2 Jam Nonton di Bisokop Berujung 14 Hari Karantina, Apakah Sepadan? Apakah sebanding risiko menonton di bioskop di saat pandemi. (Foto: Unsplash/@Krits Luhaers)

AKHIRNYA bioskop kembali dibuka. Namun ucapkan selamat tinggal sama kisah klise pembelian tiket (langsung) dengan memilih posisi duduk yang menurutmu paling nyaman. Soalnya peraturan baru menonton di bioskop akan berubah total, terutama dalam hal tempat duduk.

Mau mesra-mesraan nampaknya juga akan sulit, terlebih adanya peraturan yang mengharuskan hidung dan mulut untuk selalu tertutup masker. Jadi enggak ada lagi tuh yang namanya modus di teater atau studio bioskop.

Dua perusahaan sinema terbesar di Indonesia baru saja mengumumkan kabar pembukaan kembali beberapa cabangnya. Bandung, Batam, Ternate, Jayapura, Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda jadi beberapa kota perdana tempat bioskop kembali dibuka.

Sayangnya, Jakarta belum termasuk di dalam daftar bioskop yang akan di buka kembali. Entah sampai kapan. Mungkin dalam waku dekat. Hanya Tuhan dan pihak bioskop yang mungkin tahu jawabannya. Meski demikian, sepertinya ada saja movigoers ibu kota yang sudah enggak sabar membeli tiket.

Baca juga:

Drive-In Cinema, Pengobat Rindu Nonton Film di Bioskop

Enggak heran sih, soalnya sudah hampir tujuh bulan kegiatan menonton hanya dilakukan lewat layar TV atau gawai saja. Jika beruntung, mungkin sempat merasakan sensasi menyaksikan film di dalam mobil seperti yang ditawarkan beberapa drive-in cinema beberapa bulan terakhir.

Rasa rindu yang semakin membara itu membuat beberapa orang akhirnya nekat menggila dan cus melampiaskan hasrat untuk nonton film di bioskop. Seperti apa yang sudah direncanakan oleh Etha sesaat bioskop kembali dibuka.

2 Jam Nonton di Bisokop Berujung 14 Hari Karantina, Apakah Sepadan?
Beberapa bioskop di Indonesia akhirnya kembali dibuka Oktober 2020. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A)

Etha menyebut dirinya pencinta film sejati. Sebelum pandemi datang, dia adalah seorang yang menyebut bioskop sebagai rumah ketiga, setelah rumah asli dan kampusnya. Maklum, kala itu dia masih si pejuang skripsi yang menghabiskan waktu dengan buku-buku tebal tulisan para ahli sebagai sumber referensi.

Setiap minggunya, menyaksikan film di bioskop jadi kegiatan yang tak pernah terlewat. Mantengin jadwal perilisan film supaya bisa segera atur waktu buat nonton bareng teman terdekat sudah menjadi hobi.

Buatnya, nonton bioskop itu sesuatu yang menyenangkan karena bisa mengikuti hype. Buru-buru beli tiket terutama untuk judul film populer, jadi sebuah tantangan yang seru. Tak jarang Etha akan bela-belain perang tiket supaya bisa menonton di hari pertama. Keberhasilan sepele macam itu jadi sebuah pencapaian buatnya.

Ketika pandemi melanda dan bioskop harus tutup, seperti ada yang hilang dalam hidupnya. Ia merasa sangat sedih karena tidak ada lagi rutinitas loncat ke sana kemari untuk menonton di bioskop. Melewati tujuh bulan terakhir, rindu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya.

"Paling kangen tuh pas beli tiket, nungguin masuk teater dipanggil-panggil 'pintu teater sudah dibuka', sama diskusi pas filmnya kelar," kenangnya. Jangan salah, Etha juga perempuan yang suka menyaksikan film di Netflix, tapi menurutnya tetap saja ada yang berbeda.

"'Vibe di bioskop beda. Kalau Netflix kan lu nonton sendiri. Misalnya nonton Avengers. Saat Captain America mengangkat mjolnir lu bakal 'anjay-anjay' bareng penonton lain. Tapi ketika menonton sendirian kan rasanya jadi awkward," jelasnya.

Meski berangkat nonton di bioskop sendiri, akhirnya ia tidak pernah merasa sepi karena seisi studio seolah menjadi teman. Lebih lanjut, ketika menonton bioskop Etaha tidak bisa menjeda film seperti Netflix dan menurutnya di situlah kunci keseruannya. Dari itu selama berbulan-bulan lamanya ia sudah menanti kapan bioskop akan kembali membuka pintu teaternya.

Sekarang keinginannya itu baru setengah terwujud, karena sayangnya bioskop di Jakarta belum ada yang dibuka. Namun, Etha sudah punya segudang rencana untuk dieksekusi untuk melampiaskan kerinduannya ketika akan pergi ke bioskop.

2 Jam Nonton di Bisokop Berujung 14 Hari Karantina, Apakah Sepadan?
Etha akan menyewa satu teater jika bioskop Jakarta sudah kembali dibuka. (Foto: Unplash/@Vladimir Fedotov)

"Gue akan beli tiket enam kursi ke kanan, enam kursi ke kiri, ke belakang, dan ke depan. Terus datang awal-awal buat bersih-bersih dulu. Terus bawa tatakan bangku, jadi gue enggak langsung bersentuhan dengan kursi bioskop," ungkapnya.

Peraturan selang-seling ternyata kurang membuatnya merasa tenang. Sehingga Etha memutuskan untuk mengamankan kursi di depan, belakang, samping kanan dan kirinya supaya pasti akan berjarak dengan orang lain.

Enggak hanya itu, agar lebih aman Etha punya cara gila lainnya. Ia berencana untuk menyewa satu teater supaya hanya dia sendiri yang berada di dalamnya. Hmm, dari mana uangnya? "Kan selama enam bulan enggak ke bioskop. Otomatis pengeluaran lebih sedikit dan duitnya gue tabung lah. Dulu kan kalau nonton harus keluarin uang buat tiket, makan, dan ongkos. Jadi selama enam bulan duitnya sudah gue simpan jadi bisa lah beli kursi banyak," jelasnya.

Etha punya alasan mengapa dia kekeh ingin pergi nonton di bioskop. "Ya takut mah ada. Cuma kan gimana, mau sampai kapan? Di negara lain sudah buka kan? Asal ikut protokol kayaknya enggak masalah. Apalagi industri film salah satu yang terdampak. Kalau di hold terus orang enggak ada penghasilan," pikirnya. "'Both sides' (perusahaan sinema dan penonton) harus saling mendukung lah," tambahnya. Tapi apakah risikonya sepadan? Menonton di bioskop kala kondisi pandemi yang masih simpang siur ini?

"Kan belum tentu kena (virus). Dengan protokol yang gue tetapkan sendiri itu risikonya harusnya jadi semakin kecil kok," yakin Etha.

2 Jam Nonton di Bisokop Berujung 14 Hari Karantina, Apakah Sepadan?
Pihak bioskop berjanji akan mematuhi sejumlah protokol yang berlaku untuk menjaga keamanan penontonnya. (Foto: Pexels/@Brett Sayles)

Sebenarnya Indonesia memang bukan negara pertama yang membuka kembali sinemanya. Mengutip laman Screen Daily, sudah lebih dari 40 negara di dunia yang mulai membuka bioskopnya sejak Mei 2020. Semuanya meyakinkan bahwa pihak perusahaan akan menerapkan protokol yang berlaku, agar pengunjung bisa kembali menonton tanpa ragu.

Selain itu seperti yang disebutkan Etha, bioskop memang jadi salah sektor yang sangat terdampak karena pandemi COVID-19 ini. Pemecatan pegawai dan kerugian besar-besaran jadi akibatnya.

Sehingga sebenarnya pembukaan kembali bioskop jadi satu-satunya solusi yang bisa dilakukan untuk membantu industri sinema dan film. Terlebuh bioskop sudah terus menerus di PHP-in sama pemerintah beberapa bulan terakhir. Buat mereka ini seperti oasis di tengah gurun, secercah harapan untuk kembali bangkit dan berdikari.

Baca juga:

Bioskop Akan Kembali di Buka, Pengelola Justru Ekspresikan Kekecewaannya. Loh?

Kredit : samantha_samsuddin

Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH