MerahPutih.com - Persiapan menyambut Piala Dunia U-20 di Indonesia terus dikebut.
Ketua Panitia Penyelenggara FIFA U-20 World Cup 2023 (LOC) Erick Thohir pun meninjau langsung proses renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (13/3).
Dalam kunjungan hari ketiga ke venue-venue Piala Dunia U-20, ia didampingi oleh Zainuddin Amali (Menpora), Ratu Tisha (Wakil Ketua Umum PSSI), serta jajaran pengurus PSSI dan LOC. Di lokasi mereka didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Baca Juga:
Ketum PSSI Sebut Suksesnya Piala Dunia U-20 Buka Jalan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034
Hasilnya, ia amat puas dengan progres pengerjaan insfrastruktur di Kota Pahlawan buat kepentingan Piala Dunia U-20 yang berlangsung 20 Mei - 11 Juni ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Kementerian PUPR dua bulan terakhir secara spartan melakukan finishing perbaikan GBT. Hasil kerja keras mereka on the track sesuai jadwal.
“Renovasi lapangan sepak bolanya maksimal, begitu pula infrastruktur pendukungnya. Fasilitasnya ini bentuk keseriusan luar biasa. Terima kasih Pak Wali Kota,” papar Erick di sela-sela kunjungan.
Sebagai informasi, sepekan menjelang audit akhir FIFA tanggal 21-27 Maret 2023, Pemkot Surabaya terus mengebut mencoba memenuhi catatan kekurangan fasilitas Stadion GBT. Eri Cahyadi menyebut semua catatan perbaikan dari FIFA yang menjadi ranah pemkot sudah dieksekusi.
Misalnya saja menyangkut jalur disabilitas, area wartawan, tribune VIP, dan juga lahan parkir. Juga termasuk pagar lapangan yang sudah dalam kondisi tertutup semua. Khusus akses disabilitas di GBT lokasinya dipindah.
Akses disabilitas sebelumnya ada di gate 9 hingga 10 dan gate 13-14 akan dipindah ke gate 1. Selain akses disabilitas, FIFA juga sempat masukan terkait platform broadcast yaitu desain dan pitch management di lapangan. Kementerian PUPR pun proaktif meresponsnya.

P
Di sisi lain, daya listrik sudah ditingkatkan, dari 197 kva menjadi 555 kva yang ditangani langsung oleh PLN Surabaya. PLN menjamin genset tidak akan mengeluarkan asap sama sekali.
“PLN sudah memastikan hal-hal berkaitan dengan kelistrikan. Kita harus mengapresiasi kerja sama yang apik dari semua pihak terkait, hal positif yang harus terus dijaga agar penyelenggaraan Piala Dunia U-20 bisa sukses,” papar Erick yang juga Menteri BUMN tersebut.
Selain lapangan utama, renovasi juga dilakukan di venue latihan Lapangan A dan C di area GBT, plus Gelora 10 November dan Thor.
Baca Juga:
Polda Bali Siapkan Tiga Zona Pengamanan Piala Dunia U-20
FIFA dalam kunjungan akhir Januari 2023 lalu angkat jempol dengan progres perbaikan kedua lapangan tersebut.
Otoritas sepak bola internasional itu sempat melakukan pengecekan struktur tanah, lapangan, panjang rumput serta sistem penyiraman dan drainase dengan alat instrumen yang mereka bawa. Hasil pengecekannya memuaskan.
Pemkot Surabaya bisa dibilang tinggal fokus ke perawatan saja. Selain menjaga tingkat kerataan rumput, perawatan yang dilakukan juga menyangkut penebaran pasir khusus dan pemberian bibit secara rutin agar permukaan lapangan ideal.
Sejak jauh-jauh hari, Pemkot Surabaya juga sudah berhasil menghilangkan bau tak sedap yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.
Di antara enam venue Piala Dunia U-20, Surabaya mendapat nilai bagus dari FIFA dalam verifikasi sebelumnya.
“Kalau Jawa Timur bisa, daerah lain juga bisa. Kita harus serius berkaitan dengan infrastruktur, FIFA tak segan mengurangi dua stadion. Kita harus mempersiapkan semua secara maksimal agar hal-hal yang tak diinginkan terjadi,” jelas Erick.
Sekadar informasi, Stadion Gelora Bung Tomo menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pahlawan dan juga Jawa Timur.
Stadion ini memiliki kapasitas 45 ribu penonton, terbesar di provinsi tersebut.
Selain rutin menghelat laga-laga kompetisi domestik yang melibatkan Persebaya. Venue satu ini kerap dipakai buat pertandingan Timnas Indonesia berbagai level saat bertanding di luar Jakarta. (Knu)
Baca Juga:
PSSI Berencana Beli VAR yang Terpasang di 6 Stadion Piala Dunia U-20 2023