2 Hari Berturut IHSG Terpukul Imbas Perang Iran, Pelaku Pasar Makin Tiarap

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 03 Maret 2026
2 Hari Berturut IHSG Terpukul Imbas Perang Iran, Pelaku Pasar Makin Tiarap

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dua hari berturut perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpukul imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Setelah Senin (2/3) kemarin IIHSG ditutup melemah 195,22 poin atau 2,33 persen, hari ini kembali turun 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77. Konflik timur tengah yang kian lama membuat pelaku pasar makin tiarap.

“Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif (di kalangan pelaku pasar),” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (3/3).

Baca juga:

IHSG Anjlok, Investasi Safe Haven dan Saham Energi Melejit Imbas Konflik AS-Iran

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Aksi Iran menutup Selat Hormuz juga menimbulkan gejolak di pasar energi global akrena merupakan jalur perdagangan minyak utama dunia

Sekitar 13 juta barel per hari (bpd) melewati Selat Hormuz pada 2025, mewakili 31 persen dari seluruh aliran minyak mentah melalui laut.

“Penutupan selat tersebut secara berkepanjangan diperkirakan akan menimbulkan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut, yang dapat mendorong kenaikan inflasi,” tandas Ratna, dilansir Antara.

Perang antara Iran dengan AS dan Israel sendiri telah memasuki hari keempat. Presiden AS Donald Trump juga sudah memperingatkan perang bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan awal empat pekan.

Baca juga:

Selat Hormuz Memanas, Ratusan Tangker Terjebak Bikin Harga Minyak Terbang Tinggi

Bursa Asia Ikut Tertekan

Bursa saham regional Asia juga mengalami tekanan. Indeks Nikkei melemah 1.778,09 poin atau 3,06 persen ke 56.279,10. Indeks Shanghai turun 59,90 poin atau 1,43 persen ke 4.122,68. Indeks Hang Seng melemah 291,76 poin atau 1,12 persen ke 25.768,08. Sementara indeks Strait Times justru menguat 20,64 poin atau 0,42 persen ke 4.911,50. (*)

#IHSG #Konflik Timur Tengah #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 pada Jumat 16 Oktober 2026. Duit asing Rp 2,9 Triliun melayang usai MSCI kaji ulang status Emerging Market Indonesia!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Keputusan final dari hasil tinjauan ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Bagikan