15 Menteri Masuk Timses Jokowi, Djoko: Biarkan Rakyat yang Menilai Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso. Foto: visualindonesia

MerahPutih.com - Badan Pemenangan Nasional pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, tidak mempermasalahkan bergabungnya 15 menteri di timses pasangan nomor urut satu, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, namun biarkan rakyat yang menilai.

"Gak masalah, silakan saja. Biarkan rakyat yang menilai, mencerdaskan rakyat atau tidak," kata Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, di kediamannya, di Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (28/9)

Ketua Timses Prabowo-Sandi Djoko Santoso
Ketua Tim pemenangan Prabowo-Sandi Djoko Santoso (Foto: ANTARA)

Ia menyayangkan bila gubernur dan menteri mendukung salah satu capres-cawapres, sementara Aparatur Sipil Negara (ASN) diharuskan netral.

"Sekarang rakyat sudah cerdas, biarkan rakyat yang menilai," kata Djoko seperti dilansir Antara.

ementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, keterlibatan 15 menteri di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf akan mengganggu kinerjanya sebagai menteri.

"Pasti terganggu kerja para menteri itu. Enggak mungkin enggak terganggu. Bahkan berpotensi ada penyalahgunaan kekuasaan. Itu berbahaya," kata Dahnil sebelum rapat di kediaman Djoko Santoso, di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Ia meminta agar para menteri untuk fokus bekerja di pemerintahan Jokowi. Fokus saja tugas sebagai menteri atau pilihannya kedua yaitu mundur, kata Dahnil.

Jokowi-Puan Maharani. Foto: ist

Ia menyebut Presiden Jokowi harus banyak belajar dari apa yang dilakukan Mahfud MD, yang menolak menjadi timses mengingat Mahfud masih menjabat Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Karena bagi Mahfud itu etikanya tidak elok. Idealnya para menteri ini bersikap seperti pak Mahfud," katanya

Bahkan, Din Syamsuddin mundur sebagai Utusan Khusus Presiden untuk menghindari konflik kepentingan di tubuh PP Muhammadiyah

"Nah ini lebih elok ya. Bagi saya standar etika pak Din dan pak Mahfud itu jauh lebih tinggi ketimbang para menteri yang jadi timses. Jadi bagi saya 15 menteri jadi timses ada pada masalah standar etika kita sebagai negarawan. Itu jadi masalah," kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH