2 Tersangka Kasus Konser Berdendang Bergoyang Lolos dari Penahanan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin. ANTARA/Ulfa Jainita/aa.

MerahPutih.com - Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus festival musik yang bertajuk Berdendang Bergoyang.

Meski demikian, kedua tersangka kasus membludaknya konser musik itu tidak dilakukan penahanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin membeberkan alasannya.

Baca Juga:

Panitia Konser Berdendang Bergoyang Dijerat UU Karantina dan Pidana Kelalaian

"(Tidak ditahan) karena mereka kooperatif selama proses pemeriksaan," ujar Komarudin kepada wartawan di Jakarta, Senin, (7/11).

Dua tersangka tersebut berinisial HA dan DP yang merupakan penanggung jawab konser dan Direktur Perusahaan yang menaungi event organizer festival musik Berdendang Bergoyang.

Komarudin menjelaskan, keduanya dipersangkakan dengan Pasal 360 KUHAP Ayat (2) dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Ancaman hukuman setahun denda Rp 100 juta," papar mantan Kapolres Metro Tangerang Kota itu.

Penyidik menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh panitia penyelenggara konser Berdendang Bergoyang, salah satunya ialah terkait dengan over kapasitas penonton.

Tak cuma itu, jumlah tiket yang terjual juga tidak sesuai dengan yang disampaikan panitia penyelenggara pada saat mengajukan permohonan surat izin keramaian kepada kepolisian, Dinas Parekraf, dan Satgas COVID-19.

Baca Juga:

Panpel Konser Berdendang Bergoyang Terancam Pasal Berlapis

Panitia pada saat mengajukan permohonan izin keramaian ke kepolisian mencantumkan jumlah peserta sebanyak 3 ribu orang.

Sementara ketika mengajukan kepada Dinas Parekraf dan Satgas COVID-19, panitia mencantumkan sebanyak 5 ribu orang.

"Nyatanya target panitia 30 ribu tiket. Dari hasil yang kami temukan bahwa panitia sudah menjual sebanyak 27.879 tiket," beber Komarudin.

Dalam konser musik ini pula ditemukan beberapa penonton konser mengalami luka-luka lantaran terinjak karena berdesakan dengan penonton lainnya.

"Jadi ini ada potensi ancaman keselamatan termasuk juga karena sudah ada korban," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Panitia Konser Berdendang Bergoyang Jual Tiket 9 Kali Lipat dari Izin yang Diajukan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bayar Tagihan RSUD Pasar Minggu Bisa Pakai JakOne Mobile
Indonesia
Bayar Tagihan RSUD Pasar Minggu Bisa Pakai JakOne Mobile

Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono, menyampaikan, implementasi sistem pembayaran digital di RSUD Pasar Minggu memang menjadi fokus pihaknya dalam memudahkan para pasien dalam bertransaksi.

Dalam Sehari, 14.416 Orang Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Dalam Sehari, 14.416 Orang Berhasil Sembuh dari COVID-19

Hari demi hari, penambahan kasus pasien COVID-19 terus terjadi. Kini, jumlah kasus COVID-19 bertambah 585 kasus pada Kamis (21/4) menjadi 6.042.595 Lalu, pasien sembuh bertambah 14.416 menjadi 5.855.361. Kemudian, pasien meninggal bertambah 41 menjadi 156.015

Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pemilu 2024 Ditunda
Indonesia
Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pemilu 2024 Ditunda

Mayoritas publik menolak penundaan Pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan presiden.

Perang Rusia Ukraina Bikin APBN Tertekan
Indonesia
Perang Rusia Ukraina Bikin APBN Tertekan

Dalam APBN 2022, pemerintah bersama DPR telah menetapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sebesar Rp 14.350 per dolar AS

Kelompok DPD di MPR Desak Usulan Amendemen Penguatan Kewenangan DPD RI
Indonesia
Kelompok DPD di MPR Desak Usulan Amendemen Penguatan Kewenangan DPD RI

Desakan dari mayoritas anggota Kelompok DPD di MPR RI agar usul penguatan kewenangan DPD mengemuka.

Ganjil Genap di Kawasan Puncak Bogor, Polisi Ancam Putar Balik Kendaraan
Indonesia
Ganjil Genap di Kawasan Puncak Bogor, Polisi Ancam Putar Balik Kendaraan

Libur akhir pekan selama tiga hari berpotensi menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di kawasan Puncak, Jawa Barat. Polres Bogor mulai memberlakukan sistem ganjil genap ke arah Puncak, Bogor sejak Kamis (14/4) kemarin.

Prabowo Belum Tentukan Cawapres, Cak Imin jadi Pilihan Paling Realistis
Indonesia
Prabowo Belum Tentukan Cawapres, Cak Imin jadi Pilihan Paling Realistis

Ujang menilai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang paling mungkin menjadi pasangan Prabowo bila maju dalam Pilpres 2024.

Kejagung Ungkap Barang Impor Dilabeli Produk Lokal, dari Garam hingga Alat Kesehatan
Indonesia
Kejagung Ungkap Barang Impor Dilabeli Produk Lokal, dari Garam hingga Alat Kesehatan

Kejaksaan Agung menemukan barang impor dengan label produk dalam negeri.

PPP Sarankan Anggaran Gorden Rumdin Rp 48 Miliar untuk Bantu Rakyat
Indonesia
PPP Sarankan Anggaran Gorden Rumdin Rp 48 Miliar untuk Bantu Rakyat

Awiek menyarankan, sebaiknya anggaran tersebut dialokasikan untuk kepentingan masyarakat menjelang bulan Ramadan.

Megawati Sebut Tanpa PDIP, Jokowi tidak Bisa jadi Presiden
Indonesia
Megawati Sebut Tanpa PDIP, Jokowi tidak Bisa jadi Presiden

"Pak Jokowi kalau enggak ada PDI Perjuangan ya kasian dah. Lho, legal formal lho. Mereka jadi presiden enggak ada gini, legal formal, ikutan aturan mainnya," kata Megawati.