20 Anak Korban Pencabulan Pengurus Gereja Herkulanus Depok Trauma Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

MerahPutih.com - Sebanyak 20 anak yang menjadi korban pencabulan SM di Paroki Gereja Santo Herkulanus, Depok, Jawa Barat mengalami trauma.

Kuasa hukum korban Azas Tigor Nainggolan mengatakan banyak anak-anak di bawah umur itu yang masih ketakutan dan belum berani terbuka.

Baca Juga

Kasus Pencabulan 20 Putra Altar di Gereja Santo Herkulanus Depok Harus Diusut Tuntas

"Korban trauma penyembuhan ini sangat lama. Kalau tak didampingi masa depan mereka terancam," kata Tigor kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (22/5).

Tigor melanjutkan, pencabulan yang dilakukan SM terjadi sejak 2002 lalu hingga Maret lalu. Pelaku yang kebetulan menjadi pendamping mereka itu, melakukan aksinya di beberapa tempat. Seperti perpustakaan Paroki, rumah pelaku hingga di dalam mobil.

"Modusnya itu mau diajak pelatihan misdnar. Korban biasanya disuruh pulang terakhir," jelas Tigor.

Bahkan, SM yang disebut berprofesi sebagai lawyer ini juga kerap memberikan mainan, sepatu dan makanan untuk korban agar ia mau menuruti aksi bejatnya.

"Ada korban yang dikasih sepatu mahal dan hadiah sampai modus diajak rapat di dalam perpustakaan," jelas Tigor.

Tigor mengakui ada upaya dari berbagai pihak agar kasus ini tak diteruskan karena dianggap aib.

"Saya tak mau kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku harus diproses hukum seberat-beratnya karena makin banyak korban yang melapor," terang Tigor.

Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

Ia berharap agar pelaku diberi juga sanksi sosial dan hukuman kebiri. "Hukuman seberat mungkin agar bisa memutus mata rantai seksual. Ini agar masyarakag tau ini kejahatan berat dan ada efek jera. Dengan pemberantan karena dia kan harusnya orang yang membimbing harus dikebiri," jelas Tigor.

Bahkan, Tigor meminta gelar pendidikan dan keprofesian SM dicabut.

"Dia kan advokat harus dicabut. Lalu gelar sarjana juga mesti dicabut. Ini supaya tak ada lagi peristiwa semacam ini," tutup Tigor.

Pastor Gereja Paroki Depok, Romo Yosef Sirilus Natet mengatakan, dengan adanya kejadian itu memunculkan kekhawatiran orang tua, namun dirinya mengatakan itu menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya membangun gereja lebih baik.

“Buat kami, kepanikan ini jadi bagian dari apa yang mungkin sudah menjadi komitmen kami untuk membongkar apa yang terjadi,” kata Natet kepada wartawan.

Natet mengatakan, penyelesaian kasus hingga tuntas menjadi komitmen gereja selain lebih selektif memilih pengurus, melakukan rehabilitasi terhadap anak yang menjadi korban dan akan menjadikan gereja menjadi ramah anak.

“Agar anak benar-benar aman dan terhindar dari kekerasan dan pelecehan,” kata dia.

Natet telah berkoordinasi dengan keuskupan dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

“Kami koordinasi dengan keuskupan dan KWI yang memang ada tim kuasa hukum dan psikologisnya untuk bisa diupayakan agar sisi hukum dan psikologis anak yang jadi korban,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, pengurus gereja di Depok ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan anak. Korbannya merupakan bocah laki-laki jemaat gereja tersebut. Para anak ini, banyak yang bertugas melayani di altar saat misa.

Baca Juga

Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Disiplin Lawan COVID-19

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan, tersangka pencabulan anak, SM, 42 tahun, diringkus aparat kepolisian pada Minggu 14 Juni 2020 berdasar laporan beberapa orang tua.

“Pada tersangka kami sangkakan Pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Azis. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nekat Adakan Dangdutan di Tengah Pandemi, Sejumlah Oknum Polisi Diperiksa Propam
Indonesia
Nekat Adakan Dangdutan di Tengah Pandemi, Sejumlah Oknum Polisi Diperiksa Propam

Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran sudah memerintahkan fungsi pengawas termasuk penekanan kembali kepada fungsi Propam

Pemudik yang Pakai Motor Juga Bakal Diperiksa di Lokasi Penyekatan
Indonesia
Pemudik yang Pakai Motor Juga Bakal Diperiksa di Lokasi Penyekatan

"Untuk pemudik menggunakan motor akan diperiksa di titik penyekatan," ujar Sambodo kepada wartawan, Rabu (5/5).

Stok Pangan Mencukupi, Pemerintah Tak Pantas Impor Beras
Indonesia
Stok Pangan Mencukupi, Pemerintah Tak Pantas Impor Beras

Bila diakumulasikan, jumlah stok beras yang ada saat ini masih 6 juta ton

Anies Siapkan Skenario Atasi 100 Ribu Kasus Aktif Corona di Jakarta
Indonesia
Anies Siapkan Skenario Atasi 100 Ribu Kasus Aktif Corona di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku, telah menyiapkan skenario adanya 100 ribu kasus aktif sejak lama.

KPK Dalami Pemberian Perhiasan dari Stafsus Edhy Prabowo ke Wanita Ini
Indonesia
KPK Dalami Pemberian Perhiasan dari Stafsus Edhy Prabowo ke Wanita Ini

KPK mendalami pemberian perhiasan dan jam tangan mewah dari Andreau Pribadi Misanta untuk wanita pengurus rumah tangga bernama Devi Komalasari.

Andi Samsan Nganro Terpilih Jadi Wakil Ketua Mahkamah Agung
Indonesia
Andi Samsan Nganro Terpilih Jadi Wakil Ketua Mahkamah Agung

Andi Samsan Ngaro terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) bidang Yudisial.

Ibadah Haji 2021, Menag Gus Yaqut: Skenario Pembatasan Pemberangkatan Disiapkan
Indonesia
Ibadah Haji 2021, Menag Gus Yaqut: Skenario Pembatasan Pemberangkatan Disiapkan

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan sejumlah sekenario dalam menyambut ibadah haji 2021.

Teror Bom Bunuh Diri di Makassar Jadi Teguran Keras untuk Pemerintah
Indonesia
Teror Bom Bunuh Diri di Makassar Jadi Teguran Keras untuk Pemerintah

Peristiwa bom bunuh di Makassar merupakan sinyal keras bagi seluruh pihak, terutama pemerintah untuk tidak pernah kendor dalam melaksanakan ‘protokol’ penanganan ekstremisme-kekerasan.

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Corona, DPR Minta Ada Tindakan Hukum
Indonesia
Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Corona, DPR Minta Ada Tindakan Hukum

"Jika nyata-nyata merugikan kepentingan umum, harus ada tindakan hukum yang tegas. Saya kira banyak klausul hukum yang bisa diterapkan terkait hal itu," kata dia.

Bupati Halmahera Timur Meninggal Seusai Daftar Pilkada di KPU
Indonesia
Bupati Halmahera Timur Meninggal Seusai Daftar Pilkada di KPU

sebelum wafat, Muhdin Ma'bud jatuh pingsan saat menyampaikan pidato di hadapan para pendukungnya yang memadati kantor KPU setempat.