2 Juta Warga DKI Bakal Diberikan Bansos hingga Desember Ilustrasi - Petugas mengangkut bantuan sosial dari Kemensos yang segera disalurkan ke penyandang disabilitas terdampak COVID-19. (ANTARA/ (Humas Ditjen Rehabilitasi Sosial)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tetap akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak pandemi virus corona.

Kepastian itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dia menyampaikan hal itu terkait akan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total pada Senin (14/9). PSBB yang diterapkan seperti awal COVID-19 melanda ibu kota itu diharapkan menurunkan tingkat penularan.

Baca Juga:

Polri-TNI Gelar Operasi Besar-besaran saat PSBB Total, Jaksa Siapkan Sanksi Pidana

"Tentang pemberian bansos tetap berjalan, bansos diberikan sesuai jadwal yang sudah disusun sampai akhir tahun," kata Anies saat konfrensi pers di akun YouTube Pemprov DKI, Jakarta, Minggu (13/9).

Para penerima bansos, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) ini menuturkan, yakni mereka yang terdata di Pempro DKI Jakarta.

"Penerima bantuan ini sesuai data yang sudah ada seperti yang selama ini berjalan jumlahnya 2.460.000 keluarga rentan (miskin) yang ada di Jakarta insyaallah dilakukan sampai Desember 2020," ujarnya.

Pembiayaan bansos sendiri disebut dilakukan melalui APBN, Kememsos, dan APBD. Sedangkan pendistribusian melalui PD Pasar Jaya.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan aturan baru untuk menekan penularan COVID-19 di Jakarta.

Meski bertujuan untuk membatasi pergerakan masyarakat, Anies tak membuat PSBB seketat awal masa pandemi.

Padahal, Anies awalnya mewacanakan mulai 14 September besok, PSBB akan diperketat lebih daripada ketika masa PSBB transisi. Namun ternyata, Anies tetap melakukan sejumlah pelonggaran.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Antara/Ricky Prayoga)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Antara/Ricky Prayoga)

Aturan baru penerapan PSBB tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 88 tahun 2020 yang diterbitkan hari ini. Aturan ini merevisi Pergub nomor 33 tentang pelaksanaan PSBB yang sempat diberlakukan di masa awal pandemi sejak 10 April sampai bulan Juni.

"Kita memasuki fase pembatasan yang berbeda dari masa transisi kemarin," ujar Anies.

"Prinsipnya dalam masa PSBB yang berlaku di Jakarta sejak tanggal 10 April dan sampai sekarang masih berstatus PSBB," tambahnya.

Dalam aturan ini, Anies hanya mengizinkan 11 sektor yang dianggap penting untuk beroperasi, sama seperti aturan PSBB awal pandemi.

Namun kali ini bedanya, selain 11 sektor itu, perkantoran boleh dibuka dengan syarat maksimal kapasitas 25 persen.

"Apabila sebagian pegawai harus bekerja di kantor, maka pimpinan tempat kerja harus bisa membatasi paling banyak 25 persen pegawai berada dalam tempat kerja dalam waktu bersamaan," kata Anies.

Selain itu, Anies juga tidak membicarakan sama sekali soal pembatasan pergerakan orang keluar-masuk Jakarta. Pada masa awal PSBB, ada aturan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta yang berlaku di seluruh Jabodetabek.

Ia hanya membatasi kapasitas di kendaraan pribadi dan angkutan umum. Jam operasional juga akan disesuaikan nantinya.

"Kemudian ada pembatasan frekuensi layanan dan armada. Lalu transportasi darat, kereta, dan kapal penumpang juga diatur dengan pembatasan jumlah penumpang per kendataannya," jelasnya.

Baca Juga:

Anies Dipastikan Tak Langkahi Pemerintah Pusat Terapkan PSBB Total

Lalu, pasar dan mal masih boleh dibuka, tidak seperti PSBB awal pandemi. Seluruh tempat harus menerapkan protokol pencegahan penularan corona.

"Tapi restoran, rumah makan, kafe yang berada di dalamnya hanya boleh menerima pesan antar dan bawa pulang," jelas dia.

Selain itu, sekolah dan tempat hiburan seluruhnya masih ditutup.

Demikian juga dengan ojek online yang masih boleh mengangkut penumpang.

"Motor berbasis aplikasi diperbolehkan mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Jakarta Tiadakan Isolasi Mandiri di Rumah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Gegara Kekurangan Monyet, Tiongkok Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Gegara Kekurangan Monyet, Tiongkok Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia

Di Indonesia negara ber-Pancasila yang berpenduduk sekitar 265 juta manusia, Jokowi dan timnya, menyatakan akan menguji coba vaksin ini ke sekitar 1.600 Manusia WNI.

Terkait Jam Malam, Ini Jalan-Jalan di Jakarta Terkena Penyekatan
Indonesia
Terkait Jam Malam, Ini Jalan-Jalan di Jakarta Terkena Penyekatan

Polda Metro Jaya malam ini menyekat 10 titik ruas jalan ibu kota terkait pembatasan mobilitas pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Tak akan Jadi King Maker, Pilpres 2024 The Last Battle Bagi Prabowo
Indonesia
Tak akan Jadi King Maker, Pilpres 2024 The Last Battle Bagi Prabowo

"Prabowo sudah dipastikan akan maju lagi, 99,9 persen akan maju lagi," kata Ujang

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy Terpapar COVID-19
Indonesia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy Terpapar COVID-19

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy masuk rumah sakit setelah terinfeksi virus corona awal pekan ini.

[HOAKS atau FAKTA]: Joe Biden Rayakan Ulang Tahun Tak Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Joe Biden Rayakan Ulang Tahun Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Beredar sebuah narasi yang menyebutkan bahwa pesta ulang tahun Biden tidak menggunakan masker dan jaga jarak.

Ini Aturan Pengguna KRL saat PSBB Total Jakarta
Indonesia
Ini Aturan Pengguna KRL saat PSBB Total Jakarta

KCI memastikan terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat bagi seluruh pengguna KRL maupun petugas stasiun.

Selain Vaksin, Ini Kerjasama yang Dijajaki RI dengan Inggris
Indonesia
Selain Vaksin, Ini Kerjasama yang Dijajaki RI dengan Inggris

Perwakilan pemerintah Indonesia berjumpa menteri luar negeri Inggris Dominic Raab serta otoritas yang terlibat dalam Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Deklarasi Dukun di Banyuwangi Diselidiki Polisi, PKB: Polisi Ada yang Menggunakan Dukun
Indonesia
13 Ribu Penumpang Kereta Api Berangkat dari Stasiun Gambir dan Senen
Indonesia
13 Ribu Penumpang Kereta Api Berangkat dari Stasiun Gambir dan Senen

70 persen ini dari kuota maksimal 70 persen, bukan total dari keseluruhan tempat duduk

Perbolehkan Road Bike di JLNT Dinilai Berbahaya
Indonesia
Perbolehkan Road Bike di JLNT Dinilai Berbahaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan fasilitas jalur khusus kepada para pesepeda road bike di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang (JLNT Casablanca) setiap akhir pekan.