17 Agustus, Bisa Jadi Ajang Kampanye Bangga Buatan Indonesia Bagi UMKM Hijau Produk anyaman UMKM. (Foto: Lingkar Temu Kabupaten Lestari)

MerahPutih.com - Peralihan menuju pasar digital serta kampanye bangga buatan Indonsia, di kala pandemi, bisa menjadi salah satu cara pengrajin Usaha Kecil Menengah tetap tumbuh. Saat ini, penurunan atau kehilangan omzet pendapatan akibat adanya pembatasan mobilitas dirasakan para pelaku kerajinan terutama yang berharap dari sektor wisata.

Emiliana perempuan berusia 38 tahun, perajin anyaman bambu dari Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, mulai merasakan dampak dari penjualan online. Ia telah belajar menggunakan sistem tata niaga digital untuk dapat mengelola pesanan.

Baca Juga:

Kemenparekraf Dorong UMKM untuk Manfaatkan Dompet Digital

Direktur Koperasi JMM Sintang mengatakan, para perajin kini memasarkan produknya ke ragam platform digital seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

"Akses internet memungkinkan masyarakat desa untuk menggunakan WhatsApp, Facebook dan Instagram. Dengan begitu, para perajin bisa mempromosikan produk buatannya sendiri ke masyarakat yang lebih luas. Hingga saat ini, pesanan terhadap produk buatan kami juga terus berdatangan," kata Sugiman.

Ia menegaskan, saat ini buah manis dari bisnis digital belum dirasakan secara luas oleh banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di pelosok negeri. Padahal, Bank Indonesia memperkirakan nilai transaksi perdagangan digital (e-commerce) sampai akhir tahun ini mencapai Rp 395 triliun atau tumbuh 48,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Sayangnya, dari peningkatan transaksi yang signifikan itu, partisipasi produk UMKM sangat minim, hanya berkisar di angka 6-7 persen. Selebihnya, barang yang dijual di beragam marketplace dalam negeri berasal dari produk impor,"

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Gita Syahrani, menaksir berbagai tantangan bagi pelaku UMKM untuk bisa ikut memanfaatkan ceruk bisnis digital. Pertama, tingkat literasi digital yang masih rendah. Kedua, dukungan infrastruktur termasuk akses internet dan jalur logistik yang belum merata. Ketiga, minimnya edukasi kepada konsumen perihal produk-produk UMKM, khususnya yang ramah lingkungan.

Perajin anyaman bambu Sintang Kalimantan Barat. (Foto:  Lingkar Temu Kabupaten Lestari)
Perajin anyaman bambu Sintang Kalimantan Barat. (Foto: Lingkar Temu Kabupaten Lestari)

"Kami yakin bahwa produk UMKM Indonesia yang berkualitas, yang ramah lingkungan dan ramahsosial sebaiknya jangan hanya ditujukan untuk kepentingan ekspor. Ceruk pasar dalam negerimasih terbuka luas asal kita kombinasikan dengan edukasi konsumen. Apalagi platform ecommerce terus berkembang, sehingga terbuka untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM daerah," katanya. tutur Gita.

Gita menegaskan. Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), saat ini tengah fokus untuk mengembangkan dan memasarkan produk lestari bernilai tambah tinggi hasil karya para pelaku UMKM di berbagai kabupaten di Indonesia termasuk lewat marketplace, metode business matching serta berbagai kegiatan kampanye belanja online.

"LTKL bekerjasama dengan SMESCO Indonesia, APKASI dan gerakan Hutan Itu Indonesia akan menggelar pekan ‘UMKM Fair: Gerai Kabupaten Lestari’ untuk mendukung kampanye ‘Bangga Buatan Indonesia’ dan memperingati kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus nanti," katanya dalam keteranganya. (Asp)

Baca Juga:

Pemerintah Perlu Bikin Desain Saat UMKM Terdampak Bencana

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prabowo Bahas Sejumlah Kerja Sama dengan Menteri Pertahanan AS
Indonesia
Prabowo Bahas Sejumlah Kerja Sama dengan Menteri Pertahanan AS

Terdapat sejumlah poin yang dibahas terkait kerja sama pertahanan kedua negara seperti di bidang pendidikan prajurit TNI, peralatan pertahanan, hingga pelatihan bersama.

Mahfud MD: Mafia Tanah Kerap Menangkan Perkara di Pengadilan
Indonesia
Mahfud MD: Mafia Tanah Kerap Menangkan Perkara di Pengadilan

Tercatat, pada 2021 terdapat 63 kasus kejahatan tanah atau mafia tanah yang telah diselesaikan.

Komnas HAM Ungkap Instansi Paling Banyak Diadukan Masyarakat Sepanjang 2021
Indonesia
Komnas HAM Ungkap Instansi Paling Banyak Diadukan Masyarakat Sepanjang 2021

Pada pertengahan hingga penghujung 2021, Komnas HAM melihat terdapat perubahan dinamika

BLT Minyak Goreng Bisa Dibelikan Bahan Pokok Lain
Indonesia
BLT Minyak Goreng Bisa Dibelikan Bahan Pokok Lain

Pemanfaatan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng selain untuk pembelian kebutuhan pokok, juga dapat digunakan hingga modal usaha.

Harapan Sri Sultan HB X dan Paku Alam terhadap Kepemimpinan Mangkunegara X
Indonesia
Harapan Sri Sultan HB X dan Paku Alam terhadap Kepemimpinan Mangkunegara X

Mangkunegara X wajib ikut menjamin budaya leluhur harus tetap dilestarikan.

[HOAKS atau FAKTA]: Uang Pecahan Rp 100 Ribu Anyar Bergambar Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Uang Pecahan Rp 100 Ribu Anyar Bergambar Jokowi

Pencetakan uang tidak menggunakan tokoh yang masih hidup.

Surya Paloh Ungkap Alasan Percepat Deklarasi Anies Capres
Indonesia
Surya Paloh Ungkap Alasan Percepat Deklarasi Anies Capres

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkapkan alasan mempercepat pengumuman capres dari partainya.

Ketua DPRD DKI Bersikukuh Gelar Hak Interpelasi Terkait Formula E
Indonesia
Ketua DPRD DKI Bersikukuh Gelar Hak Interpelasi Terkait Formula E

Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta memutuskan Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi tidak terbukti melanggar tata tertib dan kode etik pelaksanaan Rapat Paripurna Hak Interpelasi Formula.

Anies 'Dihukum' Keruk Kali Mampang, PSI: 5 Tahun Menjabat Kebanyakan Manggung
Indonesia
Anies 'Dihukum' Keruk Kali Mampang, PSI: 5 Tahun Menjabat Kebanyakan Manggung

PSI merasa memang pantas Anies dihukum untuk selesaikan permasalahan banjir di Mampang.

Menteri PPPA Sebut Kasus Bunuh Diri yang Menimpa NWS Bentuk Dating Violence
Indonesia
Menteri PPPA Sebut Kasus Bunuh Diri yang Menimpa NWS Bentuk Dating Violence

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menilai, kasus yang menimpa NWS adalah bentuk Dating Violence atau Kekerasan Dalam Berpacaran. Menurutnya, setiap bentuk kekerasan merupakan pelanggaran HAM.