WikiLeaks Sebut AS Telah Mata-matai Prancis
(Foto: Capture BBC)
MerahPutih Internasional - Situs pembocor rahasia, WikiLeaks membuat pernyataan mengejutkan bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) telah memata-matai beberapa Presiden Prancis dalam kurun waktu enam tahun (2006-2012).
Seperti dilansir BBC, dokumen NSA yang dibocorkan WikiLeaks dengan judul Espionnage Elysee disebarluaskan melalui koran Liberation di Prancis serta situs penyelidikan Mediapart.
Menurut WikiLeaks, AS telah memata-matai Presiden Prancis, Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy dan Francois Hollande.
Salah satu dokumen NSA yang dibocorkan WikiLeaks yakni ketika Hollande mendiskusikan kemungkinan Yunani akan keluar dari zona mata uang euro pada 2012 lalu.
Sedangkan satu dokumen lainnya adalah menyiratkan bahwa Sarkozy bertekad melanjutkan perbincangan perdamaian antara Israel dan Palestina, mungkin tanpa keikutsertaan AS ditahun 2011.
Menurut koresponden keamanan BBC Gordon Corera, sampai saat ini masih belum jelas apakah dokumen-dokumen tersebut merupakan bagian dari data yang dicuri oleh mantan pegawai NSA Edward Snowden.
Baca Juga:
Pernah Terlantar, Bocah 10 Tahun Jahit Baju untuk Gelandangan
Heboh Si 'Putri Daging', Penjual Daging Cantik dan Seksi
Manager Ganteng Super Hot Bikin Wanita 'Melting'
Bagikan
Berita Terkait
Prancis Larang Anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Perampokan Museum Louvre, Empat Tersangka lagi Ditahan atas Tuduhan Terlibat Kejahatan Terorganisasi
Prancis Lolos ke Piala Dunia Usai Cukur Ukrania, Kylian Mbappe dan Sentuhan Magis Olise Jadi Sorotan
2 Negara Eropa Desak Pembatasan Hak Veto di Dewan Keamanan PBB, Hambat Tindakan Kemanusian
Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki
Pencurian Museum Louvre, 2 Pencuri Ditangkap saat akan Kabur ke Luar Neger
Museum Louvre Kemalingan, Sistem Keamanan Dipertanyakan
Museum Louvre Dibuka kembali, Ruang Apollo Tetap Tertutup
Museum Louvre Kemalingan, Jaksa Sebut Pencuri Bawa Perhiasan Senilai Rp 1,54 Triliun