27 Saksi Diperiksa, Tabir Kematian Editor Metro TV Masih Gelap Wartawan Metro TV ditemukan tewas di sisi pinggir Tol JORR, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) siang. (Foto: Twitter @TMCPoldaMetro)

MerahPutih.com - Polisi masih berkutat melakukan analisa dan evaluasi terhadap kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir Tol Pesanggrahan, Jalan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, saksi yang diperiksa terus bertambah. Seperti orang dekat Yodi, rekan kerja hingga saksi di lokasi.

Baca Juga

Polisi Akui Sulit Tangkap Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV

"Sampai saat ini sudah ada 27 saksi yang sudah kami periksa," ujar Yusri kepada wartawan, Rabu (15/7).

Yusri melanjutkan, pihaknya mencocokan keterangan para saksi dengan keberadaan pelaku sebelum ditemukan tewas. Sehingga, ini sangat membantu untuk mengungkap siapa pelaku yang membunuh Yodi di lokasi tersebut.

"Ini yang kemudian tim lapangan sedang merangkai. Misalnya ada keterangan seperti dari kantor jam berapa kemudian ke kemana saja itu yang masih kita telusuri. Dan di TKP seperti apa," tegas Yusri.

Editor Metro TV Yodi Prabowo yang ditemukan tewas Jumat (10/7/2020), 11.45 WIB di Jalan Ulujami Raya, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Editor Metro TV Yodi Prabowo yang ditemukan tewas Jumat (10/7/2020), 11.45 WIB di Jalan Ulujami Raya, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi, almarhum Yodi kerap mendatangi warung yang pemiliknya sudah diperiksa.

"Dari keterangan saksi-saksi yang ada, termasuk di warung diambil keterangan bahwa memang korban sering ke situ. Ini kita masih mengambil keterangan semua," jelas mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.

Selain itu, sambung Yusri, kepada polisi, pemilik warung tersebut mengaku kenal dengan korban. Kendati demikian, penyidik masih terus mendalami dan mengumpulkan berbagai bukti untuk mengusut kasus ini.

"Pemilik warung itu kenal dengan korban, makanya ini masih didalami semuanya," ujar dia.

Polisi menduga sebilah pisau dapur yang diamankan di lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo berasal dari sebuah warung yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Hal itu diketahui setelah polisi mengerahkan bantuan dua ekor anjing pelacak (K9) saat melakukan olah TKP, Minggu (12/7) kemarin. Namun, Yusri menyebut, tim penyidik masih mendalami temuan tersebut.

"Kemarin kita menggunakan anjing yang ada atau K9 yang ada untuk mengendus darimana asal pisau tersebut. Memang menggeser sekitar tepi danau, kurang lebih 400 meter dari TKP, ada sebuah warung di sana. Nah, ini masih kita dalami," kata Yusri.

Sebelumnya, jasad editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir Jalan Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) siang. Namun, jenazah diyakini sudah tak bernyawa sejak Rabu (8/7).

Baca Juga

Pemilik Warung Ikut Terseret Kasus Kematian Editor Metro TV

Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan dua luka tusukan senjata tajam pada leher dan dada sebelah kiri korban. Selain itu, adapula luka lebam diduga akibat hantaman benda tumpul di antara lengan dan leher korban.

Polisi pun mengamankan sejumlah barang berharga milik korban, seperti dompet dan sepeda motor. Tidak hanya itu, polisi juga menemukan pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban di lokasi penemuan jasad Yodi. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Prihatin 3 Wali Kota Cimahi Berturut-turut Jadi Tersangka Korupsi
Indonesia
KPK Prihatin 3 Wali Kota Cimahi Berturut-turut Jadi Tersangka Korupsi

Ajay diduga telah menerima suap sebesar Rp1,66 miliar dari Hutama Yonathan secara bertahap dari kesepakatan suap sebesar Rp3,2 miliar.

 Para Mahasiswa di Kabupaten Sleman Wajib Jalani Rapid Test Sebelum Masuk Kuliah
Indonesia
Para Mahasiswa di Kabupaten Sleman Wajib Jalani Rapid Test Sebelum Masuk Kuliah

Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan ketentuan ini berlaku untuk seluruh mahasiswa baik mahasiswa lama dengan mahasiswa baru.

Mabes Polri Pantau Ormas yang Suka Palak Pengusaha Bermodus THR
Indonesia
Mabes Polri Pantau Ormas yang Suka Palak Pengusaha Bermodus THR

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijrah, banyak organisasi masyarakat (ormas) yang suka memalak pengusaha bermodus Tunjangan Hari Raya (THR).

Jurnalis Tangerang Minta Jenderal Listyo Sigit Tangkap Penganiaya Jurnalis Tempo
Indonesia
Jurnalis Tangerang Minta Jenderal Listyo Sigit Tangkap Penganiaya Jurnalis Tempo

Kapolri tolong tangkap pelaku dan adili, agar tak terulang dan menjadi efek jera

7 Perusahaan Taiwan Bakal Relokasi Pabrik dari Tiongkok ke Indonesia
Indonesia
7 Perusahaan Taiwan Bakal Relokasi Pabrik dari Tiongkok ke Indonesia

BKPM tengah memantau 119 perusahaan yang potensial untuk melakukan relokasi dengan nilai investasinya mencapai 37 miliar dolar AS dengan proyeksi penyerapan 112 ribu tenaga kerja.

[Hoaks atau Fakta]: KRI Nanggala-402 Tenggelam Ditembak Kapal Selam Prancis
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: KRI Nanggala-402 Tenggelam Ditembak Kapal Selam Prancis

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, Kapal Selam Nanggala-402 buatan Jerman tahun 1977 itu hilang kontak di perairan laut wilayah utara Bali pada Rabu (21/4).

Vonis Dua Tahun tanpa Terungkap Aktor Intelektual, Sidang Penyerangan Novel Berakhir Antiklimaks
Indonesia
Vonis Dua Tahun tanpa Terungkap Aktor Intelektual, Sidang Penyerangan Novel Berakhir Antiklimaks

Suparji meminta pihak kepolisian untuk tetap mencari dalang dari aksi penyiraman tersebut.

Beredar 'Surat Sakti' Anggota DPRD Jabar Minta Siswa Diterima di SMKN 4 Bandung
Indonesia
Beredar 'Surat Sakti' Anggota DPRD Jabar Minta Siswa Diterima di SMKN 4 Bandung

Surat tersebut lengkap dengan kop DPRD Jabar dan nama jelas anggota DPRD yang ditandatangani pada 10 Juni 2020 oleh yang bersangkutan

Pengguna Naik 10 Kali Lipat, Anies Wajibkan Perkantoran Sediakan Parkir Sepeda 10 Persen
Indonesia
Pengguna Naik 10 Kali Lipat, Anies Wajibkan Perkantoran Sediakan Parkir Sepeda 10 Persen

Pengguna sepeda naik signifikan sebanyak 10 kali lipat di ibu kota saat masa transisi PSBB.

Polisi Ganti Nama Operasi Pencarian Anggota MIT Pimpinan Ali Kolera
Indonesia
Polisi Ganti Nama Operasi Pencarian Anggota MIT Pimpinan Ali Kolera

Polri menargetkan 11 daftar pencarian orang (DPO) dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.