10 Pegawai Terpapar COVID-19, Kantor Kecamatan Jebres Solo Lockdown Kantor Kecamatan Jebres Solo, Jawa Tengah ditutup setelah 10 karyawan positif COVID-19, Senin (26/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Satgas COVID-19 Solo, Jawa Tengah, mengambil tindakan lockdown atau menutup total kantor Kelurahan Jebres, Senin (26/7). Hal itu dilakukan setelah 10 pegawai yang terpapar COVID-19.

Camat Jebres, Sulistiarini mengatakan, pihaknya menutup Kantor Kecamatan Jebres mulai tanggal 26-30 Juli. Selama dilakukan penutupan, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dialihkan ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

Baca Juga

PPKM Level 4, Gibran Buka 14 Pasar Non-Esensial Mulai Besok

"Kami tutup kantor kecamatan sementara setelah 10 orang pegawai positif COVID-19," ujar Sulistiarini, Senin (26/7).

Dikatakannya, sebanyak 10 pegawai yang positif tersebut perinciannya sembilan pegawai internal kecamatan dan satu pegawai Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang bertugas di kecamatan.

"Ditutup mulai hari ini selama lima hari ke depan. Langkah ini terpaksa kita ambil untuk memisahkan yang positif dan negatif," kata dia.

Ia khawatir jika Kantor Kecamatan Jebres tidak ditutup akan menulari warga saat datang di kantor kecamatan. Penutupan ini sudah diinformasikan kepada masyarakat.

"Pegawai yang kena juga mayoritas juga di pelayanan, makanya tidak mungkin kita paksakan tetap buka," ungkap dia.

Kantor Kecamatan Jebres Solo, Jawa Tengah ditutup setelah 10 karyawan positif COVID-19, Senin (26/7). (MP/Ismail)
Kantor Kecamatan Jebres Solo, Jawa Tengah ditutup setelah 10 karyawan positif COVID-19, Senin (26/7). (MP/Ismail)

Ia mengatakan kasus bermula saat satu pegawai kecamatan yang terpapar COVID-19 dan meninggal dunia 17 Juli lalu. Kemudian dari kejadian tersebut pihaknya langsung meminta semua pegawai yang ada di kecamatan untuk tes swab antigen di Puskesmas Ngoresan pada 20 Juli lalu.

"Hasilnya, dua positif, sedangkan sisanya negatif. Meski demikian sebanyak 31 pegawai yang hasilnya negatif mengikuti tes PCR dan hasilnya delapan orang positif," kata dia.

Kemudian dilanjut PCR, kata dia, hasilnya keluar semalam dan ada empat Linmas yang positif, tiga orang kasi dan satu operator Dispendukcapil yang tugas di Kecamatan Jebres.

"Jadi munculnya klaster perkantoran ini berawal dari satu pegawai yang terpapar dari keluarganya. Saya ingatkan lagi pada karyawan agar mematuhi 5M pada saat di kantor dan di rumah," kata dia.

Sulistiarini mengatakan, untuk pegawai yang negatif COVID-19 tetap masuk, bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Pelayanan fisik dialihkan ke kantor Dispendukcapil Solo kompleks Balai Kota.

Kepala Dispendukcapil, Yuhanes Pramono mengatakan, tidak ada masalah dengan pengalihan pelayanan adminduk Kecamatan Jebres ke Dispendukcapil. Kasus serupa juga dialami di sejumlah kelurahan yang juga sempat di lockdown.

"Jadi masyarakat yang biasanya ke kecamatan sekarang langsung ke Dispendukcapil. Kita selama PPKM tetap melakukan pelayanan namun jamnya dibatasi mulai pukul 08.00 WIB-12.00 WIB saja," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Patuhi Prokes, Kasus Harian Positif COVID-19 Bertambah 28.228

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Jemput Walikota Tanjungbalai ke Jakarta
Indonesia
KPK Jemput Walikota Tanjungbalai ke Jakarta

MS sudah tiba di ibu kota Sabtu pagi

Mulai Besok, Ganjil Genap Berlaku di Bogor dan Kafe Wajib Tutup Jam 9 Malam
Indonesia
Mulai Besok, Ganjil Genap Berlaku di Bogor dan Kafe Wajib Tutup Jam 9 Malam

Polresta Bogor Kota memberlakukan ganjil genap selama dua hari mulai Sabtu (19/6).

Tutup Pelintasan Sebidang, PT KAI Imbau Warga Tidak Buat Jalur Lintas Ilegal
Indonesia
Tutup Pelintasan Sebidang, PT KAI Imbau Warga Tidak Buat Jalur Lintas Ilegal

PT KAI Daop 1 Jakarta menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur KA agar tidak membuat perlintasan secara ilegal.

TNI Rampungkan 2 Jembatan di NTT Yang Rusak Akibat Siklon Seroja
Indonesia
TNI Rampungkan 2 Jembatan di NTT Yang Rusak Akibat Siklon Seroja

TNI Angkatan Darat terus memaksimalkan penanggulangan bencana agar aktivitas ekonomi wilayah Adonara agar bisa kembali seperti sediakala.

Tantangan Dokter RSHS Pisahkan Bayi Dempet Dada dan Perut
Indonesia
Tantangan Dokter RSHS Pisahkan Bayi Dempet Dada dan Perut

Semula tim dokter memperkirakan jalannya operasi akan memakan waktu 8-9 jam. Tapi nyatanya operasi selesai lebih cepat, yakni 6,5 jam. Sedangkan operasi pemisahannya memakan waktu 2,5 jam, yang dimulai pukul 10.30 WIB dan selesai pukul 12.30 WIB, Rabu (7/4).

Pasien Membeludak, RS Darurat Wisma Atlet Terancam Kekurangan Dokter
Indonesia
Pasien Membeludak, RS Darurat Wisma Atlet Terancam Kekurangan Dokter

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta dan sekitarnya melonjak signifikan selama sepekan terakhir.

PT Samudra Bahari Sukses Diduga Turut Menyuap Edhy Prabowo
Indonesia
PT Samudra Bahari Sukses Diduga Turut Menyuap Edhy Prabowo

PT Samudra Bahari Sukses diduga sebagai salah satu perusahaan pengekspor benih lobster atau benur yang turut menyuap bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo..

Ganjil Genap Hanya akan Berlaku di Tiga Kawasan Ini
Indonesia
Ganjil Genap Hanya akan Berlaku di Tiga Kawasan Ini

Nanti setelah 30 Agustus kita akan evaluasi efektiftas tiga kawasan ini

Tingkat Kepatuhan Warga Jakarta Pakai Masker Jeblok, Lebih Rendah dari Bali dan Jabar
Indonesia
Tingkat Kepatuhan Warga Jakarta Pakai Masker Jeblok, Lebih Rendah dari Bali dan Jabar

Ada dua penyebab kenaikan kasus COVID-19 beberapa hari terakhir

Polda Metro Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi di Sulbar dan Kalsel
Indonesia
Polda Metro Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi di Sulbar dan Kalsel

Polda Metro Jaya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.