1.544 Warga DKI Masih Positif COVID-19, Waspadai Halal Bihalal saat Lebaran Wisma Atlet. (Foto: Antara)

MerahPutih.com- Angka penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta rupanya masih tinggi. Hingga Sabtu (23/4), kasus aktif di wilayah ibu kota negara ini masih diatas seribu orang.

"Angkanya terus berkurang, hingga kemarin (Sabtu) menyisakan 1.544 orang yang masih dirawat maupun isolasi akibat terpapar COVID-19,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dwi Oktavia kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/4).

Baca Juga:

Penambahan Kasus Harian COVID-19 Ratusan, Pemudik Diminta Tetap Waspada

Pihaknya pun melakukan tes Polymerase chain reaction (PCR) kepada sebanyak 7.871 orang. Dengan hasil 172 positif dan 7.699 negatif.

Sementara, untuk metode Antigen kepada sebanyak 17.693 orang. Hasilnya, 40 positif dan 17.653 negatif.

Dari jumlah total kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta, sebanyak 1.229.971 orang dinyatakan sembuh.

Jumlah tersebut setara dengan 98,7 persen tingkat kesembuhan. Dengan tingkat kesembuhan 98,7 persen dan total 15.264 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2 persen di DKI Jakarta.

"Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen,” ungkap Dwi.

Lalu, untuk persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta berada pada angka 2,4 persen. Adapun secara total persentase kasus di DKI Jakarta yakni 11,8 persen.

Baca Juga:

Mendagri Keluarkan Aturan Pencegahan COVID-19 saat Halalbihalal

Kementerian Dalam Negeri mengingatkan semua pihak agar mewaspadai makan-makan saat halal bihalal Idul Fitri berpotensi terjadi penularan COVID-19.

Memasuki minggu-minggu terakhir dalam bulan suci Ramadhan ini, Menteri Dalam Negeri telah menandatangani Surat Edaran Nomor 003/2219/SJ tanggal 22 April 2022. Isinya tentang pelaksanaan halal bihalal pada Idul Fitri 1443 H/2022 yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota seluruh Indonesia.

Surat Edaran itu menjadi sangat penting di tengah kalkulasi banyaknya pemudik yang akan menghabiskan waktu merayakan Idul Fitri dan libur lebaran di kampung halaman.

Surat edaran tersebut memberikan arah kebijakan kepada kepala daerah untuk memberikan atensi pelaksanaan halalbihalal di daerahnya masing-masing yang disesuaikan dengan level daerah.

Jumlah tamu yang dapat hadir pada acara halal bihalal adalah 50 persen dari kapasitas tempat untuk daerah yang masuk kategori level 3.

Lalu 75 persen untuk daerah yang masuk kategori level 2 dan 100 persen untuk daerah yang masuk kategori level 1.

Kegiatan halal bihalal dengan jumlah di atas 100 orang, makanan/minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang dan tidak diperbolehkan ada makanan/minuman yang disajikan di tempat atau prasmanan.

Hal ini merupakan langkah antisipatif untuk mengeliminir potensi klaster penularan COVID-19 dalam skala luas keramaian mengingat aktivitas makan/minum.

Melalui SE itu pemerintah daerah menurut dia juga diminta untuk membuat peraturan lebih lanjut di daerahnya masing-masing dengan terus memperkuat disiplin protokol kesehatan. (Knu)

Baca Juga:

Naik Dalam 24 Jam, Kasus Aktif COVID-19 Capai 21.037 Orang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kronologi KA Lodaya Tabrak Truk di Yogyakarta
Indonesia
Kronologi KA Lodaya Tabrak Truk di Yogyakarta

Kecelakaan antara kereta api (KA) Lodaya dengan sebuah truk dump terjadi di Bale catur, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/04) malam.

Sudah Minta Maaf ke Jenderal Andika, Effendi Simbolon Sebut KSAD Dudung Belum Respons
Indonesia
Sudah Minta Maaf ke Jenderal Andika, Effendi Simbolon Sebut KSAD Dudung Belum Respons

"Kemarin saya jam 12 ada di kantor beliau (Jenderal Andika) saya ingin poin menanyakan, sikap-sikap dari TNI, dan juga saya menyampaikan maaf saya," kata Effendi

Tilang Kendaraan tak Lolos Uji Emisi Berlaku 13 November
Indonesia
Tilang Kendaraan tak Lolos Uji Emisi Berlaku 13 November

"Prinsipnya kami dari Pemprov minta supaya sejak tanggal 13 ini sudah siap uji emisi nya," ucap Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/11).

Azis Syamsuddin Didakwa Menyuap Eks Penyidik KPK Rp 3 Miliar dan 36 Ribu Dollar AS
Indonesia
Azis Syamsuddin Didakwa Menyuap Eks Penyidik KPK Rp 3 Miliar dan 36 Ribu Dollar AS

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Waketum Golkar itu menyuap eks penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju, sebesar Rp 3.099.887.000.

 7 ABK asal Indonesia Hilang, Kemenlu Desak Penyelidikan Mauritius
Indonesia
7 ABK asal Indonesia Hilang, Kemenlu Desak Penyelidikan Mauritius

Berdasarkan keterangan saksi mata, Kapal Wei Fa dan Kapal De Hai meninggalkan dermaga Mauritius pada 26 Februari 2021 sebelum dinyatakan hilang di laut.

Gerindra Minta PDIP dan PSI Akhiri Drama Interpelasi Formula E
Indonesia
Gerindra Minta PDIP dan PSI Akhiri Drama Interpelasi Formula E

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu meminta agar kedua fraksi yaitu PDIP dan PSI segera mengakhiri drama interpelasi Formula E.

Pelaku Teror ke Rumah Ortu Veronica Koman Berjumlah 2 Orang
Indonesia
Pelaku Teror ke Rumah Ortu Veronica Koman Berjumlah 2 Orang

Polisi menyebut pelaku teror diduga petasan ke rumah orangtua Aktivis Papua, Veronica Koman berjumlah dua orang.

Kejagung Imbau Jajaran Buka Layanan Publik Hari Pertama Masuk Kerja
Indonesia
Kejagung Imbau Jajaran Buka Layanan Publik Hari Pertama Masuk Kerja

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengimbau jajaran kejaksaan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk membuka layanan publik pada Senin lusa.

Belanja Negara Capai 18,1 Persen di Triwulan I
Indonesia
Belanja Negara Capai 18,1 Persen di Triwulan I

Mendorong percepatan realisasi belanja, kementerian/lembaga perlu untuk segera membuka blokir alokasi anggaran.

Imunisasi Anak Bakal Terdata di PeduliLindungi Hingga 20 Tahun
Indonesia
Imunisasi Anak Bakal Terdata di PeduliLindungi Hingga 20 Tahun

Akun PeduliLindungi kini mulai menjangkau pelayanan kesehatan lainnya di luar COVID-19. Kementerian Kesehatan akan melakukan digitalisasi data imunisasi anak di Indonesia.