100 Dokter Gugur, Indonesia Lima Besar Terburuk di Dunia dalam Penanganan Pandemi Ilustrasi COVID-19. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati berduka cita atas wafatnya 100 dokter di Indonesia akibat COVID-19. Ia menyebut bangsa ini juga kehilangan tenaga kesehatan lain seperti wafatnya perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya. Mereka semua pahlawan pandemi.

Mufida mengatakan kehilangan dokter dan tenaga kesehatan adalah kehilangan aset besar saat bangsa ini masih berjibaku melawan Pandemi COVID-19. Penambahan orang terkonfirmasi positif terus mencetak rekor baru dan sama sekali belum menunjukkan tren penurunan secara nasional sejak kasus pertama diumumkan Maret silam.

Baca Juga

Pemkot Jakarta Pusat Akui Angka Penderita COVID di Wilayahnya Tak Kunjung Turun

Mufida menyebut data dari Pandemic Talks menyebut Indeks Pengaruh Kematian Nakes (IPKN) karena COVID-19 di Indonesia mencapai 223, yang berarti memiliki dampak kematian nakes terburuk di dunia.

"Ini bukan alarm kebakaran lagi, ini sudah alarm tsunami. Semua komponen bangsa harus bangun dari zona amannya, bahwa seolah kita tidak apa-apa. Bahwa ekonomi jauh lebih penting dari kesehatan. Jangan lagi Pemerintah menyebut wafatnya nakes kita karena tidak disipin. Adakah empati disana?" Kata Mufida dalam keterangannya, Selasa (1/9).

Test Covid
Test COVID-19. (Foto: Kanugrahana)

Mufida juga mengingatkan saat ini daya tampung rumah sakit untuk menangani pasien COVID-19 sudah penuh. Jakarta merilis per Jumat 28 Agustus 2020 kapasitas ruang isolasi dan ICU di RS rujukan sudah terisi 70 persen.

"Dokter dan perawat terus berguguran dan kapasitas ruang perawatan COVID-19 hampir 100 persen. Bisa dibayangkan apa yang selanjutnya terjadi? Italia yang pada awalnya sangat tinggi korban COVID-19, saat sudah berangsur turun, tapi kita masih terus menanjak," papar Mufida.

Seharusnya, kata Mufida, harus ada langkah yang revolusioner dan eksponensial dari pemerintah agar jumlah konfirmasi positif COVID-19 dan angka kematian karena COVID-19, menurun.

"Kita mengerti perlu program pemulihan ekonomi nasional yang terpukul akibat pandemi. Semua kebijakan untuk pemulihan ekonomi sudah dilaksakan, bahkan alokasu annggarannya tidak kecil. Tapi kami mohon peyelamatan nyawa rakyat, harus tetap menjadi prioritas. Negara harus mengutamakan pemulihan kesehatan terlebih dulu, sehingga bisa menata perekonomian dengan lebih optimal. Bukan sebaliknya, seperti saat ini," tegasnya.

Media luar dan dunia internasional menempatkan penanganan COVID-19 di Indonesia dalam lima besar terburuk di dunia. Mufida mengingatkan, penilaian itu terkonfirmasi dengan data-data yang sudah ia paparkan sebelumnya terkait belum turunnya kurva kasus konfirmasi positif, rasio kematian tenaga kerja kesehatah yang termasuk tinggi di dunia dan mulai penuhnya kapasitas rumah sakit.

Baca Juga

Update COVID-19 Selasa (1/9) 177.571 Positif, 128.057 Sembuh

"Disinilah jiwa kepemimpinan seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintahan diuji. Apakah benar-benar seluruh jajaran melaksanakan semua arahan dan keberpihakannya terhadap pemulihan penyakit ini. Kami minta dengan segala hormat Bapak Presiden Republik Indonesia melakukan langkah-langkah yang nyata untuk menyelamatkan nyawa anak bangsa," pungkasnya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Arus Balik, KAI Ingatkan Penumpang Pakai Lengan Panjang
Indonesia
Arus Balik, KAI Ingatkan Penumpang Pakai Lengan Panjang

Sejak 21 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021 terdapat sekitar 40 ribu calon pengguna yang melakukan rapid di Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Anak Buah Anies Akui Persentase Warga Pakai Masker Hanya 20 Persen
Indonesia
Anak Buah Anies Akui Persentase Warga Pakai Masker Hanya 20 Persen

Terjadi penurunan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker sebagai pelindung dari paparan COVID-19.

Ramai Aksi Boikot Produk Prancis, Berikut Tanggapan Danone Indonesia
Indonesia
Ramai Aksi Boikot Produk Prancis, Berikut Tanggapan Danone Indonesia

Danone Indonesia menanggapi kampanye aksi boikot produk Prancis yang ada di Indonesia pasca pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina umat Islam.

Jelang Pemungutan Suara, Komnas HAM Soroti Lonjakan COVID-19
Indonesia
Jelang Pemungutan Suara, Komnas HAM Soroti Lonjakan COVID-19

KPU daerah didorong untuk berkoordinasi secara intensif dengan gugus tugas di daerah dan dinas kesehatan serta mempersiapkan langkah kedaruratan.

TransJakarta Angkut Nakes Jam 11 Malam
Indonesia
TransJakarta Angkut Nakes Jam 11 Malam

bus TransJakarta akan melayani tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 dari pukul 22.00 sampai 23.00.

Dewas KPK Tolak Fasilitas Mobil Dinas
Indonesia
Dewas KPK Tolak Fasilitas Mobil Dinas

"Berdasarkan Perpres tentang penghasilan Dewas, sudah ada diberikan tunjangan transportasi. Sudah cukuplah itu. Begitu sikap kami," ujarnya.

Propam Polri Investigasi Anggota Polda Metro Jaya Terkait Kematian Laskar FPI
Indonesia
Propam Polri Investigasi Anggota Polda Metro Jaya Terkait Kematian Laskar FPI

“Propam sedang menginvestigasi anggota yang bela diri sesuai Perkap atau tidak,” kata Ferdy

Bansos Sembako Diganti Uang Rp300 Ribu, Warga DKI Hanya Terima Satu Kali
Indonesia
Bansos Sembako Diganti Uang Rp300 Ribu, Warga DKI Hanya Terima Satu Kali

Pemerintah memutuskan untuk mengubah bantuan sosial (bansos) COVID-19 berupa sembako menjadi bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp300 ribu.