19.200 Keluarga Miskin di DIY bakal Dapat Jaminan Hidup, Ini Besarannya Sekda Pemda DIY Baskara Aji di Yogyakarta. Foto: MP/Teresa Ika

MerahPutih.com - Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana memberikan jaminan hidup (jadup) bagi 19.200 keluarga miskin dan terdampak COVID-19.

Rencananya, jadup akan diberikan setiap bulan terhitung mulai April hingga Mei 2020. Sekretaris Daerah DIY, Baskara Aji menjelaskan Jadup ini diberikan selama masa tanggap darurat bencana korona.

Baca Juga

Nekat Pulang Kampung, Pemkot Solo Siapkan 5 Bus Antar Pemudik ke Tempat Karantina

"Besarannya Rp 625.000 per bulan. akan diberikan selama 2 bulan," jelas Aji di Yogyakarta, Jumat (3/4).

Sumber pendanaan ini berasal dari Anggaran Pemasukan dan Belanja Daerah (APBD) DIY. Jumlah besarannya bisa saja bertambah jika pemerintah pusat memberikan bantuan. Aji menjelaskan skema dan bentuk jaminan hidup ini masih tengah digodok oleh pemerintah pusat.

"Jaminan hidup ini bisa berupa pemberian paket sembako. Bisa berupa uang tunai,"kata dia.

Sementara, data warga yang mendapatkan jadup berasal dari pemerintah pusat yang sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

Ilustrasi keluarga miskin. Foto: IndoPost Manado
Ilustrasi keluarga miskin. Foto: IndoPost Manado

Pemberian jaminan hidup ini bertujuan untuk meringankan beban para keluarga tak mampu yang kehilangan mata pencahariannya karena tidak bisa bekerja selama masa social distancing. Juga untuk keluarga PDP yang terdampak Corona.

"Harapannya mereka tetap bisa makan dan hidup. Orang kalau gabisa makan bisa menimbulkan konflik sosial,"pungkasnya.

Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Sleman nomor 440/00904 terkait bantuan Jadup dampak corona.

Dalam SE tersebut disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman akan memberikan jaminan hidup kepada pasien virus corona yang diisolasi yang kategori miskin atau rentan. Besarannya senilai Rp 45 ribu per hari.

"Jaminan diberikan kepada orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien positif COVID-19 beserta keluarga yang miskin dan rentan. Bantuan diberikan selama 14 hari," kata PLT Sekda Pemkab Sleman Harda Kiswaya.

Jadup yang sudah cair akan diserahkan pada tim Gugus Tugas penanganan COVID-19 tingkat desa. Tim kemudian akan membelanjakannya dengan sembako dan kemudian diserahkan pada keluarga penerima.

Baca Juga

PSI Tekan Jokowi Tegas Larang Mudik, Jangan Cuma Imbauan

Saat ini, Pemkab Sleman tengah menunggu data keluarga miskin dan rentan untuk pembagian Jadup. (*)

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kredit : patricia

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH