10 Aplikasi Kencan Diinstal, Bukti 'Menggila' Cari Jodoh di Tengah Pandemi Pandemi COVID-19 dan PSBB tak jadi penghalangan untuk mencari jodoh (Foto: pixabay/amrothman)

MENCARI jodoh gampang-gampang susah. Kadang ketika kita 'terlalu mengejar' seseorang belum tentu bisa mendapatkan hatinya. Tapi saat kita sedang tak 'mengejar', dia malah datang tiba-tiba.

Namun, yang namanya mengejar cinta tentu dibutuhkan usaha dan pengorbanan. Bila kamu diam saja dan tak melakukan apapun, jangan harap ada seorang princess menghampirimu untuk dipinang ke pelaminan.

Baca juga:

Pandemi Bikin ‘Gila’, Tabungan Deposito Sampai Digunakan untuk Merakit PC

Bicara soal mencari pasangan atau jodoh, ada sebuah kisah unik yang dialami oleh seorang pria asal Jakarta bernama Rafi (bukan nama asli). Singkat cerita kisah asmara Rafi kurang beruntung di tengah pandemi. Sang kekasih meninggalkannya tanpa alasan jelas.

Rafi sudah berusaha mencari tahu tentang apa alasan kekasihnya memutuskan hubungannya, namun tak kunjung menemui titik terang. Tapi, berdasarkan informasi dari rekan-rekannya, hubungan Rafi dan kekasihnya kandas lantaran adanya orang ketiga.

Kandasnya hubungan ditengah pandemi, ketakutan bertemu orang baru dan desakan orang tua untuk segera menikah membuat seorang pria merasa kecemasan yang luar biasa (Foto: pixabay/holgersfotografie)

Ketika hubungannya berakhir, Rafi tak menampik dirinya sedih sekaligus bingung harus dengan cara seperti apa mencari pasangan baru. Apalagi di tengah pandemi ini Rafi parno bertemu seseorang yang baru dikenal karena takut terpapar COVID-19. "Gue takut jadi 'carrier' ke orang-orang rumah, apalagi bokap nyokap udah pada tua, jadi ngeri aja cuy," ujarnya kepada merahputih.com.

Baca juga:

Tetap Waras Bagi Ibu Rumah Tangga: Bisnis Minuman Herbal Beromset Rp5 Juta

Satu masalah belum selesai, yang lain datang lagi. Orang tua Rafi mendesaknya agar cepat menikah karena usianya sudah matang. Belum lagi di usia 28 tahun ini teman Rafi sudah banyak yang berumah tangga. Rafi makin cemas.

Dari sisi finansial, Rafi berada di keluarga yang bisa dibilang 'berada'. Untuk penghasilan sendiri, Rafi sudah bekerja di salah satu perusahaan besar dengan pendapatan bulanan cukup besar.

Berawal dari saran temannya untuk menginstal aplikasi dating (Foto: pixabay/geralt)

Desakan berupa ucapan 'mana calonnya' hampir setiap hari ditanyakan oleh orang tua Rafi, ini membuatnya stres. Akhirnya, jalan keluar ia temukan kala nongkrong dengan teman-teman dekatnya. Mereka menyarankan agar Rafi mencoba peruntungan lewat aplikasi kencan.

"Pas awal disaranin sih gue ga tertarik, gue bilang 'apaan sih aplikasi gituan enggak jelas', tapi setelah gue pikir-pikir gue belum nemu caranya yang cocok buat nyari jodoh disaat pandemi gini ketika gw parno ketemu orang baru," kata Rafi.

Setelah mencoba beberapa aplikasi kencan, Rafi justru merasakan kesenangan tersendiri. Ia mengaku aplikasi kencan sangat membantunya menghilangkan stres dan rasa galau.

Awalnya Rafi hanya menginstal satu aplikasi, namun ia mencari info aplikasi dating lainnya (selain yang disarankan temannya) dan menginstal di ponselnya hingga jumlahnya hampir 10 aplikasi. Dari mulai yang berbentuk swipe right swipe left, people nearby, hingga model aplikasi video live.

Rafi menemukan banyak sekali teman-teman perempuan baru yang sangat good looking. Saking banyaknya aplikasi, hampir seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melihat calon-calon istrinya.

"Ketemu temen-temen cewe baru gitu asyik sih, gue ngerasanya kaya mengobati kecemasan bingung cari jodoh, kaya pelampiasan biar gue tetep waras/seneng di masa pandemi gini," kata Rafi.

Meski menghabiskan hampir seluruh waktu luangnya bermain aplikasi dating, Rafi tetap memprioritaskan pekerjaan dan keluarga (Foto: pixabay/amrothman)

Namun, meski 'menggila' dengan menginstal banyak aplikasi kencan, aktivitas hariannya tetap tidak terganggu. Rafi sudah mengatur waktu sedemikian rupa sesuai dengan prioritas. Dirinya tetap mengutamakan waktunya untuk bekerja dan berkumpul dengan keluarga. Bermain aplikasi online hanya untuk mengisi waktu luang.

Meskipun ia banyak menemukan calon pendamping yang cocok lewat aplikasi kencan, Rafi tetap ragu. Ia tidak yakin perempuan di aplikasi kencan cocok dijadikan istri karena pernah dinasihati temannya. "Ketemu di dunia maya rentan banyak kepalsuan, kadang beda jauh sama realitanya," tutur Rafi.

Rafi berharap pandemi Virus Corona agar segera cepat berakhir, karena banyak sekali orang-orang yang kesulitan mencari pekerjaan, hingga mencari jodoh di masa sulit ini. "Doa yang terbaik aja lah buat semuanya," Tutupnya. (ryn)

Baca juga:

Pandemi Memotivasi Wanita Ini Wujudkan Cita-cita Jadi Pengusaha Pakaian hingga Kuliner

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH