1,1 Juta Nelayan Telah Terlindungi Asuransi Nelayan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat sejak dilaksanakan pada 2016, bantuan premi asuransi nelayan (BPAN) telah mencakup 1.198.177 nelayan dengan total nilai klaim pertanggungan yang direalisasikan mencapai Rp410 miliar. Pada tahun 2021 ini, pemerintah kembali menargetkan sebanyak 120.000 nelayan terlindungi BPAN di 34 Provinsi.

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP M Zaini memastikan, mekanisme untuk mendapatkan asuransi sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, tengah menunggu petunjuk teknis pelaksanaannya meskipun sosialisasi telah dilaksanakan sebelumnya.

Baca Juga:

KKP Bakal Benahi 25 Kampung Nelayan di 2021

Ia mengungkapkan, ada perbedaan pelaksanaan program pada tahun ini adalah untuk nelayan dengan kapal maksimal 5 GT, berbeda dengan tahun sebelumnya 10 GT.

"Langkah cepat KKP ini juga sejalan dengan diterbitkannya PP Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan di Bidang Kelautan dan Perikanan yang salah satu substansinya mengatur tentang asuransi nelayan dan jaminan hari tua," ucapnya.

BPAN, hadir untuk memberikan perlindungan dan memberikan jaminan keamanan serta keselamatan bagi para nelayan. Selain itu, dapat menumbuhkan kesadaran bagi nelayan terhadap pentingnya berasuransi dan membangun keinginan nelayan untuk ikut serta berasuransi secara mandiri.

"Masa pertanggungan BPAN ini berlaku selama satu tahun, setelah itu nelayan kita dorong tetap berasuransi dengan asuransi nelayan mandiri. Kami fasilitasi dengan menggandeng berbagai pihak penyedia jasa asuransi, kita ajak juga di setiap sosialisasi," papar Zaini.

Kapal nelayan. (Foto: KPK)
Kapal nelayan. (Foto: KPK)

Direktur Perizinan dan Kenelayanan KKP Ridwan Mulyana mengatakan, sosialisasi penting digelar untuk memberikan pemahaman pentingnya berasuransi bagi nelayan dan menumbuhkan minat berasuransi bagi nelayan kecil secara mandiri.

"BPAN ditujukan untuk nelayan yang belum pernah mendapatkan bantuan asuransi sebelumnya. Setelah itu kita arahkan dengan asuransi nelayan mandiri termasuk di dalamnya jaminan hari tua atau pensiun melalui BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK BRI," ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

KKP Tangkap Kapal Nelayan Yang Bandel Pakai Pukat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PUPR Kebut Perbaikan Delapan Venue Asean Para Games 2022
Indonesia
PUPR Kebut Perbaikan Delapan Venue Asean Para Games 2022

Perbaikan dilakukan dalam 40 hari kerja dan dipastikan rampung pada 15 Juli mendatang.

Drainase DKI Dicap Buruk, Anies Berdalih Curah Hujan di Atas 100 mm Pasti Luber
Indonesia
Drainase DKI Dicap Buruk, Anies Berdalih Curah Hujan di Atas 100 mm Pasti Luber

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkritik buruknya kerja sumur resapan atau drainase vertikal yang dimiliki Pemprov DKI.

Ganjar Pranowo Ogah Tanggapi Omongan Bambang Pancul
Indonesia
Ganjar Pranowo Ogah Tanggapi Omongan Bambang Pancul

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lebih memilih mengurus inflasi di Jateng dibandingkan berbicara soal Pilpres.

Pekerja Migran Indonesia Sumbang Devisa Rp 159,6 Triliun per Tahun
Indonesia
Pekerja Migran Indonesia Sumbang Devisa Rp 159,6 Triliun per Tahun

"Kontribusi remitansi dari pekerja migran menghasilkan devisa untuk Indonesia sebesar Rp 159,6 triliun dan ini salah satu penerimaan devisa yang besar, sehingga pemerintah terus dorong terlebih didukung dengan kompetensi yang saudara miliki," ucap Airlangga

Polda Jateng Jamin Ketersediaan Stok Pangan Jelang Libut Nataru
Indonesia
Polda Jateng Jamin Ketersediaan Stok Pangan Jelang Libut Nataru

Tim Satgas Polda Jawa Tengah menjamin ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

PLN Bagikan Kompor Listrik di Solo, Gibran Sebut Masih Banyak Rumah yang Daya Listriknya 450 VA
Indonesia
PLN Bagikan Kompor Listrik di Solo, Gibran Sebut Masih Banyak Rumah yang Daya Listriknya 450 VA

Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah mulai mendistribusikan kompor listrik beserta alat memasaknya.

Label Halal Indonesia Diklaim Bukan Bentuk Jawa Sentris
Indonesia
Label Halal Indonesia Diklaim Bukan Bentuk Jawa Sentris

Label baru ini Jawa sentris karena berbentuk gunungan wayang dan motif batik lurik atau surjan.

Kemenhub Rancang Subsidi Biaya Konversi Motor BBM ke Listrik
Indonesia
Kemenhub Rancang Subsidi Biaya Konversi Motor BBM ke Listrik

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pihaknya tengah menggencarkan program konversi sepeda motor BBM ke listrik,

KPK Bakal Telusuri Aliran Uang Suap Lukas Enembe
Indonesia
KPK Bakal Telusuri Aliran Uang Suap Lukas Enembe

Ali Fikri merespons dugaan aliran uang Lukas Enembe mengalir ke Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Gerindra Sesumbar Elektabilitas Prabowo Tinggi karena Tak Suka Pencitraan
Indonesia
Gerindra Sesumbar Elektabilitas Prabowo Tinggi karena Tak Suka Pencitraan

Tingginya elektabikitas Prabowo Subianto di lembaga survei membuat Gerindra semakin terpacu mengusung sang Ketua Umum.