200 Kg Sabu Berhasil Dibekuk Satgasus Polri Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkoba 200 Kg dan 30.000 ekstasi (MP/Gomes)

MerahPutih.com - Tim Satgassus Polri dan Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan narkoba internasioanl Malaysia-Jakarta. Empat orang berhasil dibekuk.

Keempatnya adalah Lim Toh Hing, Joni alias Marvin Tandiono, Andi alias Aket dan Indrawan alias Alun. Bahkan, Lim Toh Hing ditembak mati karena mencoba melawan.

Sementara tiga tersangka lainnya di tangkap di Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya nomor 36 Gudang E 12, Dadap, Kosambi, Kota Tangerang, Kamis(8/2). Sabu 239,785 kilogram dan 30.000 butir disita dari tangan tersangka.

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan dalam melancarkan aksinya, para pelaku menyembunyikan narkoba didalam mesin cuci yang berjumlah 12 buah dan dikemas dalam 228 bungkus plastik.

“Satu pelaku kita tindak tegas lantaran melakukan perlawanan saat akan di tangkap” kata Tito,di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (12/2).

“Joni ditangkap di gudang yang menyimpan 12 mesin cuci berisi sabu dan ekstasi. Setelah itu Andi ditangkap di Jalan Raya Perancis Dadap Kosambi Tangerang pukul 21.30,” Sambung Tito.

Berdasarkan keterangan Joni, otak penyelundup Narkoba adalah Lim Toh Hing, Warganegara Malaysia dan berhasil dibekuk Jumat (9/2) di Terminal Tiga Bandara Soekarno Hatta.

Dari catatan, Lim Toh Hing sudah enam kali menyelundupkan sabu dan ekstasi dalam jumlah besar dari Malaysia ke Jakarta dengan modus yang sama.

Pertama Lim mengirim pada 21 Oktober 2016 lewat importir PT. LMAP Bandung. Kontainer dikirim ke PT. KLI di Kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi.

Tanggal 30 Januari 2017 Lim kembali mengirim Narkoba lewat importir PT. PPS Jakarta. Kontainer dikirim ke PT. KLI Kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi.

Tanggal 03 Maret 2017, untuk ketiga kalinya dia menyelundupkan sabu dan ekstasi lewat importir PT. MGM Jakarta. Kontainer dikirim ke PT. KLI Kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi.

Tanggal 28 November 2017 ia mengirim Narkoba lewat importir PT. JKA Jakarta. Kontainer dikirim ke Gudang di Jalan Raya Jonggol KM.1 Bogor. Kasus ini berhasil diungkap Polres Metro Jakarta Utara. Kala itu polisi menyita sabu 1.998 gram, dan uang tunai 2,7 Miliar, mobil Suzuki APV dan Toyota Soluna, serta delapan mesin cuci.

Tanggal 7 Februari 2018, Lim Toh Hing kembali menyelundupkan sabu lewat importir PT. UMS Jakarta. Kontainer dikirim ke Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya No 36 Gudang E 12 Kosambi, Tangerang. Inilah akhir perjalanan hidupnya di ujung peluru polisi.

“Dari enam kali penyelundupan, polisi memperkirakan, Lim Toh Hing telah memasukkan sabu dari Malaysia ke Jakarta seberat 1,5 ton," tutupnya. (GR)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH