2 Siklon Akibatkan Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter Terjadi di Berbagai Daerah

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Januari 2026
2 Siklon Akibatkan Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter Terjadi di Berbagai Daerah

Peta pergerakan Siklon Tropis Nokaen yang terpantau berada di sekitar 10,3 derajat Lintang Utara dan 128,8 derajat Bujur Timur di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kamis (15/1/2026).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter bakal terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, perairan selatan Jawa Tengah hingga selatan Pulau Sumba, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, dan Laut Sawu.

Gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lalu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, perairan Bitung dan Sangihe, Manokwari bagian utara, Raja Ampat bagian utara, Biak bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.

Gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 - 4 meter diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku.

Baca juga:

Prediksi Cuaca 1 Januari 2026: Siklon Hayley Melemah di Australia, Kota-Kota Besar Indonesia Masih akan Diguyur Hujan Sangat Lebat

Hal itu akibat keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon Tropis 96S di wilayah perairan Indonesia yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.

Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)Andri Ramadhani melaporkan, satu siklon tropis dan satu bibit siklon tropis terpantau berada dalam wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, yakni Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon Tropis 96S, yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

"Siklon Tropis Nokaen tercatat tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026 pukul 13.00 WIB," kata dia.

Ia menjelaskan, sistem tersebut terpantau berada di sekitar 10,3 derajat Lintang Utara dan 128,8 derajat Bujur Timur di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam serta tekanan minimum 1.000 hPa.

BMKG memprakirakan Siklon Tropis Nokaen akan berkembang secara persisten dan bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.Namun, dampak tidak langsungnya berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 96S terpantau berada di sekitar 15,2 derajat Lintang Selatan dan 113,0 derajat Bujur Timur di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam serta tekanan minimum 1.002 hPa.

Andri menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

"Dampak tidak langsung dari sistem ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat," katanya.

#Siklon Tropis #BMKG #Hujan Deras
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Jakarta Makin Gerah, Ini Penjelasan BMKG soal Kondisi Cuaca
Sejumlah pejalan kaki memakai payung saat beraktivitas di Kawasan Dukuh Atas, Bundaran HI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Oktober 2026
Jakarta Makin Gerah, Ini Penjelasan BMKG soal Kondisi Cuaca
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu, 21 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat, Petir, Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
BMKG memprakirakan hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada Rabu, 21 Oktober 2026. Waspadai gelombang laut hingga 4 meter dan banjir rob.
Frengky Aruan - Rabu, 21 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu, 21 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat, Petir, Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa, 20 Oktober 2026: Gelombang Tinggi Mengintai, Sejumlah Kota Berpotensi Hujan
Prakiraan cuaca BMKG Selasa, 20 Oktober 2026, mencakup potensi hujan ringan, udara kabur, Siklon Tropis Champi, dan gelombang tinggi hingga 4 meter.
Frengky Aruan - Selasa, 20 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa, 20 Oktober 2026: Gelombang Tinggi Mengintai, Sejumlah Kota Berpotensi Hujan
Indonesia
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, pada Jumat (16/10).
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 189 titik.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 19 Oktober: Hujan Petir Perlu Diwaspadai, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Prakiraan cuaca BMKG Senin, 19 Oktober 2026: hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter, dan potensi banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 19 Oktober: Hujan Petir Perlu Diwaspadai, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Indonesia
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Asap karhutla mulai menjauh dari Jabodetabek, tetapi kualitas udara Jakarta masih tidak sehat di sejumlah titik. BMKG mengingatkan potensi cuaca kering dan kebakaran hutan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026: Hujan Petir Mengintai, Penerbangan Diminta Waspada
Prakiraan cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026, menunjukkan potensi hujan ringan, petir, dan kabut di sejumlah wilayah Indonesia. Waspadai awan Cumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026: Hujan Petir Mengintai, Penerbangan Diminta Waspada
Indonesia
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Bagikan