26 Orang Saksi Diperiksa dalam Kasus Dugaan Pidana Perbankan PT Bosowa Mantan Direktur PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa. ANTARA/IC Senjaya

MerahPutih.com - Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa puluhan orang saksi dan tiga saksi ahli terkait kasus ketidakpatuhan mantan Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa atas perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sampai saat ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 26 orang saksi dan tiga saksi ahli," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/4).

Ramadhan menyebutkan, tiga saksi ahli yang dimintai keterangan oleh penyidik meliputi ahli pidana, ahli tata negara, dan ahli korporasi.

Baca Juga:

Dugaan Pidana Perbankan, Komisaris Utama PT Bosowa Diperiksa Tujuh Jam

Hingga kini, lanjut Ramadhan, baru satu tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus dugaan tindak pidana perbankan tersebut yakni Sadikin Aksa.

"Terkait dengan penetapan seorang tersangka atas nama SA, terkait dengan peran dan perbuatannya saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Bosowa Corporindo," ujarnya.

Polisi mengantongi banyak barang bukti dalam penetapan tersangka Sadikin.

"Barang bukti sebanyak 200 surat atau dokumen," kata Ramadhan yang tidak memerinci isi ratusan dokumen tersebut.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: antaranews)
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: antaranews)

Dia memastikan 200 dokumen itu membuktikan Sadikin melakukan tindak pidana perbankan saat menjabat Dirut PT Bosowa.

Kasus bermula saat PT Bank Bukopin Tbk ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan intensif oleh OJK sejak Mei 2018 karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak Januari hingga Juli 2020.

OJK mengeluarkan kebijakan dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin.

Di antaranya, OJK menerbitkan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat nomor SR-28/D.03/2020 tertanggal 9 Juli 2020.

Surat itu berisi perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. Pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa paling lambat diserahkan ke OJK pada 31 Juli 2020.

Baca Juga:

Bareskrim Tetapkan Eks Dirut PT Bosowa Corporindo Tersangka

Sadikin tidak melaksanakan perintah tersebut. Terdapat fakta Sadikin mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020.

Namun, Sadikin masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham Bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada 24 Juli 2020.

Dia diduga melanggar pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Sadikin terancam hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp15 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Bank Asal Korea Ambil Alih Bukopin, Bosowa Gugat OJK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rakyat Pikirkan Pandemi, RUU HIP Dinilai Tidak Punya Urgensi
Indonesia
Rakyat Pikirkan Pandemi, RUU HIP Dinilai Tidak Punya Urgensi

Disaat situasi seperti ini, publik malah dikejutkan dengan rencana pembahasan RUU HIP yang kurang bersentuhan langsung dengan apa yang dihadapi masyarakat.

Kampanye Daring di Pilkada Serentak Tidak Diminati
Indonesia
Kampanye Daring di Pilkada Serentak Tidak Diminati

Badan Pengawas Pemilihan Umum menyebutkan 95 persen dari 270 daerah yang menggelar Pemilihan kepala daerah serentak 2020 masih menggelar kampanye tatap muka pada 10 hari pertama gelaran tahapan kampanye.

PMI Sediakan 100 Kantong Jenazah
Indonesia
PMI Sediakan 100 Kantong Jenazah

PMI juga menyiapkan perahu karet

RSD Wisma Atlet Dapat Dua Rekor Muri Sekaligus
Indonesia
RSD Wisma Atlet Dapat Dua Rekor Muri Sekaligus

Adapun sertifikat rekor Muri dianugerahkan saat pelaksanaan upacara Hari Pahlawan ke-75 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran pada Selasa (10/11)

Hadapi Gelombang Mudik, Pemda DIY Terapkan 2 Strategi Kendalikan Corona
Indonesia
Hadapi Gelombang Mudik, Pemda DIY Terapkan 2 Strategi Kendalikan Corona

Sultan tidak melarang warga Yogyakarta berpergian antar kabupaten dan kota dalam wilayah DIY maupun keluar DIY.

Puan Berharap Pelantikan Joe Biden Perkuat Penanganan COVID-19
Indonesia
Puan Berharap Pelantikan Joe Biden Perkuat Penanganan COVID-19

Stabilitas di Asia Timur termasuk Laut China Selatan perlu dijaga

Kasus Suap Bansos, KPK Geledah Rumah Dirjen Linjamsos Kemensos
Indonesia
Kasus Suap Bansos, KPK Geledah Rumah Dirjen Linjamsos Kemensos

KPK menggeledah rumah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin.

Masa Tahanan Diperpanjang, Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking Makin Lama Dipenjara
Indonesia
Masa Tahanan Diperpanjang, Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking Makin Lama Dipenjara

"Ya diperpanjang (masa penahanannya)," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo

Kadernya Jadi Tersangka Korupsi, Gerindra Pastikan Hormati Proses Hukum
Indonesia
Kadernya Jadi Tersangka Korupsi, Gerindra Pastikan Hormati Proses Hukum

Partai Gerindra menghormati proses hukum Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap terkait ekspor benih lobster

BUMN Ini Buka Puluhan Lowongan Pekerjaan di Masa Pandemi
Indonesia
BUMN Ini Buka Puluhan Lowongan Pekerjaan di Masa Pandemi

Persyaratan untuk masing-masing posisi berbeda-beda