1.000 Orang Lebih Ditangkap Terkait Aksi Tolak UU Cipta Kerja Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 1.192 orang yang mengikuti aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law berujung ricuh.

Mereka yang diamankan berdasar hasil razia selama dua hari yakni tanggal 7 dan 8 Oktober 2020. Sebagain besar dari mereka yang diamanakan masih berstatus pelajar.

"Sampai dengan saat ini memang ada 1.192 yang telah kita amankan. Sebelum dilakukan demo ini, memang kita melakukan razia," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat (9/10).

Baca Juga:

Dinas LH Angkut 398 Ton Sampah dari Aksi Penolakan UU Cipta Kerja

Dirinya menambahkan, dari ribuan mereka yang diamankan beberapa di antaranya diduga berasal dari kelompok Anarko Sindikalisme.

Kelompok tersebut diyakini menunggangi aksi demo buruh dan mahasiswa menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law di ibu kota dan sekitar hingga berujung bentrok.

"Kita ketahui berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya memang setiap ada demo dan berakhir dengan kerusuhan ada indikasi bahwa itu ditunggangi oleh orang-orang yang memang Anarko," kata dia.

Pedemo tolak UU Cipta Kerja berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian, di Jakarta, Kamis (8/10). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Pedemo tolak UU Cipta Kerja berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian, di Jakarta, Kamis (8/10). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Yuri menuturkan, sebanyak 18 pos pol yang di rusak dan dibakar. Dari total itu, 9 di antaranya di rusak dan 9 lagi dirusak dan dibakar oleh massa yang melakukan kericuhan.

"Terdiri dari pos pam Harmoni, pos polisi di Sarinah, pos Pol Monas Barat Daya, pos pol Atmajaya, pos polisi samping pintu utama Polda, pos polisi di pintu Senayan, ada di Tugu Tani, di simpang lima Senen, ada di pn RS Corolus, pospol Petojo, pos Hayam Wuruk arah Roxy, pos pol di Grogol, Satwil Lantas di Tomang, Pos di Tomang, pos Asemka, pos Olimo. Itu ada 18 pos fasilitas kepolisian ada pospol ada pospam yg dibakar dan dirusak oleh perusuh tadi malam," kata dia.

Baca Juga:

Soal UU Cipta Kerja, Menkopolhukam Sebut Lebih Banyak Beredar Kabar Tidak Benar

Menurut dia, ada penyusup yang masuk ke barisan buruh dan mahasiswa yang sejatinya menggelar penyampaian pendapat menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Para penyusup itu melakukan perusalan kepada pos polisi dan juga halte bus TransJakarta.

"Ada memang tokoh yang berniat melakukan kerusuhan membakar fasilitas umum dan fasilitas kepolisian. Yang kita ketahui ada 16 halte yang dilakukan perusakan dan pembakaran dan ada beberapa tempat fasilitas lain termasuk senen dan juga beberapa kendaraan yang sudah dirusak oleh para perusuh ini," terang Yusri.

Pihaknya pun tengah menyelidiki guna mengetahui siapa pelaku-pelaku yang sudah melakukan perusakan dan pembakaran. Bahkan, sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan guna mencari pelaku utamanya.

"Beserta ada beberapa CCTV yang kita jadikan barang bukti untuk petunjuk bagi penyidik," ucapnya. (Knu)

Baca Juga:

Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Jujur Soal UU Cipta Kerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sembuh dari COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah
Indonesia
Sembuh dari COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah

"Alhamdulillahi rabbil alamin, saya telah dinyatakan negatif COVlD-19," ujar Riza

Lebih dari 300 Nakes di Jakarta Barat Sudah Divaksinasi Tahap Dua
Indonesia
Lebih dari 300 Nakes di Jakarta Barat Sudah Divaksinasi Tahap Dua

Vaksinasi dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Minggu (31/1)

Alasan Wakil Ketua DPR Azis Ingin Revisi UU Pemilu
Indonesia
Alasan Wakil Ketua DPR Azis Ingin Revisi UU Pemilu

UU nomor 7 tahun 2017 telah menyebabkan kondisi kompleksitas penyelenggaraan pemilu lima kotak yaitu Pemilihan Presiden, DPR, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Polres Bangkalan Tidak Tutup Akses Jembatan Suramadu
Indonesia
Polres Bangkalan Tidak Tutup Akses Jembatan Suramadu

Polres Bangkalan tidak akan menutup akses menuju jembatan Suramadu pada malam Tahun Baru 2021. Hal ini, berseberangan dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Hindari Wartawan, Firli Bahuri Pilih Masuk Lewat Pintu Belakang Gedung KPK
Indonesia
Hindari Wartawan, Firli Bahuri Pilih Masuk Lewat Pintu Belakang Gedung KPK

Firli tiba di Gedung KPK lama tersebut sekitar pukul 13.38 W.I.B menumpangi Toyota Kijang Innova warna hitam. Jenderal bintang tiga itu masuk ke gedung KPK lama melalui pintu belakang.

Pesan Risma untuk Calon Penerusnya
Indonesia
Pesan Risma untuk Calon Penerusnya

Risma, yang masa baktinya bakal berakhir Februari 2021, menitipkan pesan agar Eri dan Armuji terus membawa Surabaya menjadi kota yang bisa mensejahterakan warganya.

Polisi Periksa Hadi Pranoto Pekan Depan
Indonesia
Polisi Periksa Hadi Pranoto Pekan Depan

"Dijadwalkan tanggal 24 Agustus diperiksa," kata Kombes Yusri Yunus

Pemprov DKI Kerahkan Mobil Lab Percepat Deteksi COVID-19 di Zona Merah
Indonesia
Pemprov DKI Kerahkan Mobil Lab Percepat Deteksi COVID-19 di Zona Merah

Kolaborasi ini mendapat dukungan pendanaan dari Nama Foundation.

Menko PMK Tekankan Pentingnya Karantina Terbatas Tekan Penyebaran COVID-19
Indonesia
Menko PMK Tekankan Pentingnya Karantina Terbatas Tekan Penyebaran COVID-19

Ia pun menekankan pentingnya karantina terbatas mulai tingkat desa/kelurahan sampai RT/RW untuk menekan penularan corona.

AJI Sebut Kebebasan Pers di Indonesia Masih Buruk
Indonesia
AJI Sebut Kebebasan Pers di Indonesia Masih Buruk

Walaupun peringkatnya naik, ini masih merah, masih dalam kondisi buruk