13 Provinsi Alami Kenaikan COVID-19 Lampaui Puncak Delta Tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem drive thru kepada pengguna kendaraan di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/4/2020). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Sejumlah provinsi menunjukkan tren pertambahan kasus COVID-19 sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, sejauh ini terdapat 13 provinsi di mana angka kasus hariannya sudah melampaui puncak ketika gelombang varian Delta Juli 2021 lalu.

Ke-13 provinsi tersebut meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Papua, Sulawesi Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, NTB, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga:

Ratu Elizabeth Positif COVID-19

“Itu semua sudah lebih tinggi dari puncak Delta dan lima di antaranya sudah menunjukkan tren menurun yang lainnya sedang berada di puncak atau sedang mencapai ke puncak,” kata Budi Gunadi Sadikin pada saat memberi keterangan pers seusai ratas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara daring, Senin (21/2).

Budi juga menyatakan, proporsi kasus COVID-19 di Jawa-Bali sudah menurun sehingga di luar Jawa-Bali naik.

Perbandingan sebelumnya yakni 97 persen Jawa-Bali dan 3 persen luar Jawa Bali, kini terjadi pergeseran menjadi 72 persen Jawa-Bali dan 28 persen luar Jawa-Bali.

Sementara itu, dari sisi perawatan pasien COVID-19, Budi mengatakan sudah melakukan perbandingan dengan negara lain, yakni puncak dari kasus kematian akan terjadi 15-20 hari sesudah puncak kasus.

“Jadi walaupun di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta sudah mulai menurun, Bali juga sudah mulai menurun, tapi puncak kematiannya baru akan terjadi dua minggu sesudahnya,” papar Budi.

Baca Juga:

Tembus Rekor, Kasus Aktif COVID-19 di Solo Capai 3.000 Orang

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kasus aktif COVID-19 di luar Jawa-Bali mulai mengalami peningkatan.

Pada 14 Februari 2022 lalu, kasus aktif di luar Jawa-Bali mencapai 13,9 persen dari kasus aktif nasional. Saat ini proporsinya sudah meningkat mencapai 23 persen.

"Kasus aktif di luar Jawa-Bali terjadi kenaikan, proporosinya sekarang mencapai 23 persen dari kasus aktif nasional atau 124.714 dari 536.358 kasus," kata Airlangga.

Airlangga menegaskan, pemerintah akan terus memantau dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi karena diprediksi akan terjadi puncak peningkatan kasus dalam 2-3 minggu ke depan.

Meskipun kasus meningkat, keterisian rumah sakit masih terkendali.

"Secara nasional 38 persen, namun di luar Jawa-Bali kurang dari 30 persen kecuali Sumatera Selatan, Sulut, Sulteng, Bengkulu, Lampung, Kalsel dan Sumut yang antara 35 persen sampai 31 persen," terang Airlangga.

Sementara itu dari jumlah tempat isolasi terpusat yang mencapai 29.723 tempat tidur, saat ini baru terisi 5,89 persen. Kapasitas isolasi terpusat ini juga masih bisa ditingkatkan hingga mencapai 48.799 tempat tidur.

Vaksinasi COVID-19 dosis pertama, masih ada tiga provinsi yang di bawah 70 persen yaitu Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sedangkan dosis kedua yang masih di bawah 50 persen antara lain Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Aceh, Papua, Papua Barat, dan Maluku.

"Untuk vaksin booster, di luar Jawa-Bali masih di bawah 10 persen. Arahan Bapak Presiden (Joko Widodo), untuk vaksinasi dosis kedua dan lansia ini dipercepat," kata Airlangga. (Knu)

Baca Juga:

Bill Gates Percaya COVID-19 akan Menjadi Pandemi Terakhir

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat (23/9): Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat (23/9): Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan

BMKG mengingatkan potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang dan sore hari.

Pegawai di Balai Kota DKI Berhamburan Keluar Gedung Saat Digoyang Gempa
Indonesia
Pegawai di Balai Kota DKI Berhamburan Keluar Gedung Saat Digoyang Gempa

Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022, pada pukul 13.21 WIB.

Waspada, 23 Pintu Tol Ini Berpotensi Jadi Titik Kemacetan saat Mudik
Indonesia
Waspada, 23 Pintu Tol Ini Berpotensi Jadi Titik Kemacetan saat Mudik

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Chryshnanda Dwilaksana mengatakan, 23 pintu tol tersebut tersebar di wilayah Polda Banten, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur dan Polda Jawa Tengah. Pihaknya tengah menyiapkan sejumlah cara bertindak.

AKBP Jerry Raymond Siagian Diberhentikan Tidak Hormat dari Polri
Indonesia
AKBP Jerry Raymond Siagian Diberhentikan Tidak Hormat dari Polri

AKBP Jerry dihukum pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari Polri.

Upaya Pulihkan Ekonomi DKI, Anies Berikan Insentif Pembayaran PBB-P2
Indonesia
Upaya Pulihkan Ekonomi DKI, Anies Berikan Insentif Pembayaran PBB-P2

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk memulihkan ekonomi khususnya untuk wilayah DKI.

Wisata Upacara Adat Pernikahan Terinspirasi dari Kaesang-Erina
Indonesia
Wisata Upacara Adat Pernikahan Terinspirasi dari Kaesang-Erina

Pernikahan Kaesang-Erina bisa menjadi momentum membangkitkan potensi wisata upacara adat.

KPK Sikapi Kembalinya Romahurmuziy ke PPP
Indonesia
KPK Sikapi Kembalinya Romahurmuziy ke PPP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal kembalinya terpidana kasus suap Romahurmuziy atau akrab disapa Romi ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

PVMBG: Penyeberangan di Selat Sunda Aman dari Letusan Gunung Anak Krakatau
Indonesia
PVMBG: Penyeberangan di Selat Sunda Aman dari Letusan Gunung Anak Krakatau

Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, antara Provinsi Banten dan Lampung, naik menjadi level III dari sebelumnya yang statusnya level II.

Sekjen PDIP Hasto Bandingkan Aspal Jalan Jakarta dan Surabaya
Indonesia
Sekjen PDIP Hasto Bandingkan Aspal Jalan Jakarta dan Surabaya

Anggaran untuk perbaikan jalan DKI Jakarta mencapai Rp 313 triliun selama lima tahun. Sementara Pemkot Surabaya hanya 50 triliun selama lima tahun.

Lowongan PPPK Pemkot Bandung Dibuka, Satu Tahun Sebelum Pensiun Bisa Daftar
Indonesia
Lowongan PPPK Pemkot Bandung Dibuka, Satu Tahun Sebelum Pensiun Bisa Daftar

Adapun formasi PPPK diprioritaskan bagi pelamar yang memiliki pengalaman bekerja yang sesuai dengan formasi atau jabatan yang dilamar.