20 Warga Jabar Terinfeksi Omicron Berasal dari Luar Negeri Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kanan). (Humas Jabar)

MerahPutih.com - Virus corona jenis baru ini disebut-sebut lebih menular dari varian-varian sebelumnya, walaupun sejauh ini belum menunjukkan memiliki tingkat keparahan tinggi.

Terbaru, terdapat 20 orang warga Jawa Barat yang kini dikarantina karena terinfeksi Omicron.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan, 20 warga Jabar yang terinfeksi COVID-19 varian Omicron itu terdeteksi di luar wilayah Jabar seperti bandara. Adapun transmisi lokal di dalam wilayah Jabar hingga kini belum ditemukan.

Baca Juga:

Omicron di Jakarta Capai 252 Kasus, Hari Ini Bertambah 90 Orang

"Hari ini tercatat (identitas KTP) warga Jabar yang datang dari luar negeri kemudian dikarantina dan diketahui terpapar Omicron ada 20 orang, tapi tidak di level komunitas (transmisi lokal). Semuanya tersisir di batas negara yaitu di bandara, cuma KTP- nya tercatat sebagai warga Jabar," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (3/1).

Namun, seiring bertambah pasien COVID-19 Omicron dan ada transmisi lokal di provinsi lain, warga Jabar diminta agar waspada dan disiplin prokes.

"Jadi Omicron belum ada di tanah Jabar per hari ini, tapi yang KTP-nya Jabar sekarang dikarantina di Jakarta itu ada 20 orang," imbuhnya.

Saat ini, 20 orang warga Jabar tersebut sedang menjalani karantina di Jakarta. Gubernur memastikan penularannya belum masuk ke transmisi lokal di wilayah Jabar. Ridwan Kamil menambahkan, sebanyak 20 orang tersebut rata-rata habis yang berpergian dari luar negeri.

Baca Juga:

Kasus Omicron DKI Versi Pusat Beda, Anak Buah Anies Angkat Suara

Hal itu berbeda dengan temuan di Jawa Timur dari Bali yang masuk ke Surabaya, kata Ridwan Kamil. “Dari informasi yang saya terima, Jabar tidak begitu, banyak 20 tapi tidak beredar di komunitas, masih di karantina di batas negara yaitu di Jakarta, saya nyatakan belum ada transmisi lokal," jelasnya.

Ridwan Kamil mengaku telah menyiapkan antisipasi varian Omicron. Pihaknya telah menyiapkan instrumen pencegahan seperti yang dilakukan saat varian Delta datang ke Indonesia.

"Pemda Provinsi Jabar selalu proaktif. Kami bersama tim Komite melakukan perhitungan 14 hari pasca-Nataru (Natal dan Tahun Baru), kami asumsikan jika terjadi berita buruk akan seperti apa, maka ketersediaan oksigen kita lakukan persiapan, semua diulang persiapan seperti Delta," sebutnya.

Kendati penularan varian Omicron ini cepat, Ridwan Kamil meminta masyarakat tetap tenang dan waspada dengan membentengi diri melalui penerapan protokol kesehatan 5M ketika bepergian ke luar rumah.

Di sisi lain, ia mengabarkan bahwa kajian terhadap Omicron sejauh ini tidak meningkatkan kasus-kasus rawat inap. Artinya, orang dengan infeksi Omicron memiliki peluang sembuh yang besar.

"Tapi saya sampaikan berita baiknya supaya masyarakat tetap waspada dan tetap tenang. Jadi Omicron ini hasil laporan epidemiologi waktu saya rapat dengan Pak Luhut (Menkomarves RI), kemarin dinyatakan tingkat penularan cepat tetapi tingkat hospitalisasinya rendah. Jadi artinya yang kena Omicron itu banyak yang sembuh cepat. Jadi per hari ini belum ada yang dirawat di rumah sakit," tutur Ridwan Kamil. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Gegara Omicron Kemungkinan Grammy Award Ditunda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Muktamar NU Diharap Rumuskan Cara Pandang Keagamaan Sikapi RUU TPKS
Indonesia
Muktamar NU Diharap Rumuskan Cara Pandang Keagamaan Sikapi RUU TPKS

PKB sejak awal dalam posisi mendukung pengesahan RUU TPKS

RUU Perampasan Aset Belum Masuk Prolegnas Prioritas 2022
Indonesia
RUU Perampasan Aset Belum Masuk Prolegnas Prioritas 2022

“Saat ini, belum masuk prioritas,” kata anggota Badan Legislatif DPR Christina Aryani saat dihubungi, Senin (7/3).

Bupati Bogor Minta Pengusaha Hotel dan Restauran Bersabar
Indonesia
Bupati Bogor Minta Pengusaha Hotel dan Restauran Bersabar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah berupaya memberikan keringanan pada para pengusaha tersebut, salah satunya dengan memberi relaksasi pajak.

[HOAKS atau FAKTA] Anies Beri Uang APBD Rp 63 Miliar ke Istrinya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Anies Beri Uang APBD Rp 63 Miliar ke Istrinya

Beredar informasi di media sosial Facebook jika Gubernur Anies Baswedan memberikan dana APBD Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 63 miliar kepada istrinya, Fery Farhati.

Pasien Positif COVID-19 Jumat (24/12) Bertambah 204 Orang
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 Jumat (24/12) Bertambah 204 Orang

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 5 orang

Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19
Indonesia
Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19

Tanggal 4 Agustus 2021 yang lalu, kasus COVID-19 global telah mencapai angka 200 juta, di mana penyebarannya terjadi dua kali lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kuasa Hukum Heru Hidayat Sebut JPU Sudah Kehabisan Akal
Indonesia
Kuasa Hukum Heru Hidayat Sebut JPU Sudah Kehabisan Akal

Kresna juga menyayangkan tindakan JPU yang kembali memaksakan tuduhan kerugian negara dalam kasus Asabri sebesar Rp 22 triliun hanya dengan menghitung uang keluar Asabri

[HOAKS atau FAKTA]: Turunkan Berat Badan 15 Kg Seminggu Dapat Penghargaan Mensos
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Turunkan Berat Badan 15 Kg Seminggu Dapat Penghargaan Mensos

Foto pelajar tersebut ternyata sering digunakan untuk iklan-iklan pelangsing tubuh.

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemerintah Diminta Genjot Vaksinasi
Indonesia
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemerintah Diminta Genjot Vaksinasi

Selain evaluasi berbasis data kesehatan dari WHO, Mufida berharap pemerataan vaksinasi menjadi perhatian serius Pemerintah.

Pulihkan Ekonomi Pedagang, Teras Cihampelas Bandung Bakal Direvitalisasi
Indonesia
Pulihkan Ekonomi Pedagang, Teras Cihampelas Bandung Bakal Direvitalisasi

Sebelumnya pada Mei lalu Teras Cihampelas telah direaktivasi. Namun karena pada Juni-September kasus COVID-19 melonjak ditambah adanya kebijakan PPKM Jawa-Bali maka terpaksa Teras Cihampelas harus ditutup.