About Event
Indonesia Coffee Events (ICE) 2020 akan diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) melalui Tim Kerja ICE 2020, yang akan diadakan pada 2 event terpisah di Jakarta dan Bali
Event Detail

Jadwal Event

IBC & IBrC
Elimination, Semifinal & Final
12-15 FEBRUARI 2020
Jakarta
Smesco Building
Info Detail
ILAC, ICTC & ICIGSC
Elimination, Semifinal & Final
16-18 APRIL 2020
Denpasar
Food, Hotel & Tourism (FHTB)
Info Detail

Indonesia Barista Championship (IBC)

Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC)

PENYISIHAN

SEMI FINAL

FINAL

Indonesia Barista Championship (IBC)

Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC)

Tentang ICE 2020

Indonesia Coffee Events (ICE) 2020 akan diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) melalui Tim Kerja ICE 2020, yang akan diadakan pada 2 event terpisah di Jakarta dan Bali:

  • Indonesia Barista Championship (IBC) dan Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC) akan diadakan pada tanggal 12-15 Februari 2020 di Gedung SMESCO,
  • Indonesia Latte Art Championship (ILAC), Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) dan Indonesia Coffee in Good Spirits Championship (ICiGSC) Exhibition Preview akan diadakan pada tanggal 16-18 April 2020 di event Food, Hotel and Tourism (FHT) , Nusa Dua, Denpasar –

ICE 2020 akan diadakan hanya dalam satu babak Nasional saja, sementara babak regional (eliminasi) ditiadakan dan disatukan dengan event Nasional mengingat keterbatasan waktu. Fokus tim kerja lebih mengutamakan ketersediaan waktu bagi para pemenang nantinya untuk mempersiapkan kompetisi di tingkat dunia.

Seperti kita ketahui, pemenang dari tiap kompetisi akan mewakili Indonesia dalam kejuaran dunia di bawah naungan organisasi World Coffee Events (WCE) di mana pada tahun 2020, kompetisi-kompetisi WCE  akan diadakan di Melbourne, Australia pada bulan Mei (WBC dan WBrC) dan Warsawa, Polandia pada bulan Juni (WLAC dan WCTC) . ICE sendiri merupakan sebuah acara penting dan berskala besar (nasional) yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Berkaca pada pengalaman ICE-ICE terdahulu, dimana ketersediaan dana menjadi salah satu critical point kesuksesan acara, maka Tim Kerja ICE 2020 memikirkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan pendanaan acara. Pengadaan properti pendukung, kelistrikan, dan biaya-biaya operasional lainnya yang jumlahnya sangat besar, secara mandiri akan diusahakan oleh tim Kerja ICE dan kemudian akan dipertanggungjawabkan kembali kepada SCAI. Dalam mempersiapkan acara ini, tim kerja ICE 2020 sudah mempersiapkan berbagai kesempatan untuk mendukung acara ini melalui sponsorship (bila berminat menjadi sponsor, dapat menghubungi sekretariat SCAI untuk mendapatkan proposal dan berbicara lebih lanjut), maupun menggalang dana dari acara tambahan lain (Coffee Village) dan tentunya dari biaya pendaftaran peserta.

Untuk tahun ini Tim Kerja ICE 2020 membuat suatu terobosan baru berupa sistem subsidi silang pada pengkategorian pendaftaran. Ada dua analogi utama yang bisa menggambarkan ide yang ingin ditawarkan, yaitu jalur seleksi Penerimaan Mahasiswa baru pada PTN, yang mana seperti kita ketahui terdapat jalur SNMPTN (Jalur ujian umum terbuka) dan jalur Mandiri (Jalur langsung/khusus). Selain itu, contoh lain yang bisa menjadi perbandingan adalah analogi sistem jaminan kesehatan (seperti BPJS Kesehatan), di mana ada orang yang mampu dan membayar lebih (kelas 1) untuk turut menanggung beban mereka yang bahkan tidak membayar agar semua mendapat kesempatan pelayanan kesehatan yang setara/sepantasnya. Kiranya ide ini dapat dimengerti dengan prasangka positif tanpa ada maksud untuk mencari keuntungan berlebih melalui event ini dan dapat membantu Tim Kerja menggalang kebutuhan dana penyelenggaraan event ini. Bilapun dalam penyelenggaraan acara ini ada kelebihan dana, maka dana tersebut akan disiapkan sebagai dana awal persiapan ICE 2021.

Dengan demikian, kedua kategori pendaftaran ini adalah:

Open Online Registration

  • Mendaftar via Website/online provider, dengan sistem terbuka, waktu dan mekanisme pendaftaran akan diumumkan kemudian
  • Terbatas 2 (dua) peserta setiap perusahaan/membership SCAI setiap cabang kompetisi
  • Biaya Rp 1.500.000,- (Satu juta Lima ratus ribu rupiah) per PESERTA untuk member SCAI
  • Biaya Rp 3.500.000,- (Tiga juta Lima ratus ribu rupiah) per PESERTA untuk non- member SCAI
  • Quota terbatas 70% dari total peserta per cabang kompetisi

Direct Slot

  • Mendaftar via kontak ke sekretariat SCAI mulai tanggal 20 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020. Slot terjamin setelah pembayaran diterima, dan terbuka selama quota masih
  • Terbatas maksimum 2 (dua) peserta setiap perusahaan/membership SCAI setiap cabang kompetisi
  • Free membership corporate SCAI 1 (satu)
  • Biaya Rp 15.000.000,- (Lima belas juta Rupiah) per PESERTA
  • Quota terbatas 30% dari total peserta per cabang

Total peserta per cabang kompetisi:

  • Indonesia Barista Championship (IBC) = 50 peserta
  • Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC) = 50 peserta
  • Indonesia Latte Art Championship (ILAC) = 36 peserta
  • Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC) = 48 peserta
  • Indonesia Coffee in Good Spirits Championship (ICiGSC) Exhibition Preview = 12 peserta

Daftar Peserta IBC
Daftar Peserta IBRC
Daftar Peserta ILAC

Segera Hadir

Daftar Peserta ICTC

Segera Hadir

Daftar Peserta ICIGSC

Segera Hadir

Peraturan ICE 2020

PERATURAN DAN KETENTUAN KOMPETISI NASIONAL 2020

 

Peraturan dan Ketentuan Indonesia Barista Championship 2020 mengacu pada dokumen “2020 World Barista Championship Official Rules and Regulations” dengan penyesuaian:

  1. Kompetisi terdiri dari 3 (tiga) babak: babak pertama (semua kompetitor), babak semifinal (dua belas kompetitor dengan nilai tertinggi) dan babak final (enam kompetitor dengan nilai tertinggi)
  2. Pada semua babak, semua kompetitor akan menyajikan tiga jenis minuman yaitu espresso, milk beverage, dan signature beverage.
  3. Untuk semua babak, setiap competitor akan diberikan waktu sebagai berikut:
    1. 15 (lima belas) menit Preparation Time
    2. 15 (lima belas) menit Competition Time
    3. 7 (tujuh) menit Clean-up Time

 

Peraturan dan Ketentuan Indonesia Brewers Cup Championship 2020 mengacu pada dokumen “2020 World Brewers Cup Official Rules and Regulations” dengan penyesuaian:

  1. Kompetisi terdiri dari 2 (dua) babak: babak pertama (semua kompetitor) dan babak final (enam kompetitor dengan nilai tertinggi).
  2. Babak pertama terdiri dari 2 (dua) komponen:
    1. COMPULSORY SERVICE
    2. OPEN SERVICE
  3. Pada babak final semua kompetitor melakukan presentasi OPEN SERVICE.
  4. 6 (enam) kompetitor dengan nilai gabungan (Compulsory + Open Service) tertinggi di babak pertama akan melanjutkan ke babak final yang akan menggunakan sistem OPEN SERVICE.
  5. Alokasi waktu:
    1. Compulsory Service: 8 menit setup + 7 menit competition
    2. Open Service: 5 menit setup + 10 menit competition.

 

Rules dan Regulation WBC 2020 dapat diperoleh di http://bit.ly/2020WBCRnR
Rules dan Regulation WBrC 2020 dapat diperoleh di http://bit.ly/2020WBrCRnR

FAQ IBC2020

Apa mesin espresso resmi IBC 2020?
Silahkan cek di sini

Apa grinder resmi IBC 2020?
Silahkan cek di sini

Apa filter basket yang digunakan di IBC 2020?
Silahkan cek di sini

Apa susu resmi yang digunakan di IBC 2020?
Silahkan cek di sini

FAQ ILAC2020

Apa mesin espresso resmi ILAC 2020?
Silahkan cek di sini

Apa grinder resmi ILAC 2020?
Silahkan cek di sini

Apa susu resmi yang digunakan di ILAC 2020?
Silahkan cek di sini

Apa cangkir resmi yang digunakan di ILAC 2020 dan seperti apa ukurannya?

Silahkan cek di sini

FAQ IBrC2020

Apa grinder resmi IBrC 2020?
Silahkan cek di sini

Apa pemanas air yang akan disediakan di IBrC 2020?
Silahkan cek di sini

FAQ ICE2020

Apa air yang akan digunakan di seluruh kompetisi ICE 2020?
Air yang difilterasi menggunakan BWT water+more sehingga sesuai dengan standar SCA

ICE 2020 di Jakarta Telah Berakhir, Sampai Jumpa di Bali!
ICE 2020 di Jakarta Telah Berakhir, Sampai Jumpa di Bali!

SABTU (15/2), merupakan hari terakhir ajang pencarian brewers dan barista terbaik Indonesia, Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC) dan Indonesia Barista Championship (IBC) yang dihelat di Gedung Smesco, Jakarta Selatan.

Rangkaian kompetisi kopi dalam acara Indonesia Coffee Events (ICE) 2020 itu telah menghasilkan pemenang pada masing-masing kompetisi. IBC dimenangkan oleh Mikael Jasin, dan gelar juara IBrC diraih oleh Sanstoso Ardiansyah. Keduanya akan mewakili Indonesia dalam acara kompetisi kopi dunia, World Coffee Events (WCE) pada April mendatang di Melbourne, Australia.

Baca juga:

Mengenal Cindy Marta, Finalis Perempuan Satu-satunya di IBC 2020

ICE 2020 belum sepenuhnya berakhir. Masih ada tiga rangkaian kompetisi kopi yang akan dihelat di Bali pada bulan tanggal 16-18 April mendatang. Ketiga kompetisi kopi itu ialah Indonesia Latte Art Championship (ILAC), Indonesia Cup Taster Championship (ICTC) dan Indonesia Coffee in Good Spirits Championship (ICiGSC) yang dihelat di Event Food, Hotel and Tourism (FHT), Nusa Dua, Denpasar, Bali.

babak final IBrC dan IBC
Penonton sangat antusias menyaksikan babak final IBrC dan IBC (Foto: side.id/Andhika)

Rangkaian penutupan ICE 2020 di Jakarta diawali dengan babak final IBrC pada pukul 09.00-14.00 WIB. Para peserta final IBrC, Harison Chandra, Monika Zendrato, Santoso Ardiansyah, Christian Lie, Oki Seto Herusatmoko, Shayla Philipa, terlihat bersaing dengan sangat ketat. Mereka juga mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat.

Baca juga:

Selamat! Santoso Ardiansyah Siap Wakili Indonesia di WBrC 2020

Usai IBrC berakhir, penonton pun tak langsung pergi, mereka segera beranjak ke area kompetisi IBC. Pertandingan pada kategori ini dimulai sekitar pukul 14.30-19.00 WIB. Sama seperti IBrC, Persaingan para barista di IBC sangat panas.

Santoso Ardiansyah Juara IBrC
Pengumuman pemenang IBrC, Santoso Ardiansyah menjadi juara (Foto: MP/Arbin)

Terdapat enam finalis yang bersaing di IBC, Josaphat Jakabramasta, Raymond Ali, Kelvin Situmorang, Arief Rachman, Mikael Jasin, dan Cindy Marta.

Setelah semua peserta tampil, saat-saat yang paling ditunggu datang juga, mengumumkan pemenang IBC dan IBrC. Penonton yang tadinya beristirahat sejenak di beberapa sudut area Smesco, sontak langsung memadati area depan panggung yang berada di dekat pintu masuk utama.

Seorang pewara langsung mengumumkan Mikael Jasin sebagai juara IBC dan Santoso Ardiansyah sebagai juara IBrC. ICE 2020 benar-benar berlangsung sangat meriah di Jakarta selama empat hari ini (12-15 Februari 2020).

Sampai jumpa di Bali para pencinta kopi! (arb)

Baca juga:

Mikael Jasin Raih Gelar Juara Indonesia Barista Championship 2020

Mengenal Cindy Marta, Finalis Perempuan Satu-satunya di IBC 2020
Mengenal Cindy Marta, Finalis Perempuan Satu-satunya di IBC 2020

PEREMPUAN berkacamata itu tengah bersiap-siap menunggu giliran tampil. Ia merupakan peserta yang paling terakhir tampil di babak final kompetisi kopi Indonesia Barista Championship (IBC) 2020, pada ajang Indonesia Coffee Events (ICE) 2020, Sabtu (15/2) di Gedung Smesco, Jakarta. Raut wajahnya tampak tegang. Sesekali mulutnya komat-kamit, melatih presentasi tentang kopi yang akan ia sampaikan kepada juri.

Cindy Marta, barista Coffeshop Shoot Me In The Head (SMITH), merupakan satu-satunya finalis perempuan di IBC. Ia bersaing di babak final dengan lima barista lainnya, Josaphat Jakabramasta (PT. Republik Kopi Nasional), Raymond Ali (Luthier Coffee), Kelvin Situmorang (PT. Kopi Utama Indonesia), Arief Rachman (Visma Coffee), dan Mikael Jasin (PT Republik Kopi Nasional).

Baca juga:

Selamat! Santoso Ardiansyah Siap Wakili Indonesia di WBrC 2020

Saat tiba gilirannya tampil, Cindy tampak begitu sigap. Walau terlihat tegang ia tetap mencoba untuk fokus, mengingat peserta yang tampil sebelum dia ialah Mikael Jasin, juara bertahan IBC 2019. Tentu Cindy harus berusaha maksimal agar bisa lebih baik dari Mikael.

Ditemani dengan instrumen musik The traveller part 2 (The Haggis Horns) membuat suasana di area IBC menjadi santai dan tidak membosankan. Saat beraksi, Marta menjelaskan makna signature beverage yang ia buat dengan bahasa Inggris. Ia menggunakan penambah rasa stroberi, cokelat, dan madu, pada minuman spesialnya itu.

Cindy Marta
Cindy pernah jadi ketua di ICE 2017 (Foto: side.id/Andhika)

Babak IBC berdurasi 15 menit. Pada menit ke-14, Cindy sudah menyelesaikan aksinya di panggung IBC. Tepuk tangan penonton menyambut akhir penampilannya. Tidak lupa, spanduk lebar dengan foto wajah Cindy bertuliskan 'turut bersuka cita Cindy' dibentangkan oleh salah satu pendukungnya di bangku penonton.

Penampilan nama lengkap Cindy Herlin Marta di babak final IBC memang sangat memukau. Namun, Cindy harus mengakui kehebatan Mikael Jasin yang keluar sebagai pemenang IBC 2020. Cindy menempati peringkat ke-6 di babak final dengan skor 433 poin.

Menang dan kalah merupakan hal biasa. Namun, siapa sangka sosok Cindy Marta, dapat menjadi satu-satunya finalis perempuan di IBC 2020. Ini menandakan Cindy bukanlah barista sembarangan. Sebenarnya siapa sih sosok Cindy Marta ini?

Bermula dari hanya sekedar penikmat kopi hingga menjadi pelanggan di sebuah kafe, Cindy menjadi akrab dengan dua barista, Muhammad Aga dan Rendy Anugrah Mahesa. Mereka pun akhrinya bekerja sama untuk membangun sebuah kafe bernama Shoot Me In The Head atau S.M.I.T.H pada 2015. Namun, Marta sudah terjun di dunia kopi pada 2014.

Setelah S.M.I.T.H terbentuk, Marta mulai belajar meracik kopi lebih dalam bersama partnernya. "Karena memang suka kopi dan seni di dalamnya yang membuat gue memilih jadi barista," ujar Marta kepada merahputih.com. Saat ini, S.M.I.T.H memiliki tiga cabang, dua di Jakarta Selatan, dan satu di Bandung.

Baca juga:

Mikael Jasin Raih Gelar Juara Indonesia Barista Championship 2020

Sebelum menuju ICE 2020, Marta pernah menjadi ketua di ICE 2017, yang saat itu diselenggarakan oleh Barista Guild of Indonesia (BGI). Selain menjadi ketua di ICE 2017, Marta juga menjadi sekretaris di BGI. Mulai dari sana, Marta terus berkontribusi di ICE hingga tahun ini.

Kafe Smith
Owner kafe SMITH (Foto: side.id/Andhika)

BGI juga menyelanggarkan ICE 2018 dan 2019. Sementara Marta berkontribusi sebagai juri di kategori IBrC, IBC, dan ILAC. Kemudian, ia menjadi peserta ICE untuk pertama kalinya di tahun 2020.

Marta mengaku alasan menjadi peserta pada ICE tahun ini karena merasa bosan jika berkontribusi dengan jabatan yang sama seperti ajang sebelumnya. Walaupun baru pertama kali menjadi peserta di ICE, bukan bersaing dengan para barista yang menjadi tantangan terberatnya. "Gue baru pertama kali menjadi peserta di sini, gue masih belum merasakan mana yang hebat untuk dijadikan saingan," tuturnya.

Tantangan terberat Marta ialah beradaptasi sebagai peserta. "Tantangan pasti ada, karena gue sebelumnya hanya terbiasa menilai dan sekarang dinilai. Namun, gua sudah banyak latihan, tujuh bulan sebelumnya," tambahnya.

Marta memberikan pesan kepada barista yang belum beruntung di ICE 2020 agar tetap berlatih keras. Dia juga berharap agar ada banyak kompetisi kopi untuk para barista. "Adain juga kompetisi lain untuk barista, jangan langsung tingkat nasional karena akan membuat banyak barista berbakat tersisihkan," tukasnya. (arb)

Baca juga:

'Fashion' dan Kopi, Dua Hal yang Tak Bisa Dipisahkan

Mikael Jasin Raih Gelar Juara Indonesia Barista Championship 2020
Mikael Jasin Raih Gelar Juara Indonesia Barista Championship 2020

HARI ini, Sabtu (15/2) telah bertarung dengan begitu sengit enam orang barista pada babak final Indonesia Barista Championship (IBC) 2020, yang digelar di Gedung SMESCO, Jakarta.

Keenam finalis tersebut merupakan para barista andal dari berbagai coffee shop di seluruh Indonesia. Mereka berhasil menjadi yang terbaik usai melewati dua babak yang persaingannya begitu ketat.

Baca juga:

Selamat! Santoso Ardiansyah Siap Wakili Indonesia di WBrC 2020

Usai keenam peserta tersebut bertarung sengit dengan presentasi yang maksimal, tibalah saatnya momen paling ditunggu ,pengumuman para pemenang IBC pada pukul 19.20 WIB.

Sebelum pengumuman pemenang dimulai, panggung dibuka dengan sesi foto bersama seluruh tim juri IBrC 2020 yang dilanjutkan dengan foto bersama tim juri IBC 2020.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan Syafrudin dari SCAI. Dalam sambutannya, Syafrudin mengucapkan terimakasih kepada pihak penyelengara, sponsor, media partner, peserta dan seluruh orang yang terlibat dalam acara ICE 2020.

Mikael Jasin akan berangkat ke Melbourne, Australia pada April mendatang untuk mengikuti WBC (Foto: side.id/Andhika)

Berdasarkan perolehan poin tertinggi, Mikael Jasin, pemenang IBC 2019 berhasil mempertahankan gelar juara. Mikael berhasil keluar menjadi pemenang pada IBC 2020 dengan perolehan 565 poin.

Kesuksesan Mikael Jasin meraih gelar juara tentu bukan tanpa strategi dan persiapan yang matang. Hal itu diutarakan langsung oleh Mikael Jasin usai pengumuman pemenang selesai.

"Strateginya sih latihan terus presentasi tentang kopi, intinya sih latihannya mesti bagus, tekniknya mesti bener dan kopinya mesti enak," tutur Mikael kepada merahputih.com usai diumumkan meraih gelar juara.

Dalam kompetisi IBC 2020, Mikael Jasin juga tak menampik dirinya menemui kesulitan, seperti halnya pada soal kalibrasi kopi. Namun, pria yang akrab disapa Micky itu mengaku dapat mengatasinya dengan baik.

Kemenangan Mikael Jasin tak terlepas dari support orang-orang terdekatnya seperti Common Grounds Roastery, keluarga, teman dekat , hingga sang kekasih tercinta.

Rencana Mikael selanjutnya usai menyabet gelar juara di IBC 2020 ialah membawa nama indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Mikael bakal membawa nama Indonesia di ajang World Barista Championship (WBC) 2020 di Melbourne, Australia.

"Kerja lebih keras lagi, world championship karena jauh lebih susah, tantangannya jauh lebih gede, jadi harus lebih bagus lagi performancenya. Target ke depannya di WBC sih lebih bagus dari tahun lalu dan pengen banget bawa nama indonesia lebih tinggi lagi," tutup Jasin.

Berikut perolehan nilai para barista di babak final IBC:

1. Mikael Jasin (565 poin)
2. Arief Rachman (483,5 poin)
3. Josaphat Jakabramasta (480,5 Poin)
4. Raymond ali (478 Poin)
5. Kelvin Situmorang (466,5)
6. Cindy Marta (466 poin)

(ryn)

Baca juga:

'Fashion' dan Kopi, Dua Hal yang Tak Bisa Dipisahkan