10 Satpol PP DKI Dinonaktifkan Lantaran Bobol Uang Bank DKI Rp32 Miliar Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin membenarkan anak buahnya terlibat pembobolan Bank DKI (Foto: Humas Pemprov DKI)

MerahPutih.Com - Sebanyak 10 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dinonaktifkan lantaran diduga terlibat dalam kasus pembobolan Bank DKI. Kesepuluh orang itu saat ini tengah diperiksa Kepolisian Polda Metro Jaya.

Kepala Satuan Polosi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin menjelaskan penghentian sementara itu dimulai sejak Senin (18/11) hari ini hingga kasus mereka tuntas diperiksa kepolisian.

Baca Juga:

12 Oknum Satpol PP Jakarta Bobol Uang Bank DKI Sebesar Rp32 Miliar

"Sudah dinonaktifkan perhari ini," ujar Arifin saat dikonfirmasi Senin (18/11).

Satpol PP DKI terlibat pembobolan bank
Ilustrasi Satpol PP (Foto: MP/Asropih)

Arifin menyampaikan, sebenarnya total ada 12 orang anak buahnya yang tersandung kasus ini, namun dua diantaranya sudah mengembalikan uang ke pihak Bank DKI.

"Sebenarnya total ada 12 orang. Tapi ada beberapa orang yang dipanggil kemudian ada itikad mengembalikan yang tersebut ke Bank DKI. Jadi beberapa orang sudah selesai urusannya. Nah, tinggal beberapa orang lagi," pungkasnya.

Dia menceritakan, 12 anak buahnya itu mengambil uang di mesin ATM bersama. Namun setelah mereka mengambil uang di mesin ATM ini saldo mereka yang tersimpan di tabungan Bank DKI malah tak berkurang.

"Informasi yang saya dapatkan mereka mengambil uang di ATM Bersama. Bukan ATM Bank DKI.
Uangnya keluar namun saldonya tidak berkurang. Lalu dia ambil lagi," tuturnya.

Baca Juga:

Bakal Dicopot Anies, Kepala Satpol PP: Emang Saya Kenapa?

Karena melihat tabungan mereka tetap utuh, para pelaku keranjingan melakukannnya sampai berkali - kali hingga merugikan Bank DKI hingga Rp32 miliar.

"Dia orang pasti punya keingintahuan. Ada semacam penasaran maka dia coba lagi. Mungkin seperti itu ya," tutupnya.(Asp)

Baca Juga:

Satpol PP DKI Jakarta 'Siaga Satu', Ada Apa Ya?

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH