10 Tahun Lagi Subaru Hanya Akan Menjual Mobil Listrik? Beberapa tahun kedepan, Subaru akan fokus dengan mobil listrik (Foto: pixabay/tommy79)

MENEPIS rumor di awal tahun, Subaru mengkonfirmasi jika Outback, Forester, BRZ, WRX STI dan setiap mobil yang dibuatnya akan menjadi mobil listrik, atau menghilang pada pertengahan 2030-an.

Produsen mobil Jepang itu mengumumkan rencananya untuk menyingkirkan mobil bertenaga bensin keluar dari portofolio global dalam waktu sekitar 15 tahun.

Baca Juga:

Tips Ampuh Membeli Mobil Bekas agar Kamu Untung Besar

Rencana Subaru produksi mobil listrik kabarnya karena peraturan emisi yang semakin ketat (Foto: pixabay/ahlo1988)

Pengumuman ini dikeluarkan setelah peraturan emisi semakin ketat di seluruh dunia, khususnya di Tiongkok dan Uni Eropa.

Dilansir dari laman engadget, pihak perusahaan tak akan mematikan keran dalam semalam. Toyota sendiri memiliki 8,7 persen saham di Subaru, dan kedua mitra itu bersama-sama mengembangkan sepasang mobil listrik yang akan keluar selama tahun 2020-an.

Orang lain pasti akan mengikuti, dimana pada tahun 2030, model hibrida dan listrik akan mewakili setidaknya 40 persen dari output global tahunan Subaru.

Baca Juga:

Neo Blits, Mobil Listrik Off-Road Karya Anak Bangsa Tampil di IIMS 2019

Subaru menyalurkan sejumlah uang untuk mengadaptasi teknologi hibrida Toyota (Foto: pixabay/anonymoustraveller)

Sementara itu, Subaru menyalurkan sejumlah besar uang untuk mengadaptasi teknologi hibrida Toyota ke kendaraanya. Seperti halnya varian hybrid dari Crosstrek, yang diperkenalkan pada tahun 2018 lalu.

Para eksekutif menguraikan rencana untuk merilis 'hibrida yang kuat' lagi yang dibangun dengan bagian-bagian Toyota, namun sayangnya tak ada rincian lebih lanjut tentang hal itu. Mereka pun menakankan bahwa tujuan mereka bukan untuk mencapai rekayasa-lencana belaka.

"Meski kami menggunakan teknologi Toyota, kami ingin membuat hibrida yang jelas merupakan Subaru. Ini bukan hanya tentang mengurangi emisi CO2, kami perlu meningkatkan keamanan kendaraan dan kinerja all-wheel drive kami" jelas Tetsuo Onuki, Chief Technology Officer Subaru.

Komentar dari tetsuo tersebut menunjukan bahwa all-wheel drive akan terus menentukan anggota jajaran Subaru di era yang hanya menggunakan listrik. Konfigurasi itu sendiri telah menjadi salah satu nilai jual terkuat Subaru selama beberapa dekade, hingga membantu Subaru menjadi salah satu produsen mobil arus utama di Amerika Serikat. (Ryn)

Baca Juga:

Ferrari Classiche Academy, Menjajal Gaharnya Mobil Klasik Ferrari di Lintasan Balap

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH