21 Pegawai KPU Dinyatakan Positif COVID-19 Ketua KPU Arief Budiman (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman menyatakan 21 pegawainya positif COVID-19. Hal itu diketahui usai para karyawan KPU melakukan tes usap (swab) 3 hingga 5 Agustus 2020.

"Tiga hari itu kami lakukan (tes usap) untuk 700-an pegawai. Nah, hasil pertama pada tanggal 3 Agustus ada tiga pegawai positif," kata Arief Budiman dikutip Antara, Jumat (7/8).

Pada tes usap hari kedua, terdapat sebanyak 12 pegawai yang dinyatakan positif COVID-19, kemudian pada hari ketiga (5/8) ada sebanyak 12 pegawai yang hasil pemeriksaannya positif COVID-19 sehingga total ada 21 pegawai.

Baca Juga:

Muncul Petisi Tunda Pilkada Demi Kesehatan dan Keselamatan Publik

Pegawai yang hasil pemeriksaannya dinyatakan positif COVID-19 langsung ditindaklanjuti sebagaimana perintah atau rekomendasi hasil pemeriksaan.

"Hasil tes tersebut ada yang disimpulkan positif tetapi noninfeksius. Artinya, sebetulnya dia sudah mengarah ke arah penyembuhan jadi tidak menular. Akan tetapi, ada juga yang positif tetapi infeksius. Detail saya enggak hafal," beber dia.

Meski hasil pemeriksaan noninfeksius, Arief tetap meminta pegawai yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

Setelah itu, akan dilakukan tes berikutnya untuk memastikan bahwa pegawai yang bersangkutan benar-benar sembuh dari COVID-19.

Ketua KPU Arief Budiman. Foto: MP/Asropih

Selain tes usap, KPU juga melakukan disinfeksi terhadap seluruh ruang perkantorannya, mulai lantai satu hingga empat, sehingga seluruh pegawai bekerja sistem work from home.

Arief menceritakan temuan kasus pertama COVID-19 terhadap pegawai KPU sebenarnya sebelum simulasi pilkada serentak di Kantor KPU RI, 22 Juli lalu.

"Jadi, ini diawali kejadian 20 Juli sebelum KPU melakukan simulasi. Nah, pada tanggal 20 Juli itu ada salah satu tenaga ahli kami karena istrinya positif COVID-19, yang bersangkutan tidak ngantor," ungkapnya.

Karena istrinya positif, yang bersangkutan juga ikut tes yang hasilnya positif COVID-19. Namun, selama 3-4 hari itu memang sudah tidak berangkat ke kantor.

"Karena dia dinyatakan positif, saya langsung minta gedung kantor disterilisasi. Setelah dilakukan sterilisasi, seluruh pegawai dilakukan swab test, tidak lagi rapid karena sudah ada yang positif," ucap dia.

Baca Juga:

Mendagri Tito Beri Jaminan Pilkada Serentak Digelar Desember 2020

Hasil tes usap pertama yang dilakukan pada tanggal 22 juli itu ada tiga pegawai yang dinyatakan positif, kemudian mereka langsung melakukan isolasi mandiri.

"Hari ini, pada hari ke-14. Jadi, mestinya kalau tidak terjadi apa-apa tiga orang itu sudah dinyatakan sehat. Saya belum cek swab pascaisolasi mandiri seperti apa," beber dia.

Selanjutnya, dilakukan tes usap lagi untuk 252 pegawai, dan sisanya mengikuti tes yang dilaksanakan selama 3 hari belakangan ini. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komnas HAM Bentuk Tim Usut Dugaan Pelanggaran HAM TWK
Indonesia
Komnas HAM Bentuk Tim Usut Dugaan Pelanggaran HAM TWK

Pembentukan tim penyelidikan itu sebagai tindak lanjut dari pengaduan 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Akibat COVID-19, Kegiatan DPRD DKI Dibatasi
Indonesia
Akibat COVID-19, Kegiatan DPRD DKI Dibatasi

Selama dua pekan itu juga, seluruh bagian gedung akan disterilisasi disinfektan.

Jadikan COVID-19 Musuh Bersama
Indonesia
Jadikan COVID-19 Musuh Bersama

"Pandemi tak mengenal siapa saja. Ini musuh bersama. Oleh sebab itu kita harus komitmen bersama mencegah penyebarannya," kata Hengki

Penyebaran COVID-19 di Industri Hiburan Perlu Diwaspadai
Indonesia
Penyebaran COVID-19 di Industri Hiburan Perlu Diwaspadai

Di industri yang menyajikan audio visual, penerapan protokol kesehatan juga bisa memberikan contoh positif kepada masyarakat ketika menyaksikan acara mereka.

[HOAKS atau FAKTA]: Banjir di Jateng akibat Ulah Anies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Banjir di Jateng akibat Ulah Anies

Akun facebook Dukung Jokowi 3 Periode mengunggah foto yang memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah berdiri di samping kali.

Bawaslu: Kampanye Langsung Masih Jadi Pilihan, Protokol Kesehatan Masih Dilanggar
Indonesia
Bawaslu: Kampanye Langsung Masih Jadi Pilihan, Protokol Kesehatan Masih Dilanggar

Pelanggaran protokol kesehatan tersebut ditemukan di 35 Kabupaten/Kota

Jokowi Ungkap Kekesalannya Terhadap Lawan Politik Lewat Pidato Pancasilais dan Agamis
Indonesia
Jokowi Ungkap Kekesalannya Terhadap Lawan Politik Lewat Pidato Pancasilais dan Agamis

"Yang merasa paling Pancasilais bisa saja diarahkan pada kelompok nasionalis, yang dianggap Jokowi masih belum benar dalam ber-Pancasila," kata dia.

Bikin Perkumpulan Grafik, Politisi Gerindra Janji Buat Boarding School di Jakarta
Indonesia
Bikin Perkumpulan Grafik, Politisi Gerindra Janji Buat Boarding School di Jakarta

Untuk saat ini Grafik fokus di wilayah Jakarta dahulu lantaran masih banyak warga DKI berkalangan ekonomi ke bawah.

Polisi Ciduk 1.192 Pedemo, Wagub: 50 Persen Lebih Bukan Warga DKI
Indonesia
Polisi Ciduk 1.192 Pedemo, Wagub: 50 Persen Lebih Bukan Warga DKI

Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap sebanyak 1.192 massa aksi yang memprotes Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja berujung ricuh, di kawasan Jakarta.

[Hoaks atau Fakta]: Kelapa Muda, Jeruk dan Garam Hilangkan COVID-19 Dalam 1 Jam
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Kelapa Muda, Jeruk dan Garam Hilangkan COVID-19 Dalam 1 Jam

Masyarakat diminta untuk tidak mudah menerima informasi yang belum memiliki bukti klinis.