100 Perkara Sengketa Pilkada Kandas di MK Gedung MK. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Mahkamah Konstitusi (MK) memutus sebanyak 37 perkara sengketa hasil Pilkada 2020 tidak berlanjut ke tahap pembuktian pada sidang pengucapan putusan di Gedung MK, Jakarta, Rabu (18/2). Sehingga total perkara yang kandas sebanyak 100 permohonan.

Pada persidangan yang digelar Senin (15/2), MK mengucapkan 33 putusan dan ketetapan. Kemudian pada Selasa (16/2), MK memutus 30 perkara tidak dapat diterima.

Baca Juga:

MK Lanjutkan Sidang Sengketa Pilkada, Hakim Konstitusi Ingatkan Pakai Masker

Adapun pada Rabu, perkara yang tidak diterima adalah perkara sengketa hasil Pilkada Lingga, Pohuwato, Gorontalo (2 perkara), Kepulauan Sula, Palu, Lamongan, Bolaang Mongondow Timur (2 perkara), Manado, Bima, dan Batam.

Kemudian pada sesi kedua, perkara yang diputus tidak dapat diterima adalah permohonan perselisihan hasil Pilkada Luwu Timur, Wakatobi, Mamuju, Barru (2 perkara), Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Tangerang Selatan, Asmat, Fakfak, Kaimana, dan Manokwari.

Gedung MK
Gedung MK. (Foto: Antara)

Selanjutnya pada sesi terakhir, Majelis Hakim MK memutus perkara hasil Pilkada Musi Rawas Utara, Raja Ampat, Tapanuli Selatan, Kepulauan Aru, Manokwari Selatan, Nunukan, Kuantan Singingi, Malinau, Maluku Barat Daya, Tanjung Balai, Nabire, Seram Bagian Timur, dan Kepulauan Meranti tidak dapat diterima.

"Dengan demikian, pengucapan putusan telah selesai dan perlu disampaikan bahwa MK akan segera menyampaikan salinan resmi putusan yang telah dibacakan tadi kepada para pihak setelah sidang ini ditutup," ujar Ketua MK Anwar Usman sebelum menutup sidang.

Baca Juga:

MK Gelar Sidang Lanjutan 22 Sengketa Pilkada

Adapun perkara yang lanjut ke sidang pembuktian akan diperiksa pada tanggal 19 Februari-18 Maret 2021 dan diputus pada tanggal 19-24 Maret 2021. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Sepekan Kedepan di Pulau Jawa
Indonesia
BMKG Peringatkan Potensi Karhutla Sepekan Kedepan di Pulau Jawa

Analisa dan prediksi BMKG terkait potensi kebakaran hutan dan lahan sangat dinamis karena yang dilihat adalah faktor meteorologi

Modus Sopir Bus Malam Selundupkan Pemudik, Matikan Lampu dan Rebahkan Kursi
Indonesia
Modus Sopir Bus Malam Selundupkan Pemudik, Matikan Lampu dan Rebahkan Kursi

Mereka coba mengelabuhi polisi dengan bersembunyi di dalam bus seolah-olah bus kosong.

Usut Dugaan Video Syur Mirip Artis, Ahli Bahasa Digarap Polisi
Indonesia
Usut Dugaan Video Syur Mirip Artis, Ahli Bahasa Digarap Polisi

Usai seluruh keterangan dikantongi, penyidik akan segera melakukan gelar perkara

Kudeta Demokrat, Moeldoko dan AHY Lagi Tunjukan Politik Petak Umpet
Indonesia
Kudeta Demokrat, Moeldoko dan AHY Lagi Tunjukan Politik Petak Umpet

Tudingan adanya dugaan keterlibatan elite Pemerintah pun cukup mengusik pemerintahan Presiden Joko Widodo.

124 Ribu Tiket Kereta Laris Diborong Pelancong, Mayoritas Berwisata ke Yogyakarta
Indonesia
124 Ribu Tiket Kereta Laris Diborong Pelancong, Mayoritas Berwisata ke Yogyakarta

"Momen libur panjang ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pulang kampung dan berlibur. Rute yang menjadi favorit masyarakat adalah rute Jakarta ke Yogyakarta pp dan Jakarta ke Bandung pp," ujar Joni.

Stasiun Tugu dan Solo Balapan Layani Pemeriksaan GeNose C19
Indonesia
Stasiun Tugu dan Solo Balapan Layani Pemeriksaan GeNose C19

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 mulai operasionalkan alat deteksi COVID-19, GeNose C19 di Stasiun Tugu, Yogyakarta dan Stasiun Solo Balapan, Solo, Jumat (5/2).

Perkantoran di DKI Batasi Jumlah Pekerja Masuk 50 Persen
Indonesia
Perkantoran di DKI Batasi Jumlah Pekerja Masuk 50 Persen

Perkantoran di ibu kota diminta membatasi jumlah pekerja yang hadir sebanyak 50 persen dari kapasitas sebelum wabah corona selama masa transisi.

Muhammad-Saras Miliki Modal Popularitas di Pilwakot Tangsel
Indonesia
Muhammad-Saras Miliki Modal Popularitas di Pilwakot Tangsel

Apalagi tingkat popularitas dan elektabilitas Muhammad yang juga Sekda Tangsel ini tidak terlalu buruk.

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah pada 13 April
Indonesia
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah pada 13 April

PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada 13 April 2021

Hadiri HPN 2021, Anies Minta Media Mainkan Peran dalam Perangi COVID-19
Indonesia
Hadiri HPN 2021, Anies Minta Media Mainkan Peran dalam Perangi COVID-19

Anies meminta kepada awak media untuk bisa memainkan peran dalam memerangi COVID-19 dan memutus mata rantai penyebarannya.