2 Sinyal yang Muncul dari Pertemuan Paloh-PKS versi Pengamat Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Merahputih.com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai ada dua sinyal yang bisa dibaca dari pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Pertama, ini merupakan manuver politik yang dilakukan oleh Nasdem agar mereka diperhatikan dalam koalisi. Lalu, pertemuan ini bisa menjadi sinyal kerjasama jangka panjang dan jangka pendek.

Baca Juga:

Ketemu Isu Tertentu, PAN, PKS dan Demokrat Akan Bersatu

"Kerjasama jangka pendek bisa berupa kerjasama saat pilkada serentak 171 wilayah tahun 2020. Sementara kerjasama jangka panjang bisa berupa mempersiapkan kekuatan politik menuju pilpres tahun 2024 nanti," jelas Wempy kepada merahputih.com, Jumat (1/11).

Wempy meyakini, apa yang dilakukan oleh Nasdem bisa saja dibaca oleh publik bahwa ini bagian dari kekecewaan Nasdem atas masuknya partai baru dalam koalisi.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kedua kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Padahal hal tersebut tidak berkontribusi dalam memenangkan Jokowi-Maruf Amin. Secara logika, bisa diterima. Namun mungkin ada pertimbangan yang sangat serius dan demi kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar sehingga Partai Gerindea diterima salam koalisi.

"Nah hal seperti ini sebenarnya harus sudah selesai ditingkat elit. Tidak perlu mengumbar kekecewaan dengan melakukan manuver politik. Karena manuver tersebut hanya akan merugikan partai itu sendiri," imbuh Wempy.

Sayangnya, Wempy menyebut, jika Nasdem berkoalisi dengan PKS, mereka belum nampak kekuatan politik yang dimiliki.

Baca Juga:

PKS-Gerindra Tetap Koalisi di DKI

Kalau PKS sendiri mereka merupakan Partai yang memiliki militansi yang sangat tinggi. Tidak demikian dengan Nasdem yang militansinya lemah. "Justru kehadiran Nasdem di PKS bisa membuat pemilihnya meninggalkan Nasdem dan beralih ke partai nasionalis lainnya," tutup Wempy. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH