menaungi Kendrick Lamar Top Dawg Entertainment (TDE).

Menyambut Imlek, JHL Solitaire Solitaire Helat Intimate Gala Dinner
Fun
Menyambut Imlek, JHL Solitaire Solitaire Helat Intimate Gala Dinner

JHL Solitaire Hotel Gading Serpong akan menyambut tahun baru imlek dengan sangat meriah. Di tahun tikus ini, hotel bintang 5 pertama di Banten itu akan menghelat event gala diner

Sama-Sama Jahil, Hubungan Zodiak Ini Seru Banget
Fun
Sama-Sama Jahil, Hubungan Zodiak Ini Seru Banget

Berikut pasangan zodiak yang sama-sama jahil dan suka menggoda pasangannya: