104 Orang Dijadikan Tersangka karena Sebar Hoaks Corona Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/geralt)

MerahPutih.com - Polisi telah menetapkan ratusan tersangka kasus penyebaran hoaks terkait pandemi COVID-19. Kasus ini terjadi selama 30 Januari-24 November 2020.

“Total ada 104 tersangka, terdiri dari 66 laki-laki dan 38 perempuan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Selasa (24/11).

Dari total tersangka, Awi menuturkan, sebanyak 17 orang ditahan dan sisanya tidak.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Corona adalah Penyakit Radiasi

Kasus hoaks tersebut tersebar di sejumlah daerah.

Tiga polda yang paling banyak menangani kasus tersebut adalah Polda Metro Jaya (14 kasus), Polda Jawa Timur (12 kasus), dan Polda Riau (9 kasus).

Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Selain itu, Awi menuturkan, jenis hoaks yang disebarkan juga berbeda-beda.

Pertama, korban meninggal dunia akibat COVID padahal bukan, kedua penyebaran COVID-19 tanpa ada info resmi.

"Ketiga, WNA yang ke Indonesia membawa virus,” ujarnya.

Baca Juga:

Facebook, Google, dan Twitter Siap Tindak Tegas Hoaks Vaksin Virus Corona

Keempat, suntingan foto seolah-olah COVID-19. Kelima, penghinaan terhadap pejabat negara.

"Keenam, penyebaran berita bohong tentang pemerintah,” sambung dia.

Dari peristiwa pidana itu, tersangka disangkakan pasal 28 dan pasal 45 Undang-Undang ITE, pasal 14 dan pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan pasal 16 Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (Knu)

Baca Juga:

Satgas COVID-19 Mulai Tracing Penyebaran Corona di Petamburan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Awas, Kawasan Thamrin hingga Istana Negara Rawan Begal Sepeda
Indonesia
Awas, Kawasan Thamrin hingga Istana Negara Rawan Begal Sepeda

Polda Metro Jaya mengklaim telah memetakan titik-titik begal pesepeda melancarkan aksinya.

Program Rel Layang Gibran, 446 Bangunan Warga Bakal Digusur
Indonesia
Program Rel Layang Gibran, 446 Bangunan Warga Bakal Digusur

Sebanyak 446 hunian warga bakal digusur akibat terkena dampak pembangunan proyek rel layang atau elevated rail di Kota Solo, Jawa Tengah.

Kota Bandung Masuki Zona Kritis COVID-19
Indonesia
Kota Bandung Masuki Zona Kritis COVID-19

Saat ini BOR sudah mencapai 89.71 persen. Angka yang sudah kritis dan melebihi standar aman World Health Organization (WHO).

Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi
Indonesia
Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi

Komnas HAM juga melakukan koordinasi dengan Kapolda Metro Jaya

BMHS Gandeng Klinik Pintar Kembangkan Kualitas Layanan Kesehatan
Indonesia
BMHS Gandeng Klinik Pintar Kembangkan Kualitas Layanan Kesehatan

PT Bundamedik Tbk (BMHS) bersama dengan Klinik Pintar melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman untuk dalam upaya mengembangkan kualitas layanan kesehatan.

Menkes Duga Ada Pejabat Lain yang NIK-nya Bocor, Bukan Hanya Jokowi
Indonesia
Menkes Duga Ada Pejabat Lain yang NIK-nya Bocor, Bukan Hanya Jokowi

Kemenkes sendiri telah bergerak untuk melindungi data-data tersebut

PKS Minta Anies Tetap Berkomitmen Tolak Reklamasi
Indonesia
PKS Minta Anies Tetap Berkomitmen Tolak Reklamasi

PKS juga mendesak Anies untuk berani menolak pihak lain yang mau membuat reklamasi baru di wilayah Teluk Jakarta.

BNPB Jamin Penanganan Kesehatan Maksimal bagi Korban Banjir Bandang di NTT
Indonesia
BNPB Jamin Penanganan Kesehatan Maksimal bagi Korban Banjir Bandang di NTT

"Memastikan mereka yang menderita luka ringan atau berat mendapatkan perawatan kesehatan yang maksimal," ujar Doni.

Pangdam Jaya Siapkan Babinsa Jadi Tracer COVID-19 Turun ke Seluruh Wilayah
Indonesia
Provokator Demo Pengemudi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Diciduk Polisi
Indonesia
Provokator Demo Pengemudi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Diciduk Polisi

Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku yang memprovokasi para pelaku usaha transportasi untuk melakukan aksi demonstrasi di dalam Tol Jakarta-Cikampek (Japek).