22 Persen Kepala Keluarga Indonesia Kesulitan Keuangan Ilustrasi pekerja. (Foto: Kemenaker).

MerahPutih.com - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 diprediksi minus dua persen. Pada Triwulan III ini, kegiatan ekonomi masih terbatas dan kasus COVD-19 masih banyak.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III ini, mengalami perbaikan dibandingkan kuartal II 2020 yang minus 5,32 persen.

Dampak ekonomi minus ini, angka kemiskinan naik kisaran 2 sampai 5 juta orang karena banyak karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Aktivitas ekonomi yang terbatas juga mendorong pengangguran yang diperkirakan naik kisaran 3 sampai 5 juta orang.

Baca Juga:

Gaji Staf Ahli di Perusahaan BUMN Dibatasi Rp50 Juta

Selain itu, rumah tangga yang mengalami kesulitan keuangan dengan 22 persen pekerja yang merupakan kepala rumah tangga kehilangan mata pencaharian. Untuk bertahan, sebanyak 43 persen pekerja menggunakan tabungan untuk mempertahankan daya beli. Sisanya, sebanyak 15 persen menjual aset, gadai aset 8 persen, pinjam koperasi 19 persen, pinjam bank 6 persen, dan pinjaman daring 1 persen.

Ilustrasi Buruh
Ilustrasi pekerja. (Foto: Antara).

Pemerintah saat ini menggenjot stimulus fiskal yakni belanja melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dianggarkan mencapai Rp695,2 triliun. Hingga 26 Agustus 2020, realisasi PEN mencapai Rp192,53 triliun dari Rp695,2 triliun atau sekitar 27,7 persen.

Baca Juga:

Saling Beli Produk Teman Bikin Usaha Bertahan



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH