25 Narapidana Konghucu Terima Remisi Khusus Imlek Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

MerahPutih.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham) memberikan remisi khusus kepada 25 dari 69 narapidana beragama Konghucu di seluruh Indonesia bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2573 Konzili, Selasa (1/2).

Seluruh narapidana penerima remisi khusus mendapatkan RK I atau pengurangan sebagian. Secara rinci, terdapat tiga warga binaan yang mendapat pengurangan hukuman 15 hari; 13 orang mendapat pengurangan hukuman 1 bulan; tujuh orang mendapat pengurangan hukuman 1 bulan 15 hari; dan dua orang lainnya mendapat pengurangan hukuman 2 bulan.

Baca Juga

Imlek 2573, Jokowi: Di Masa Sulit Ini Segenap Lampion Harapan Kita Apungkan

Dirjenpas Reynhard Silitonga menjelaskan, usulan remisi berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan optimalisasi penggunaan teknologi informasi, yakni dilakukan secara online berdasarkan sistem database pemasyarakatan (SDP).

"Dengan adanya remisi online melalui SDP, prosesnya menjadi lebih cepat, murah, akurat, dan transparan. Hak narapidana terjamin, akuntabilitas dan integritas petugas terjaga," kata Reynhard dalam keterangannya, Senin (31/1).

Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung menyumbang jumlah penerima remisi khusus Imlek terbanyak, yaitu sebanyak 11 narapidana. Kemudian, Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat sebanyak tiga narapidana, serta Kanwil Kemenkumham Banten, DKI Jakarta, dan Riau masing-masing dua narapidana. Sisanya berasal dari Kanwil Kemenkumham Bali, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kepualauan Riau masing-masing satu orang.

Reynhard mengatakan, pemberian remisi merupakan apresiasi yang diberikan negara bagi narapidana yang telah berusaha dan menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik. Tak hanya sekadar pengurangan masa pidana, remisi ini diharapkan meningkatkan keimanan dan motivasi narapidana agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.

“Selamat kepada seluruh narapidana yang merayakan Imlek dan mendapat RK Imlek Tahun 2022. Bagi yang belum mendapat Remisi agar bersabar dan terus perbaiki diri agar pada kesempatan berikutnya mendapat hal yang sama,” kata Reynhard.

Baca Juga

Tahun Baru Imlek, Ridwan Kamil Imbau Warga Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Ditjenpas, kata Reynhard terus berusaha mengakomodir seluruh hak warga binaan pemasyarakatan (WBP). Apalagi COVID-19 masih mewabah, dan munculnya varian baru Omicron yang berdampak besar terhadap seluruh segi kehidupan masyarakat.

“Pandemi COVID-19 masih menjadi tantangan kinerja di tahun 2022. Maka, pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan harus menyesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru dan laksanakan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” kata Reynhard.

Dalam kesempatan ini, Reynhard mengingatkan seluruh jajaran pemasyarakatan menjalankan tugas berdasarkan 3+1, yakni tiga kunci pemasyarakatan maju yang diwujudkan melalui deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, berantas narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum ditambah back to basics pemasyarakatan.

Hingga 24 Januari 2022, jumlah warga binaan di Indonesia sebanyak 272.864 orang. Jumlah itu terdiri dari 226.676 narapidana dan 48.188 tahanan. Dari pemberian remisi khusus Imlek kali ini, negara menghemat anggaran biaya makan Rp 14,7 dengan biaya makan per hari rata-rata Rp 17.000/orang.

Remisi merupakan pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Peraturan mengenai pemberian remisi terdapat dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP, PP Nomor 28 Tahun 2006, PP Nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi kepada WBP.

Narapidana yang mendapatkan Remisi adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku, seperti telah berstatus sebagai narapidana minimal 6 bulan pidana penjara, tidak melakukan pelanggaran selama menjalani pidana, serta aktif mengikuti program dan kegiatan pembinaan di lapas/rutan. (Pon)

Baca Juga

Tahun Baru Imlek 2573, Anies: Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan Antarwarga

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jadwal dan Komposisi Hakim Sidang Ferdy Sambo Cs, Dimulai 17 Oktober 2022
Indonesia
Jadwal dan Komposisi Hakim Sidang Ferdy Sambo Cs, Dimulai 17 Oktober 2022

Penyidik Bareskrim Polri melimpahkan tahap II tersangka dan barang bukti dengan total terdapat 12 berkas perkara untuk 11 tersangka ke kejaksaan pada Rabu (5/10).

Tim SAR Hadapi Sejumlah Kesulitan Cari Korban Gempa Hilang 
Indonesia
Tim SAR Hadapi Sejumlah Kesulitan Cari Korban Gempa Hilang 

Seratus orang lebih dinyatakan hilang pasca-gempa yang melululantakkan kawasan Cianjur dan sekitarnya.

[HOAKS atau FAKTA]: COVID-19 Varian Baru Hanya Berbahaya Bagi yang Sudah Divaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: COVID-19 Varian Baru Hanya Berbahaya Bagi yang Sudah Divaksin

Beredar sebuah unggahan di media sosial Twitter yang menyebut bahwa COVID-19 varian baru hanya berbahaya bagi yang sudah pernah divaksinasi COVID-19.

Elemen Mahasiswa dan Buruh Geruduk Gedung DPR
Indonesia
Elemen Mahasiswa dan Buruh Geruduk Gedung DPR

Para peserta unjuk rasa akan menyuarakan beberapa hal dalam aksinya, salah satunya yakni mengenai kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ganjil Genap Tidak Berlaku di Tiga Lokasi Wisata Jakarta
Indonesia
Ganjil Genap Tidak Berlaku di Tiga Lokasi Wisata Jakarta

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya meniadakan sementara aturan ganjil genap (gage) di tiga kawasan di Jakarta, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol dan Ragunan.

Fokus Naikkan Elektoral Partai, PPP Belum Putuskan Sosok Capres 2024
Indonesia
Fokus Naikkan Elektoral Partai, PPP Belum Putuskan Sosok Capres 2024

"Kami menyiapkan elektoral saja. Menyiapkan kenaikan elektoral partai," kata Suharso

Gerindra Sambut Baik Peluang Kerja Sama dengan PDIP
Indonesia
Gerindra Sambut Baik Peluang Kerja Sama dengan PDIP

Partai Gerindra menyambut baik pernyataan Puan Maharani yang mengatakan terbuka peluang kerja sama politik dengan Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam menyongsong Pemilu 2024.

Xi Jinping, Erdogan dan PM Australia Tiba di Bali
Indonesia
Xi Jinping, Erdogan dan PM Australia Tiba di Bali

Pesawat kepresidenan Tiongkok yang membawa Presiden Xi Jinping tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Senin (14/11).

Anak Bungsu Ferdy Sambo Tetap Butuh Pendampingan Sang Ibu
Indonesia
Anak Bungsu Ferdy Sambo Tetap Butuh Pendampingan Sang Ibu

Anak bungsu Ferdy Sambo yang baru berusia 1,5 tahun tetap membutuhkan pendampingan dari sang ibu

DPR Belum Bahas Rencana Kenaikan Harga BBM dengan Pemerintah
Indonesia
DPR Belum Bahas Rencana Kenaikan Harga BBM dengan Pemerintah

ingga kini tidak ada persetujuan Komisi VII DPR RI atas rencana Pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi.